Beranda blog Halaman 8

Toraja, Mutiara Yang Menunggu Polesan Pelaku Seni

0
Toraja National Art Festival yang di gelar akhir 2016 di Art Center Rantepao, Toraja Utara menghadirkan puluhan seniman dari pulau Jawa.
Toraja National Art Festival yang di gelar akhir 2016 di Art Center Rantepao, Toraja Utara menghadirkan puluhan seniman dari pulau Jawa. Foto : Join Desain Tombokan

Masih melekat kebanggaan tentang masa lalu, dimana nama Toraja begitu dikenal wisatawan mancanegara. Tidak heran, pada tahun 1970-an mantan Presiden Soeharto menyebut Toraja sebagai destinasi wisata populer setelah Bali.

Lain dulu lain sekarang. Jika dulu nama Toraja dalam konferensi The Pacific Asia Travel Association (PATA) merupakan objek wisata yang menarik setelah Bali, maka pada 10 destinasi prioritas yang ditetapkan Prisiden Jokowi di awal pemerintahannya, nama Toraja tidak termasuk. Entah mengapa, mungkin Toraja sudah tidak semenarik dulu lagi? atau hanya kemasannya saja yang belum lebih baik? Ataukah Toraja sudah setara Bali sehingga pengembangannya bukan lagi prioritas Pemerintah Pusat? hmmmm.

Nama Toraja akhirnya masuk sebagai prioritas ke-11 pada Februari 2017 setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi Lolai, Kecamatan Kapala Pitu, Kabupaten Toraja Utara. Satu kabar gembira mengiringi harapan kita untuk kebangkian pariwisata Toraja. Sejak saat itulah pemerintah pusat mulai “menggarap” Toraja dengan mengirim tim untuk mengidentifikasi masalah yang ada di dua kabupaten, yakni Tana Toraja dan Toraja Utara.

Meski menjadi prioritas “di luar” prioritas, tanggung jawab untuk memajukan pariwisata Toraja ada di tangan kita bersama, termasuk para pelaku seni dan dukungan pemerintah daerah.

Melalui diskusi hangat dengan tim InfoToraja.com, Roni Mala’, salah satu pelaku seni yang juga putra Toraja bercerita tentang harapan akan (kembali) bangkitnya pariwisata Toraja. Pemuda yang belajar melukis secara otodidak sejak 1995 sebagai pelukis jalanan berharap keterlibatan pemerintah daerah dalam setiap hal yang berkaitan dengan seni di Toraja.

“Untuk seni apa saja di Toraja harus melibatkan pemerintah daerah, bahkan ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk bekerjasama dengan pelaku-pelaku seni di Toraja untuk mekakukan kegiatan-kegiatan seni, dan ini harus dilakukan sekarang “, cerita Roni Mala’.

Menurut Roni, para seniman dari pulau Jawa bahkan sudah datang membuktikan bahwa Toraja sangat berpotensi untuk event berskala Internasional. Hal ini tidak lain karena dukungan alam Toraja yang sangat indah.

“Bahkan seniman mengatakan bahwa Toraja itu surga”, tambah Roni.

Lebih lanjut, duta seni rupa Toraja dan Papua ini menjelaskan dampak dari event yang dikemas dengan baik akan mengundang wisatawan untuk datang ke Toraja. Dengan demikian perhotelan juga akan maju, termasuk kuliner dan berbagai macam penghasilan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Roni Mala' saat berpartisipasi di Toraja National Art Festival 2016.
Roni Mala’ saat terlibat di Event Toraja National Art Festival yang digelar di Art Center Rantepao, Toraja Utara pada akhir 2016 s/d awal 2017.

“Toraja bagaikan mutiara yg menunggu polesan tangan-tangan pelaku seni agar lebih terlihat indah dan bisa menarik perhatian masyarakat dunia, nah sekali lagi dibutuhkan keterlibatan pemerintah daerah dalam hal ini.”, ucap Roni Mala’.

Roni Mala’ yang bergabung di pasar seni ancol, Jakarta sejak 2016 juga berharap agar Art Center yang ada di pusat kota Rantepao dapat difungsikan sebagai sentral informasi semua kegiatan seni dan budaya, termasuk pesta adat yang ada di Toraja. Tentunya dengan fasilitas yang tepat agar masyarakat lebih gampang memahami dan mencapai titik-titik dimana kegiatan berlangsung.

Di akhir diskusi, Roni juga mengungkapkan keresahannya melihat ketimpangan budaya yang harusnya menjadi gengsi bersama, seperti dalam pesta adat. Menurutnya yang terlihat sekarang adalah gengsi pribadi.

“Harapan saya pemerintah harus punya banyak waktu memikirkan ini. Jangan hanya politik-politik kurang sehat”, tutup Roni Mala’.

Musyawarah Besar Pertama PKMST Salatiga Diharapkan Semakin Mempererat Kekeluargaan Toraja di Rantau

0
Musyawarah Besar PKMST Salatiga dilaksanakan di Kampus UKSW Salatiga, pada 10 Maret 2018, siang.
Musyawarah Besar PKMST Salatiga dilaksanakan di Kampus UKSW Salatiga, pada 10 Maret 2018, siang.

INFOTORAJA.COM, SALATIGA – Persekutuan Keluarga Mahasiswa Siswa Toraja (PKMST) Salatiga melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) untuk pertama kalinya yang bertempat di Kampus UKSW Salatiga, pada Sabtu, 10 Maret 2018, siang. Mubes yang diikuti sekitar 80 hadirin ini juga menjadi forum untuk tanya jawab seputar PKMST.

Tidak hanya sesi tanya jawab, peserta juga membahas mengenai sejarah dan struktur, hambatan mengikuti PKMST, serta kritik dan saran untuk PKMST.

Salah satu senior dan mantan penggiat PKMST Salatiga menyampaikan kepada InfoToraja.com bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mempererat kekeluargaan antara yang tua dan muda.

“Cukup bagus meskipun ini mubes perdana, tapi saya rasa lewat kegiatan ini bisa semakin mempererat kekeluargaan orang Toraja di rantau, juga jadi wadah untuk saling sapa dari yang paling mudah dan yang paling tua dengan pendekatan musyawarah”, ungkap Fandy Pantandiongan.

Suasana forum diskusi Musyawarah Besar PKMST Salatiga.
Suasana forum diskusi Musyawarah Besar PKMST Salatiga.

Alumni UKSW Jurusan Sosiologi ini mengharapkan terbukanya ruang diskusi yang intens antara keluaraga PKMST di Salatiga yang anggotanya di dominasi oleh mahasiswa.

“Selain itu juga kegiatan tadi sangat relevan karena memang sebagian besar di PKMST adalah mahasiswa jadi yah kita bisa sharing pengetahuan juga kalau perlu PKMST kedepan membuka ruang group diskusi” , ujar Fandy.

PKMST Salatiga merupakan persekutuan yang menjaring atau wadah bagi pelajar, baik siswa atau mahasiswa yang berdarah Toraja di Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Ingin bergabung dengan PKMST Salatiga, silakan hubungi kontak person yang ada di halaman ini -> Lanjut Kuliah di Luar Toraja? Catat, ini Kontak Komunitas Mahasiswa Toraja di Berbagai Kota

iTorajaTV – Bagaimana Melawan Korupsi Dengan Kearifan Lokal Toraja? Simak Penjelasan Ketua AMAN Toraja

0

Melawan tindak korupsi dengan kearifan lokal Toraja. Seperti apa? yuk simak penjelasan dari Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Toraja, Romba’ Marannu Sombolinggi’ disela-sela penyeleggaraan Festival Budaya Anti Korupsi yang dilaksanakan oleh Pemuda Toraja Anti Korupsi (PETAK), Jumat, 9 Maret 2018 di Art Center Rantepao, Toraja Utara.

Reporter : Deby Astuti
Videografer/Editor : Join Desain Tombokan

Woow, Gunakan Tema Toraja, Sulawesi Selatan Raih Best Traditional Costume Puteri Indonesia 2018

0
Woow, Gunakan Tema Toraja, Sulawesi Selatan Raih Best Traditional Costume Puteri Indonesia 2018

INFOTORAJA.COM, JAKARTA – Adlina Nadhila Maharani (22) yang mewakili Sulawesi Selatan di pemilihan Puteri Indonesia 2018 akhirnya meraih predikat Puteri Indonesia Busana Tradisional Terbaik 2018 pada puncak pemilihan Puteri Indonesia yang berlangsung di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jumat (9/3/2018) malam.

Busana Tradisional yang digunakan Nadhila mengalahkan Busana yang dikenakan wakil Bangka Belitung dan Sumatera Selatan yang juga masuk dalam jajaran tiga busana terbaik.

Baca JugaAngkat Tema Toraja, Sulsel Masuk Top 3 Best Traditional Costume Pemilihan Puteri Indonesia 2018

“Busana yang saya kenakan pada malam bakat kemarin bertemakan Mangrara banua Tongkonan ( Pentabisan rumah Toraja / Syukuran). Tongkonan merupakan pemersatu bagi masyarakat Toraja. Tongkonan juga merupakan tempat bermusyawarah, bermufakat untuk melakukan upacara rambu solo dan rambu tuka.”, cerita Nadhila melalui akun instagram miliknya.

Busana yang saya kenakan pada malam bakat kemarin bertemakan Mangrara banua Tongkonan ( Pentabisan rumah toraja / Syukuran). Tongkonan toraja terdiri dari tongkonan layuk, dimana memiliki pekamberan / kaparengesan (pemangku adat) membuat dan menjalankan aturan-aturan adat atau yg disebut pemali dalam bahasa toraja, rumah toraja berbentuk perahu terbalik mengarah ke utara dan selatan, kemudian diukir dan memiliki 4 warna ukiran yaitu, merah = berani, putih = kesucian kuning = keagungan dan hitam = kedukaan Tongkonan merupakan pemersatu bagi masyarakat toraja. Tongkonan merupakan tempat bermusyawarah, bermufakat untuk melakukan upacara rambu solo dan rambu tuka. Terimakasih banyak saya ucapkan kepada kak Lewi karena atas kesabaran, ketekunan dan kreatifitas yang tinggi akhirnya saya dapat menggunakan baju ini. Traditional costume by : @lewibridal4419 . . . #mustikaratu #indonesiainspirasiku #puteriindonesia2018 #puteriindonesia #puteriindonesiasulsel #ewakosulsel

A post shared by Nadhila Maharani (@nadhilamaharani) on

Busana bertemakan Mangrara banua Tongkonan ini merupakan hasil karya Lewi Tikupadang, melalui akun instragramnya, Nadhila mengucapkan terima kasih pada desainer yang telah membantunya meraih predikat Puteri Indonesia Busana Tradisional Terbaik 2018.

“Terimakasih banyak saya ucapkan kepada kak Lewi karena atas kesabaran, ketekunan dan kreatifitas yang tinggi akhirnya saya dapat menggunakan baju ini.”, tambah Nadhila.

Adapun mahkota Puteri Indonesia 2018 diberikan kepada Sonia Fergina (25) asal Bangka Belitung.

Target Final AFP U20, Ini 14 Pemain Futsal Terpilih AFK Toraja Utara

0
14 Atlit Futsal AFK Toraja Utara akan mengikuti kompetisi AFP SulSel Usia 20, 11-14 Maret 2018 di Makassar.
14 Atlit Futsal AFK Toraja Utara akan mengikuti kompetisi AFP SulSel Usia 20, 11-14 Maret 2018 di Makassar.

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Tidak menunggu waktu lama setelah pelantikan, Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Toraja Utara langsung menyiapkan atlit-atlit futsal terbaik yang akan berlaga di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. AFK Toraja Utara akan mengirim wakilnya untuk mengikuti Turnamen Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Sulawesi Selatan Usia 20 yang dilakasanakan di Lapangan Futsal Anjungan Pantai Losari pada tanggal 11-14 Maret 2018.

Pelatih tim Futsal Toraja Utara, Dandhy Priyatna Marshal yang dihubungi InfoToraja.com menyampaikan kesiapan dan target AFK Toraja Utara yang akan berlaga di tingkat Provinsi.

“Kesiapan kami sudah 85%, masih ada satu latihan terakhir untuk pemantapan. Kami menargetkan masuk final, doakan semoga putra daerah bisa bersaing, asalkan memang real U20 di sana nantinya.”, tegas anak muda yang juga menjabat sebagai Sekretaris AFK Toraja Utara ini.

Tim Futsal AFK Torut memantapkan persiapannya di GOR Rantepao, Toraja Utara.
Tim Futsal AFK Torut memantapkan persiapannya di GOR Rantepao, Toraja Utara.

Dari 43 pemain yang mengikuti seleksi, 14 pemain terbaik yang terpilih merupakan pelajar SMA/SMK sederajat yang juga asli putra Toraja, yaitu dari Tana Toraja dan Toraja Utara.

Kompetisi futsal yang diselenggarakan AFP SulSel dilaksanakan untuk menjaring pemain muda kelaharian 1 Januari 1999 ke atas. Nantinya mereka akan mengikuti seleksi untuk FFI SulSel usia 20.

Berikut ini daftar nama atlet U20 AFK Toraja Utara

SMAN 1 Toraja Utara
– Gemal Amir

SMAN 2 Toraja Utara
– Iffat Umar Madao
– Titus Payung Allo
– Sutomo Palentek

SMK Kr. Harapan Rantepao
– M. Yusrival Halim

SMA Kr. RANTEPAO
– Skay Sangle Kuddy

SMAN 1 Tana toraja
– Reinaldy Adiputra Matalangi’
– Arda Payangan
– Fransiskus Harianto Saleppang

SMKN 1 Tana Toraja
– Zainal Annas
– Sul Fajril Mukhtar
– Avet Untung

SMK Andika Mebali
– Yeheskiel

“Negeri di Atas Awan” Jadi Pusat Pelaksanaan HUT Karang Taruna ke-58 Tingkat Provinsi SulSel

0
Rapat Pleno Pengurus Karang Taruna Toraja Utara dihadiri Wakil Ketua Karang Taruna Sulsel, Ahmad Syafar, Rabu (7/3/2018)
Rapat Pleno Pengurus Karang Taruna Toraja Utara dihadiri Wakil Ketua Karang Taruna Sulsel, Ahmad Syafar, Rabu (7/3/2018)

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Karang Taruna se-Sulawesi Selatan akan memusatkan puncak hari ulang tahun ke-58, di Puncak Lolai, Kecamatan Kapalapitu, Toraja Utara, tanggal 22 sampai 27 September 2018 mendatang.

Hal ini disepakati dalam rapat pengurus pleno (RPP) Karang Taruna Toraja Utara di restoran Ayam Penyet Ria Rantepao, Toraja Utara, Rabu (7/3/2018) siang.

“Kita sepakati puncak HUT Karang Taruna ke-58 di Puncak Lolai, dirangkaikan SKBKT dan BBKT Sulsel 2018 dimana tuan rumah adalah Karang Taruna Toraja Utara,” ujar Wakil Ketua Karang Taruna Sulsel, Ahmad Syafar, yang hadir mewakil pengurus Karang Taruna Sulsel dalam RPP ini.

Dalam RPP ini juga disepakati pelaksanaan Study Karya Bakti Karang Taruna (SKBKT) dan Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) Sulsel di Toraja Utara akan dilaksanakan secara berbeda dari pelaksanaan tahun – tahun sebelumnya.

“Panitia steering commeete (SC) dan panitia pelaksana (OC) sudah dibentuk, dan Karang Taruna Toraja Utara akan menempatkan peserta SKBKT dan BBKT Sulsel 2018 ditempat yang membuat Wapres Jusuf Kalla bermain bola awan,” ujar Wakil Ketua Karang Taruna Toraja Utara Belo Tarran.

Karang Taruna se-Sulsel yang hadir pada kegiatan ini juga direncanakan akan mengunjungi 24 destinasi wisata di Toraja Utara.

“Kami usulkan tiap Karang Taruna Kabupaten akan mengunjungi objek wisata, dan mereka diajak untuk mengenal dan membuat kenangan bagi objek wisata yang dikunjungi, sekaligus sebagai lomba dalam SKBKT dan BBKT ini,” ungkap Belo Tarran, yang juga Panitia SC HUT Karang Taruna ke-58 ini.

Sementara Ketua Karang Taruna Toraja Utara sekaligus Wakil Bupati Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang, telah mengintruksikan seluruh pengurus dari tingkat Kabupaten sampai Kelurahan dan Lembang (Desa) untuk mensukseskan dan menjadi tuan rumah yang baik.

“Seluruh Kader Karang Taruna Toraja Utara telah siap dan akan melayani tamu – tamu dari Karang Taruna Kabupaten se Sulsel, dengan menawarkan pemandangan alam dan budaya Toraja untuk dinikmati Karang Taruna se Sulsel, dan yang pastinya Pemkab Toraja Utara sangat mendukung kegiatan ini,” ucap Yosia Rinto Kadang.(*)

*Sumber : Rilis Pers Bidang Informasi dan Komunikasi Karang Taruna Toraja Utara.

Personel Kodim 1414 Tator Tinjau Proyek Pengairan Yang “Jebol”, 15 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen!

0
Personel Kodim 1414/Tator meninjau lokasi jebolnya tanggul irigasi di Kecamatan Sangalla' Utara, Tana Toraja.
Personel Kodim 1414/Tator meninjau lokasi jebolnya tanggul irigasi di Kecamatan Sangalla' Utara, Tana Toraja.

INFOTORAJA.COM, SANGALLA’ UTARA – Hujan deras yang terjadi di sekitar perbatasan Tana Toraja dan Toraja Utara, selasa (6/3/2018) kemarin siang mengakibatkan proyek irigasi lembang Tumbang Datu dan Lembang Tallung Penanian, Sangalla’ Utara, Tana Toraja, jebol.

Dari rilis yang dikirim Kodim 1414 Tana Toraja pada InfoToraja.com, diketahui tanggul irigasi ini mengalami kerusakan kemarin siang sekitar pukul 14.00 WITA. Akibatnya sekitar 15 Hektar sawah siap panen rusak akibat luapan air yang membanjiri area persawahan.

Diketahui proyek tanggul irigasi ini baru saja selesai pengerjaannya dan hanya menunggu waktu untuk diresmikan.

Proyek Pengairan Jebol mengakibatkan 15 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen! di Sangalla Utara, Tana Toraja.
Proyek Pengairan Jebol mengakibatkan 15 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen di Sangalla’ Utara, Tana Toraja.

KODIM 1414 Sigap Merespon Bencana Tanggul Jebol di Tana Toraja

Merespon kejadian ini, Rabu (7/3/2018) siang, kodim 1414 Tana Toraja langsung menerjunkan personelnya untuk meninjau lokasi. Dipimpin oleh Dansub 1, Pelda Marthen TM, anggota Unit Intel Kodim 1414/Tator, Sertu Rizal dan Serda Irman bersama Babinsa Kodim 1414-05 Sanggalangi, Koptu Daud dan Babinsa 1414-06 Sangalla’, Sertu Yusuf Sulinggallo terjun ke lokasi guna berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait penanggulangan dari dampak kerusakan ini.

Hingga saat berita ini dirilis, personel Kodim 1414/Tator masih berada di lokasi yang masih terus diguyur hujan. Dari pantauan mereka yang dilaporkan pada InfoToraja.com, saat ini terlihat debit air di lokasi semakin meningkat.

Angkat Tema Toraja, Sulsel Masuk Top 3 Best Traditional Costume Pemilihan Puteri Indonesia 2018

0
Top 3 Best Traditional Costume Pemilihan Puteri Indonesia 2018
Top 3 Best Traditional Costume Pemilihan Puteri Indonesia 2018. Sumber Foto : www.facebook.com/DPIdaMU

INFOTORAJA.COM, JAKARTA – Malam Bakat, Seni dan Budaya Pemilihan Puteri Indonesia 2018 yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya pada Selasa (6/3/2018) menghasilkan satu kabar baik bagi Sulawesi Selatan. Adlina Nadhila Maharani (22) yang bersaing memperebutkan mahkota Puteri Indonesia masuk dalam top 3 best traditional costume Pemilihan Puteri Indonesia 2018.

Nadhila yang mewakili Provinsi Sulawesi Selatan mengenakan busana tradisional modifikasi bertema “Mangrara Banua Tongkonan”. Busana yang dilengkapi dengan kandaure ini merupakan hasil karya Lewi Tikupadang.

Saat menunjukan busana yang digunakannya, wanita kelahiran Bali, 14 Juni 1995 ini juga memperagakan sedikit gerakan tangan pada tarian pa’ gellu’ yang merupakan tari tradisional asal Toraja. Selain itu, pemandu acara malam bakat, seni dan budaya Pemilihan Puteri Indonesia 2018 juga memperkenalkan secara singkat jenis-jenis Tongkonan yang merupakan rumah adat Suku Toraja.

Nadhila bersama finalis Puteri Indonesia 2018 lainnya melakukan unjuk bakat dengan menggunakan busana daerah dan alat musik dari daerah masing masing. Beberapa bakat yang ditampilkan seperti menyanyi, menari, musikalisasi puisi, tinju, pencak silat, nembang, dan masih banyak lagi.

Selain Sulawesi Selatan, tiga terbaik busana tradisional Pemilihan Puteri Indonesia 2018 juga diraih oleh Bangka Belitung dan Sumatera Selatan. Adapun pemenang Puteri Indonesia Busana Tradisional Terbaik 2018 akan diumumkan pada grand final pemilihan Puteri Indonesia yang akan berlangsung pada 9 Maret 2018 mendatang.

Tentang Malam Bakat, Seni dan Budaya Pemilihan Puteri Indonesia 2018

Finalis Puteri Indonesia 2018 tampil menunjukkan keahlian di bidang seni budaya masing-masing provinsi dan akan memperebutkan salah satu gelar Puteri Indonesia Atribut yaitu Puteri Indonesia Berbakat 2018 dan Puteri Indonesia Busana Tradisional Terbaik 2018. Acara ini melewati proses penjurian yang menghasilkan nominasi pemenang tiga besar Puteri Indonesia Berbakat dan tiga besar Busana Tradisional Terbaik, selanjutnya akan dipilih satu orang dari mereka sebagai pemenang masing-masing kategori yang akan diumumkan pada malam puncak Puteri Indonesia 2018 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jumat (9/3/2018).

Penilaian dilakukan oleh para professional yang ahli dalam bidang nya masing-masing, antara lain, Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia, Putri Kus Wisnu Wardani, Ketua Dewan Juri Pemilihan Puteri Indonesia 2018, Kusumadewi Sutanto, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Soesatyo, Staff Khusus Bidang Komunikasi & Kemitraan Kemenpora, Anggia Erma Rini, Tokoh Ekonomi Industri, Jonny Darmawan, Puteri Indonesia 2016, Kezia Warouw, Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Ricky Persik dan Senior Corporate Communication PT Mustika Ratu Tbk, Mega Angkasa.

Keren, Ini Cara Anak Muda Toraja Lawan Korupsi. Catat Tanggalnya!

0
Say No To Corruption
Say No To Corruption. Sumber : www.corruptionwatch.org.za

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Pendidikan anti korupsi memang wajib dilakukan sejak dini. Membentuk karakter anak muda yang anti korupsi memang tergolong tidak mudah. Termasuk mengalihkan kesibukan generasi muda dari kegiatan-kegiatan negatif ke positif juga tidak segampang menyinyiri pelaku korup yang tayang di media.

Namun, hal yang tidak mudah ini sepertinya menjadi hal yang menyenangkan bagi kelompok anak muda yang tergabung dalam Komunitas PETAK, Pemuda Toraja Anti Korupsi. 9 Maret mendatang, bertempat di Plaza Art Center Rantepao, Toraja Utara mereka akan menggelar kegiatan Festival Budaya Anti Korupsi yang akan dikemas dengan berbagai kegiatan menarik.

Mengangkat tema “Penguatan Integritas Generasi Muda Yang Hebat dan Berbudaya”, kegiatan ini akan diisi dengan Seminar Anti Korupsi, taman baca, board game dan screening film.

Kegiatan sosialisasi Anti Korupsi yang dilakukan komunitas PETAK di SMAN 1 Tana Toraja
Kegiatan sosialisasi Anti Korupsi yang dilakukan komunitas PETAK di SMAN 1 Toraja Utara.

Ketua pelaksana Festival Budaya Anti Korupsi, Vikalis Lande kepada InfoToraja.com mengungkapkan pentingnya kegiatan ini bagi pemuda Toraja.

“Jadi tujuan kegiatan kami ini untuk menumbuhkan budaya anti korupsi bagi masyarakat Toraja, utamanya para pemuda. Sehingga masyarakat dapat berperan aktif untuk memberantas korupsi di Toraja bahkan di Indonesia, tidak bersikap apatis lagi terhadap Korupsi”, jelas Vikalis.

Tiga tokoh dihadirkan sebagai pembicara pada seminar anti korupsi, diantaranya Johnson Ridwan Ginting S.T., M.M. yang saat ini menjabat Fungsional Direktorat PJKAKI, Romie O Bura seorang akademisi Anti Korupsi ITB yang juga dekan FPT Universitas Pertahanan dan Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sombolinggi.

Selain itu, PETAK juga bekerjasama dengan Transparansi Indonesia dan Toraja Film Festival menggelar screening film bertema anti korupsi.

Poster Festival Budaya Anti Korupsi
Poster Festival Budaya Anti Korupsi

Bagaimana Mengikuti  Festival Budaya Anti Korupsi?

Festival Budaya Anti Korupsi ini akan dihelat pada Jumat, (9/3/2018) mulai pukul 08.30 WITA di Plaza Art Center Rantepao, Toraja Utara.

Bagi masyarakat khususnya anak muda dan pelajar yang tertarik mengikuti kegiatan ini, segera pesan tiket nya seharga Rp. 20.000 melalui 082396590545 (Vikalis) atau 082193484751 (Maudy). Harga tiket sudah termasuk sertifikat, snack, makan siang dan merchindise.

Info Event : Festival Budaya Anti Korupsi

Toraja Promosi Potensi Pariwisata Baru di Pameran Pariwisata Terbesar Dunia ITB Berlin, Jerman

0
Destinasi Toraja mengikuti pameran pariwisata terbesar dunia, di Berlin, Jerman.
Destinasi Toraja mengikuti pameran pariwisata terbesar dunia, di Berlin, Jerman.

INFOTORAJA.COM, BERLIN – Destinasi Toraja bersama tiga destinasi lainnya, Flores, Wakatobi, dan Tanjung Puting kembali hadir di pameran pariwisata terbesar dunia, ITB (Internationale Tourismus-Börse) Berlin, Jerman pada 7-11 Maret 2018.

Di Berlin, destinasi Toraja akan memperkenalkan berbagai paket wisata menarik baru termasuk wisata petualangan alam, antara lain cycling, white water rafting, culinary class, hingga kelas membuat batik asli Toraja. Hal ini diungkapkan ketua PHRI Toraja Utara yang juga wakil ketua Toraja Destination Management Organisation (DMO) Yohan Tangkesalu, melalui rilis pers pada InfoToraja.com.

“Kami ingin menonjolkan keunikan lain dari Toraja bagi wisatawan. Ini diharapkan dapat mengurangi kesan bahwa Toraja hanya memiliki wisata yang berkaitan dengan upacara kematian semata. Toraja akan hadir sebagai bagian dari paket pariwisata yang lengkap di Provinsi Sulawesi Selatan,” jelas Yohan Tangkesalu.

ITB Berlin merupakan salah satu pameran pariwisata tertua yang sudah eksis lebih dari 50 tahun. Pameran ini memberi kesempatan bagi para exhibitor Indonesia untuk bertemu dan berinteraksi dengan pembeli dan pelaku pasar wisata internasional.

Tahun 2017 kemarin, ITB Berlin berhasil mencatat rata-rata nilai transaksi yang diperoleh exhibitor hingga mencapai 6 Milyar Euro dengan tingkat kepuasan mencapai 92%. Ini membuktikan ITB Berlin adalah ajang yang sangat strategis untuk promosi dan pemasaran pariwisata Indonesia di dunia internasional maupun even Business to Business (B to B), khususnya untuk kawasan Eropa.

Infografis Sejarah ITB Berlin.
Infografis Sejarah ITB Berlin.

Setelah ITB Berlin, Yohan mewakili keempat destinasi akan menghadiri business meeting di Den Haag, Netherland dan juga International Tourism Fair Place2Go di Zagreb, Kroasia.

Setelah berhasil meraih peringkat pertama kategori “Best Exhibitor” untuk Kawasan Asia/Australia/Oceania pada ITB Berlin 2017 lalu, delegasi Indonesia berharap dapat mempertahankan prestasi serupa di tahun 2018 ini. Keempat destinasi dampingan Swisscontact WISATA ini akan bergabung di bawah koordinasi Kementerian Pariwisata menempati stand Wonderful Indonesia, Hall 26A, Messe Berlin GmbH.

Tentang Flores DMO, Toraja DMO, FTKP Wakatobi, dan FTKP Tanjung Puting

Kehadiran Flores, Toraja, Wakatobi dan Tanjung Puting di ITB Berlin 2018 ini diwakili oleh organisasi tata kelola kepariwisataan masing-masing destinasi yaitu Flores DMO, Toraja DMO, FTKP Wakatobi, dan FTKP Tanjung Puting.

Destination Management Organization (DMO) adalah program yang digagas oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia pada tahun 2010 yang berfungsi sebagai payung kepariwisataan regional di masing-masing destinasi. Tugas dari DMO antara lain adalah melakukan perencanaan, koordinasi, implementasi, dan fungsi pengawasan terhadap manajemen pariwisata di setiap destinasi.