Beranda blog Halaman 11

Hadiri Musrembang Kecamatan Denpina, Kalatiku : “Sektor Pertanian Harus Kita Perhatikan”

0
Musrenbang di Kecamatan Denpina
Suasana Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Denpina, Senin (12/02/2018). Photo : Amos Rapang / Diskominfo Toraja Utara

INFOTORAJA.COM, DENPINA – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di lima Kecamatan di Toraja Utara dilaksanakan serempak pada hari Senin, (12/02/2018) dan akan berlangsung hingga Senin mendatang (19/02/2018). Salah satunya di Kecamatan Denpina.

Turut hadir dalam rapat Musrenbang Kecamatan Denpina, Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan, Anggota DPRD Toraja Utara, Kodim 1414, Kapolsek Denpina – Sopai, Camat Denpina Y. T. Rammang, Kepala Bidang Ekonomi Irmawati P., para Kepala Lembang, Lurah, jajaran SKPD Toraja Utara, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan pemuda.

Camat Denpina dalam sambutannya menyampaikan bahwa musrenbang yang sudah dilaksanakan pada tingkat Lembang pada saat ini sudah dirampungkan usulan-usulan yang disepakati ditiap-tiap lurah dan lembang di tahun lalu, dimana saat itu sudah direkap dan akan dibahas pada musrenbang kecamatan kali ini.

“Jadi harapan kami bahwa usulan-usulan kami yang ini dapat menjadi prioritas untuk dapat dilanjutkan ketingkat Kabupaten dan DPRD Toraja Utara,” ungkap Y. T. Rammang.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Bidang Ekonomi Bappeda, Irmawati P bahwa tahun-tahun kemarin pelaksanaan musrenbang di tingkat Kecamatan di seluruh Toraja Utara di bawah Bappeda tapi tahun ini semuanya akan berperan aktif di dalamnya.

“Selanjutnya yang ingin kami sampaikan untuk tahun 2018 ialah RKPBD, di dalam RKPB kita tahun 2018 dari 2122 usulan yang terakomodir di dalam RKPBD 2018 atau yang sudah tertuang di dalam APBD 2018 adalah 1066 usulan. Jadi, sekitar 50% dari usulan musrenbang akan kita laksanakan di tahun 2018 ini,” ungkap Irmawati.

Irmawati menambahkan bahwa prioritas usulan akan disesuakin dengan kemampuan keuangan daerah.

“Semua usulan kita dari lembang dan lurah akan jadi proiritas tapi tetap kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah kita, kemudian juga ada proiritas dalam RKPBD kita yang harus kita ikuti,” tambahnya.

Selain itu, Bupati Toraja Utara yang juga hadir dalam musrenbang di Kecamatan Denpina ini mengungkapkan bahwa musrenbang ialah tahapan manejemen yang disebut sebagai tahap perencanaan yang nantinya masuk ke dalam pengawasan di DPR dan Kementerian.

“Jika kita salah dalam perencanaannya, pasti akan salah dalam pelaksanaan, pencapaian dan tujuannya. Saya juga minta kepada Bappeda yang diwakili oleh Kepala Bidangnya agar bisa membuat urutan-urutan dari sebuah pekerjan-pekerjaan yang sudah dilakukan ditingkat lembang dan lurah,” ungkap Kalatiku Paembonan.

Kalatiku juga menekankan agar sektor pertanian menjadi perhatian di tingkat lurah dan lembang.

“Selain itu, kita juga membutuhkan partisipasi rakyat mengenai pertanian. Jadi, sektor pertanian ini harus kita perhatikan juga. Salah satunya ialah menyiapkan bibit-bibit di tingkat lurah dan lembang,” imbuhnya.

Musrenbang di Kecamatan Denpina ini memprioritaskan bidang pendidikan, kesehatan, pertanian dan infrastruktur.

Author : Swita Turalaki
Photo : Amos Rapang
Editor : LPID Diskominfo Toraja Utara

iTorajaTV – Kadis Kesehatan Torut : Dengan Analisa Kebutuhan, Dari 762 PHT Kesehatan, Maksimal Cuma 350 Yang Bisa Diambil

0

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara dr. Marsiano S. Manapa memberikan penjelasan kepada para PHT kesehatan yang melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Toraja Utara, Rantepao, Selasa (06/02/2018).

Dalam keterangannya dr. Marsiano juga menjabarkan masih banyaknya PHT Kesehatan yang tidak memiliki Surat Tanda Registrasi (STR).

*Kameramen/Editor : Join Desain Tombokan

DPC Partai Demokrat Toraja Utara Kecam Pernyataan Pengacara Setya Novanto Yang Menuding SBY Terlibat Kasus E-KTP

0
Suasana Jumpa Pers DPC Partai Demokrat Toraja Utara
Suasana Jumpa Pers DPC Partai Demokrat Toraja Utara terkait pernyataan Firman Wijaya yang menuding SBY terlibat kasus e-KTP. Foto : Join Desain Tombokan

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – “Perang” antara SBY dan Firman Wijaya yang merupakan pengacara Setya Novanto direspon hingga ke daerah. DPC Partai Demokrat Toraja Utara ikut menyatakan sikap melalui jumpa pers yang dilaksanakan pada Selasa (6/2/2018), bertempat di kantor DPC Partai Demokrat Toraja Utara.

Ketua DPC Partai Demokrat Toraja Utara, Hatsen Bangri’ S.T. mengecam pernyataan Setya Novanto, Firman Wijaya yang menuding Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengintervensi pengadaan e-KTP.

“secara hukum seorang pengacara tidak boleh menuding seseorang langsung sebagai terdakwa, secara khusus saya sebagai ketua DPC kabupaten Toraja Utara mengecam pernyataan beliau”, ucap Hatsen.

Hatsen menyesalkan mengapa saat menjelang tahun politik tiba-tiba nama partai Demokrat dimunculkan dalam kasus e-KTP.

“sekian lama kasus ini bergulir nama demokrat tidak pernah ada, kenapa tiba-tiba dimunculkan, jadi jangan sampai karena ingin mengganjal kami partai demokrat untuk mau bertarung di pilgub pilkada atau pilpres sampai muncul statement seperti ini”, tambah Hatsen dalam jumpa pers.

Sekretaris DPC Partai Demokrat Toraja Utara, Alexander Rantetondok juga menyatakan kegeramannya terkait pernyataan pengacara Setya Novanto.

“dengan sangat menyesal kami partai demokrat melihat keadaan politik di Indonesia yang tidak berada pada jalur yang benar. Setiap ada kasus yang terjadi setelah era SBY selalu dikaitkan dengan keluarga Cikeas, tapi sampai sekarang satu buktipun tidak pernah terjadi”, ucap Alexander.

Alexander yang juga merupakan anggota Fraksi Demokrat DPRD Toraja Utara menanggap pertnyataan Firman Wijaya terkait dengan momen-monen politik di Indonesia.

“ini karena momen-monen politik sehingga terjadi lagi baku hantam antar partai politik yang dimainkan oleh elit-elit yang tidak bertanggung jawab, tetapi dengan adanya kejadian ini yang selalu memfitnah partai demokrat, maka kami partai demokrat seluruh Indonesia semakin kokoh dan semakin kuat dan siap melawan siapapun yang akan mengganggu kehadiran partai Demokrat di Indonesia”, tegas Alexander

Sebelumnya diberitakan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono telah melaporkan pengacara Setya Novanto, terkait pencemaran nama baik dalam kasus korupsi e-KTP. SBY yang didampingi istinya Ani Yudhoyono mendatangi Bareskrim Polri pada Selasa (6/2/2018) sore tadi.

Begini Cerita Kronologi Ditemukannya Alum Bocah Argentina Yang Hilang

0

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Alum bocah Argentina yang dikabarkan hilang sejak Juni 2017 akhirnya ditemukan di Toraja Utara, Selasa (6/2/2018) Siang. Jejak Alum berhasil diketahui pihak kepolisian Resort Tana Toraja berkat laporan dari warga, Jonathan Sarungallo dan Edison yang sempat berinteraksi langsung dengan Alum dan ayahnya.

Baca Juga : Alum, Bocah Argentina Yang Dikabarkan Hilang Kini Ditemukan di Toraja

Melalui sambungan telepon, Jonathan menceritakan kepada InfoToraja.com kronologi ditemukannya Alum.

“Awalnya kami sama sekali tidak tahu tentang kabar anak Argentina yang hilang. Jadi tiga hari yang lalu kami sempat ketemu di Makale, mereka ketuk pintu kaca mobil dan bertanya Rantepao di mana, kami jawab masih jauh”, cerita Jonathan.

Jonathan dan Edison kemudian menawari mereka bantuan untuk mencari penginapan namun justru jawaban sangat mengharukan yang mereka dengar.

“Kami tawari bantuan cari penginapan tapi anaknya bilang lebih baik kami makan dari pada untuk menginap karena kami sama sekali sudah tidak punya uang”. tambah Jonathan.

Karena hibah mendengar jawaban Alum, Edison yang juga pemilik Sallebayu Bungalows & Restaurant kemudian menawarkan pada mereka untuk menginap di Sallebayu.

Jonathan kemudian lanjut menceritakan awal mengetahui informasi hilangnya Alum dari sosial media.

“Jadi kami tahu infonya kemarin dari informasi poster yang dirilis kedutaan Argentina, kemudian kami menghubungi polisi.”, sambung Jonathan.

Berkat informasi dari Jonathan dan Edison akhirnya Alum berhasil ditemukan. Pihak kepolisian resort Tana Toraja yang dipimpin oleh Bapak Kapolres AKBP Julianto P. Sirait langsung terjun ke lokasi tempat Alum dan ayahnya menginap, Selasa (6/2/2018) siang.

Dan akhirnya, usaha sang Ibu Elizabeth Avalos (27) yang berjuang keras mencari anaknya kini membuahkan hasil. Alum ditemukan bersama dengan Ayahnya Jorge Langone (41) yang merupakan mantan suami Elizabeth.

Berdasarkan rilis keduataan Argentina yang dikutip dari Sindonews.com, Elizabeth yang bercerai dengan Jorge diberi hak asuh penuh untuk anak tersebut oleh pengadilan. Namun pada Juni tahun kemarin Alum dibawa kabur Ayahnya meninggalkan Argentina secara tidak sah.

Baca Juga : Alum, Bocah Argentina Yang Dikabarkan Hilang Kini Ditemukan di Toraja

Alum, Bocah Argentina Yang Dikabarkan Hilang Kini Ditemukan di Toraja

1
Alum, bocah Argentina yang hilang dan dicari hingga Malaysia dan Indonesia kini ditemukan di Toraja Utara.

INFOTORAJA.COM, KESU – Pencarian yang dilakukan Elizabeth Avalos asal Argentina untuk mencari anak gadisnya yang dikabarkan menghilang sejak Juni 2017 di negaranya kini membuahkan hasil. Alum (7 tahun) sebelumnya sempat terlihat di Malaysia akhirnya ditemukan di Toraja Utara, Indonesia, Selasa (6/2/2018).

Gadis bernama lengkap Alum Langone Avalos diyakini dibawa masuk ke Indonesia melalui Batam. Elizabeth kemudian meminta bantuan media untuk mengekspos kasus ini agar dia bisa kembali bertemu putrinya.

Baca Juga : Begini Cerita Kronologi Ditemukannya Alum Bocah Argentina Yang Hilang

Dilansir dari laman Detik.com, senin kemarin Polri menerima dua Red Notice dari interpol terkait tasus Alum bocah Argentina.

“Kami (Polri) mendapatkan dua ya, satu yellow notice itu untuk anak tersebut yang umur 7 tahun. Yang kedua ada red notice untuk orang tua yang patut diduga telah melarikan anaknya. Kemudian yang kedua itu terkait dengan red notice, tersangka yaitu seorang pria, ayahnya dan kemudian seorang wanita,” jelas Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul.

Poster informasi hilangnya Alum Langone Avalos, 7, gadis Argentina yang kini diyakini berada di Jakarta, Indonesia. Foto/Kedutaan Argentina
Poster informasi hilangnya Alum Langone Avalos, gadis Argentina yang kini diyakini berada di Indonesia. Foto/Kedutaan Argentina.

Merespon hal ini, Kapolres Tana Toraja AKBP Julianto P. Sirait segera menerjunkan personelnya untuk mencari alum hingga ke pelosok Toraja dan menghimbau kepada masyarakat jika melihat bocah sesuai foto yang dirilis kedutaan besar Argentina untuk segera melaporkan keberadaan Alum.

Tidak menunggu waktu yang lama, Alum akhirnya ditemukan di Sallebayu Bungalows & Restaurant, Kesu, Toraja Utara bersama ayah nya sendiri yang merupakan mantan suami Elizabeth Avalos.

Baca Juga : Begini Cerita Kronologi Ditemukannya Alum Bocah Argentina Yang Hilang

Tegas! Pemerintah Toraja Utara Mulai Tertibkan Bangunan Liar di Bantaran Sungai

0
Satpol PP Toraja Utara mengecek lokasi Bantaran sungai di Lembang Rinding Batu, Kec. Kesu Toraja Utara
Satpol PP Toraja Utara mengecek lokasi Bantaran sungai di Lembang Rinding Batu, Kec. Kesu Toraja Utara (Diskominfo Toraja Utara/Gabriel)

INFOTORAJA.COM, KESU – Pemerintah daerah Kabupaten Toraja Utara melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai penegak peraturan daerah mulai menertibkan bangunan liar di bantaran sungai di Lembang Rinding Batu, Kesu, Toraja Utara, Kamis (1/2/2018). Hal ini sebagai tindak lanjut Pemda Toraja Utara dalam penegasan aturan penertiban bantaran sungai.

Ketika ditemui di Kantor Dinas Satpol PP dan Damkar, Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar, Yoel Tandiembong mengungkapkan tugas utama Satpol PP adalah Penegakan Peraturan Daerah.

“Tugas Utama Satpol PP adalah Penegak Peraturan Daerah. Tanggung jawab yang saya emban dari Bapak Bupati Torut adalah memprioritaskan Penertiban Bangunan di Bantaran Sungai”.

“Seperti pada hari ini, di awal bulan Februari, kami mengecek lokasi Bantaran sungai di Lembang Rinding Batu, Kec. Kesu. Masyarakat di sana yang sudah menerima surat teguran, telah membongkar sendiri bangunannya”, tambah Yoel Tandiembong .

“Harapan saya kedepan, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai yang telah menerima teguran penertiban, telah membongkar sendiri bangunannya sebelum dibongkar dengan alat berat, sehingga tidak ada benturan yang tidak diinginkan dan bahan bangunan tersebut dapat digunakan kembali oleh pemilik bangunan di tempat lainnya”, tuturnya.

Disamping itu, salah satu tokoh pemuda Toraja Utara, Roy Pasalli mengungkapkan bahwa masyarakat yang berada di Lembang Rinding Batu (dekat dengan bundaran tedong bonga) yang tinggal di dekat bantaran sungai, dapat menjadi contoh bagi masarakat lainnya yang tinggal di bantaran sungai.

“saya sangat mengapresisasi langkah masyarakat tersebut. Dengan penuh kesadaran, mereka membongkar bangunannya sendiri. Dan tindakan ini patut menjadi contoh kepada masyarakat lainnya yang tinggal di bantaran sungai sa’dan demi Toraja Utara yang lebih baik”.

(Diskominfo Toraja Utara/Gabriel)

 

#PeduliShae, Ini Yang Dilakukan GMNI DPK STAKN Bersama Lembaga Kemahasiswaan

0
Aksi Peduli Bayi Shae

INFOTORAJA.COM, MENGKENDEK – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) STAKN Toraja bersama Lembaga Kemahasiswaan melakukan Aksi Sosial untuk membantu seorang bayi bernama Shae, anak dari pasangan pendeta yang saat ini dalam proses penyembuhan. Bayi mungil berumur lima bulan ini harus keluar masuk rumah sakit dikarenakan penyakit jantung bawaan yang dialaminya.

Berawal dari pemberitaan yang tersebar di media sosial, GMNI DPK STAKN dan Lembaga Kemahasiswaan (LK) STAKN Toraja segera merespon pemberitaan tersebut dengan melakukan aksi peduli kasih untuk Bayi Shae.

Kedua organisasi mahasiswa tersebut berjalan ke rumah-rumah warga dan mahasiswa di sekitar kampus STAKN untuk menggalang dana #PeduliShae.

Salah seorang aktivis GMNI yang juga mantan ketua BEM STAKN periode 2017-2018 menyampaikan aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap Bayi Shae.

“Ini murni membantu Shae, dan tidak ada unsur pencitraan” ungkap Sepriadi Bunga’, kamis(01/02/2018), pagi.

Saat ini Bayi Sahe dalam proses penanganan tim medis Rumah Sakit Ibu & Anak Catherine Booth Makassar. Shae harus menjali operasi untuk memulihkan kondisi jantung yang bocor.

Bagi kita yang rindu untuk membantu meringankan beban keluarga bayi Shae, juga bisa langsung menyalurkan bantuan melalui transfer rekening ke :
Bank BRI No rek. 4945-01-003984-53-6
a/n Sri Herawati P. S. Banne (orang tua Shae) +62 852-1740-7281

Sopir Angkutan Makale-Mengkendek Mogok, Polres Tana Toraja Gratiskan Bus Polisi Untuk Warga

0
Bus milik Polres Tana Toraja diturunkan untuk mengangkut warga
Bus milik Polres Tana Toraja diturunkan untuk mengangkut warga yang terlantar akibat dari aksi mogok operasi sopir angkutan Makale-Mengkendek, Rabu (24/1/2018).

INFOTORAJA.COM, MAKALE – Sopir angkutan umum jurusan Makale – Mengkendek melakukan aksi mogok operasi sejak Rabu, 24 Januari 2018. Aksi ini merupakan bentuk protes atas kebijakan pemerintah kabupaten Tana Toraja yang mewajibkan semua mobil angkutan mengambil penumpang di terminal. Akibatnya ratusan penumpang yang hendak dari Mengkendek menuju Makale dan sebaliknya terlantar.

Merespon hal ini, Kapolres Tana Toraja AKBP Julianto Sirait menurunkan satu unit bus milik Polres Tana Toraja untuk melayani masyarakat yang hendak melalui rute ini secara gratis.

Salah satu anggota Polres Tana Toraja saat dihubungi InfoToraja.com mengungkapkan bahwa sampai hari Sabtu ini (27/1/2018) aksi mogok operasi sopir angkutan umum jurusan Makale-Mengkendek masih berlanjut sehingga bus milik polres Tana Toraja juga masih dioperasikan.

“Iya, bus Polres dioperasikan. sampai sekarang juga masih beroprasi bersama dengan mobil dari pemda Tana Toraja”, ungkap anggota Polres Tana Toraja yang tidak ingin disebutkan namanya.

Berbagai tanggapan positif mengalir dari masyarakat dan tentunya hal ini sangat mencerminkan semboyan kepolisian Republik Indonesia dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

Berdasarkan pantauan InfoToraja.com, video dan foto saat bus Polres Tana Toraja beroperasi yang diunggah oleh anggota Polres Tana Toraja suduh cukup viral di sosial media dan sudah dibagikan ulang hingga ratusan kali. Beberapa pengguna facebook memberikan tanggapannya melalui kolom komentar di facebook.

 “Luar biasa. Ini baru pelayanan. Bravo polres Toraja”, tulis Arman David Wibisono.

“Duu keren bangat.. Semogah jadi Berkat Deh… TYM..”, ungkap Dy Bombing Kalolong.

Selain Polres Tana Toraja. Pemda Tana Toraja juga mengoperasikan tiga unit bus yang berangkat bergantian dengan bus milik polres Tana Toraja.

“Aku Bukan Toraja”, Sebuah Karya Film Pendek Pencarian Makna Budaya Adu Kerbau di Toraja

0

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Kompetisi Toraja Film Festival 2017 telah usai digelar dan menobatkan film pendek “Aku Bukan Toraja” menjadi pemenang di kategori film dokumenter untuk peserta khusus. Film yang diproduksi Mata Wai SMA Negeri 2 Toraja Utara merupakan satu karya dokumenter pencarian makna yang sesungguhnya dari salah satu budaya Toraja.

Film karya sutradara Yesintia Tiku ini mengangkat tema tentang budaya adu kerbau atau tedong silaga di Toraja. Saat dihubungi melalui pesan whatsapp, gadis yang akrab disapa Tiku ini bercerita pada InfoToraja.com mengenai inspirasi dari ide film “Aku Bukan Toraja”, Jumat (26/1/2018) siang.

“Inspirasi ide film nya diambil dari keadaan masyarakat Toraja saat ini yang sudah mengalami perubahan dalam adat istiadat nya terutama pada adu kerbau dimana adu kerbau yang dulunya sebagai hiburan untuk keluarga yang berduka sekarang sudah mengalami perubahan dan pergeseran”, cerita Tiku yang saat ini berstatus pelajar SMA Negeri 2 Toraja Utara.

Film berdurasi 21 menit ini menghabiskan waktu produksi selama satu bulan. Hal ini dikarenakan banyaknya tempat yang dikunjungi oleh tim produksi Mata Wai SMA Negeri 2 Toraja Utara.

“Produksinya ada sekitar satu bulan, karena banyak tempat yang dikunjungi bahkan sampai ke Masanda yang merupakan perbatasan Tana Toraja dan Mamasa”, tambah Tiku.

Dalam proses pembuatan film ini, ada 4 tokoh penting yang menjadi narasumber “pencarian makna” budaya adu kerbau, mulai dari pemilik kerbau aduan, tokoh masyarakat, tokoh budaya hingga tokoh agama.

Dikesempatan lain, saat dihubungi InfoToraja.com, Belo Tarran selaku Presiden Toraja Film Festival menyatakan tanggapannya terkait film “Aku Bukan Toraja”.

“Secara pribadi, film dokumenter Aku Bukan Toraja sangat baik untuk dikaji, dibedah dan diseminarkan. Ini sangat penting guna menggali nilai-nilai dari Budaya Toraja khususnya tentang adu kerbau. Jika ditinjau dari sisi film, alur, cerita dan pesan, sangat jelas maknanya. Saya sangat bangga terhadap adik-adik muda yang sudah mulai kritis menyikapi persoalan-persoalan Budaya. Dan itu dituangkan dalam sebuah Karya Film. Dan sangat wajar jika dewan Juri TFF 2017 menjatuhkan pilihannya terhadap film Aku Bukan Toraja menjadi pemenang film kategori Dokumentrer khusus”. Ucap Belo Tarran.

Untuk menjawab rasa penasaran masyarakat terkait cerita lengkap dari film ini, Toraja Film Festival berkerja sama dengan TV Toraja menayangkan film “Aku Bukan Toraja” pada hari Jumat, (26/1/2018) mulai pukul 19.00 WITA di saluran TV kabel Toraja TV.

Lai’ Arung Pongpalita Batto’ Solo’ Dinobatkan Sebagai Puang Balusu

0
Suasana Penobatan Puang Balusu Lai' Arung Pongpalita Batto' Solo'
Suasana Penobatan Puang Balusu Lai' Arung Pongpalita Batto' Solo' di Tongkonan layuk lingkasaile, Raya, Kecamatan Balusu, Kabupaten Toraja Utara. Foto : Join Desain Tombokan

INFOTORAJA.COM, BALUSU – Tongkonan Layuk Lingkasaille, Raya, Kecamatan Balusu, Kabupaten Toraja Utara menjadi saksi pelaksanaan upacara adat penobatan puang Lai’ Arung Pongpalita Batto’ Solo’ pada kamis siang, 25 Januari 2018.

Upacara penobatan dinamakan “Massura Tallang” yang dipandu langsung oleh Sam Barumbun dan dihadiri To Mentawa Tallu yang mengesahkan secara langsung puang Lai’ Arung Pongpalita Bato’ Solo’ atau biasa dipanggil Nenek Hary sebagai puang Balusu Raya.

Adapaun salah satu syarat sahnya puang Balusu harus mendapat legitimasi dari To Mantawa Tallu, yaitu Sangkirasan, To Lan Tangga dan To Sassirian.

Salah seorang pemerhati budaya Belo Tarran menyampaikan bahwa ia sangat tertarik dengan kegiatan yang langka ini dan sangat ingin mendokumentasikannya.

“Sangat merespon Positif. Bahkan sejak kemarin sore saya sudah di Balusu dan menginap di sana. Saya abadikan dan dokumentasikan dalam sebuah Film Dokumenter proses ini. Tujuan saya ke sana adalah ingin melihat langsung seperti apa dan bagaimana proses disura’ Tallang Puang Balusu.” cerita Belo Tarran pada InfoToraja.com, Kamis (25/01/2018), malam.

Beberapa Unsur pemerintah seperti Plt. Sekda Kab. Toraja Utara, Wakapolres Tana Toraja, beberapa anggota DPRD Toraja Utara. Proses penobatan puang Balusu ini dijaga ketat sekitar 30 personil dari kepolisian Resort Tana Toraja.

Dengan disahkannya puang Lai’ Arung Pongpalita Batto’ Solo’ maka kapuangan di Balusu kedua-duanya dipimpin oleh perempuan, diong Kollo-Kollo oleh puang Seli Matandun, dan Dao Raya oleh puang Lai’ Arung Pongpalita Batto’ Solo’.