Kunjungan Prof. Nurdin Abdullah di Tongkonan Sangullele (Kantor BPS Gereja Toraja), Senin (22/1/2018). Sumber foto : http://bps-gerejatoraja.org
INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Ketua BPS Gereja Toraja Pdt. Musa Salusu, M.Th mengklarifikasi atas pemberitaan bahwa BPS Gereja Toraja mendukung Pasangan Calon Prof. Nurdin Abdullah dalam kunjungannya di Kantor Sinode Gereja Toraja Senin, 22 Januari 2018.
Dalam klarifikasinya kepda Infotoraja.com melalui pesan Whatsaap, Pdt. Musa Salusu, M.Th menyampaikan bahwa kedatangan Prof. Nurdin Abdullah merupakan silaturahmi, dan kata dukungan itu tak pernah diungkapkan dalam pertemuan itu.
“Dalam kunjungan prof NA ke kantor BPS, sebenarnya kata dukungan kepada NA tidak pernah terungkap”. Ungkap Pdt. Musa Salusu, M.Th, Senin (22/01/2017), malam.
Salah satu pendeta senior Gereja Toraja ini juga menyampaikan, Gereja Toraja Mendukung semua calon dan biarlah Tuhan yang menentukan siapa yang layak untuk menjadi pemimpin.
“Jadi sekali lagi, BPS mendukung dan mendoakan semua calon, dan biarlah Tuhan yang menentukan siapa yang paling layak menjadi pemimpin bagi daerah kita. Maka siapapun terpilih, BPS dapat menjalin hubungan kerja sama bagi pembangunan daerah kita”, tambah Pdt. Musa Salusu, M.Th.
Pdt. Musa Salusu juga menyampaikan harapannya agar masyarakat dapat membaca cerita atau berita secara kritis dan menggunakan akal sehat.
Kawasan tanpa rokok di Lembang Salutandung, Kec. Saluputti, Kab. Tana Toraja.
INFOTORAJA.COM, SALUPUTTI – Lembang Salutandung, Kec. Saluputti, Kab. Tana Toraja punya program yang unik, yaitu program Kawasan Tanpa Rokok. Lembang Salutandung bekerja sama dengan Puskesdes setempat untuk mensosialisasikan program ini kepada masyrakat.
Program ini dilaksanakan atas pertimbangan kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk menghindarkan perempuan dan anak-anak dari bahaya menghirup asap rokok.
Menurut kepala lembang Salutandung Banyamin Bassean Layuk, program ini bukanlah larangan untuk merokok tetapi mengajak masyarakat perokok untuk merokok pada tempatnya.
“Program tidak melarang masyarakat untuk merokok, tetapi mengajak masyarakat untuk tidak merokok di sembarang tempat, misalnya di rumah, ada memang ruangan khusus untuk merokok”, ungkap Benyamin Bassean layuk, Jumat (08/12/2017) sore.
Program ini sudah berjalan selama tiga bulan. Masyarakat cukup merespon baik program ini karena menyangkut kesehatan masyarakat sediri, khususnya bagi perempuan dan anak-anak.
INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Toraja Film Festival bekerja sama dengan PT. Toraja Media Mandiri melakukan pemutaran film finalis kompetisi film pendek Toraja Film Festival 2017 melalui jaringan TV kabel berlangganan, TV Toraja pada Senin – Jumat, 22 – 26 Januari 2018.
TV Toraja dan mitra merupakan penyedia layanan siaran televisi berlangganan di Toraja yang memliki ijin resmi penyelenggaraan penyiaran (IPP) dari Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Tentunya ini dapat menjadi ruang eksistensi bagi sineas lokal untuk memperlihatkan karya mereka pada masyarakat luas di Toraja.
Sebanyak 16 film yang terpilih sebagai nominasi film pendek terbaik di Toraja Film Festival 2017 akan ditayangkan di TV Toraja mulai pukul 19.00 wita selama hari penayangan. Adapun jadwal penayangannya sebagai berikut :
Senin, 22 Januari 2018
Senja Gaunaseh Sayang Sutradara : Maulidar & Astina R.
Produksi : Yayasan Aceh Dokumenter
Rambu Solo’ Sutradara / Produksi : Ruzlin Salamat (Malaysia)
Pekutana Sutradara : Sandy Saputra
Produksi : Sepu’ Serek
Selasa, 23 Januari 2018
Mbobot Sutradara : Syaikhu Luthfi
Produksi : Gotong Royong FILMS Semarang
Living in ROB Sutradara : Fuad Hilmi H.
Produksi : ISI Yogyakarta
Belumpi Ada Titik Sutradara : Yolda J. Patasik
Produksi : Mata Wai – SMAN 2 Toraja Utara
Rabu, 24 Januari 2018
1880 MDPL Sutradara : Miko S. & Ryan S. W.
Produksi : Yayasan Aceh Dokumenter
Cayasukma Sutradara : Andra Fembrianto
Produksi : Studio Amarana Jakarta
Tanan & Kinaiya Sutradara : Andre Marcelius L.
Produksi : SMA Kr. Barana Toraja Utara
Kamis, 25 Januari 2018
Mimi Lan Mintuna Sutradara : Muh. Ridwan
Produksi : Menepi Film Yogyakarta
Aluk Pia Sutradara : Londe
Produksi : Londe Home Production
Uncle ‘S’ Sutradara : Panca Rafel
Produksi : SMK Kosgoro Bogor
Ambe’ku Sutradara : Imel Novryanti
Produksi : Mata Wai – SMAN 2 Toraja Utara
Jumat, 26 Januari 2018
Benteng Pangan Cipta Gelar
Sutradara : Yoyo Sutarya
Produksi : Eagle Institut Indonesia (Jakarta)
Saruran Sisambung Sutradara : Gideon Krisyoh Sirenden Palondongan
Produksi : Londe Home Production
Aku Bukan Toraja Sutradara : Yesintia Tiku
Produksi : Mata Wai – SMAN 2 Toraja Utara
Perilaku tidak terpuji membuang sampah satu truk ke lairan irigasi.
INFOTORAJA.COM, SESEAN – Terciduk, oknum ini tertangkap kamera netizen sedang melakukan tindakan tidak terpuji dengan membuang sampah ke kali yang terletak di jalan poros Palawa – Sa’dan, Toraja Utara, Kamis (18/1/2018).
Entah apa yang ada di pikiran oknum tersebut, tidak tanggung-tanggung sampah yang dibuang ke aliran irigasi sawah ini sebanyak satu truk.
Dari keterangan netizen yang tidak ingin disebutkan namanya, sampah tersebut diturunkan ke bagian kali yang kering.
“Sampahnya diturunkan ke kali yang kering karena debitnya kurang. Saat hujan deras, kemungkinan sampahnya langsung terbawah ke sungai Sa’dan”, cerita netizen pada InfoToraja.com melalui pesan Instagram.
Tentunya ini menjadi tanda bahwa masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar.
Semoga saja hanya satu dua oknum orang (di) Toraja yang seperti ini.
Batu kabobong terletak di dusun Ollon, Lembang Bau, Kec. Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja tidak jauh dari Objek Wisata Ollon.
INFOTORAJA.COM, BONGGAKARADENG – Objek Wisata Ollon ternyata menyimpan keunikan yang belum banyak orang tahu, bukan hanya padang savana yang luas indah merona nan begitu mempesona para wisatawan, ternyata ada tempat yang sangat unik yaitu “batu kabobong“.
Batu kabobong terletak di dusun Ollon, Lembang Bau, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja, tidak jauh dari Objek Wisata Ollon.
Batu unik tersebut terlihat sangat menyerupai alat kelamin perempuaan dan terbentuk secara alami. Hal ini menjadi dasar bagi masyarakat lokal menamai batu “kabobong” yang berarti alat kelamin perempuan menurut bahasa lokal setempat.
Uniknya lagi, masyarakat setempat percaya jika ada pemuda yang masih lajang datang ke batu kabobong, maka setelah pulang dari tempat ini pemuda tersebut akan secepatnya menikah.
Salah seorang pengunjung yang datang ketempat ini menceritakan keunikan batu kabobong kepada InfoToraja.com. Konon katanya sangat cocok bagi jomblowan dan jomblowati.
“Tempat ini sangat unik karena terbentuk secara alami dan dipercayai jika jomblo datang ke sini akan secepatnya mendapatkan pasangan hidup” ungkap Mastil Pallin, Kamis(18/01/2017), sore.
Percaya atau tidak, tidak ada salahnya bagi anda jika berkunjung ke Ollon untuk mampir dan melihat keunikan batu kabobong.
Ketua DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen (GAMKI) Kaltara Otto Simon Tanduk
INFOTORAJA.COM, TARAKAN – Melihat maraknya perjudian yang terjadi di Tana Toraja, Toraja Utara bahkan di luar Toraja khususnya di Kalimantan Utara, ketua DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen (GAMKI) Kalimantan Utara Otto Simon Tanduk, M.Pd. resah dan menyampaikan pernyataan menolak keras yang namanya perjudian di masyarakat Toraja yang ada di Kaltara.
Kepada InfoToraja.com, Otto menyampaikan sikapnya menolak keras judi di dalam masyarakat Toraja, khususnya yang ada di Kalimantan Utara.
“Saya menolak keras judi khususnya yang di masyarakat Toraja” Ungkap Aktivis KNPI Nunukan Otto Simon Tanduk, Minggu (14/01/2018), pagi.
Secara khusus pria lulusan STT Rantepao ini menyoroti judi sabung ayam yang sering dilakukan pada saat dilaksanakan acara masyarakat Toraja di Kalimantan Utara.
Pelopor terbentuknya GAMKI Kaltara ini juga menyampaikan bahwa judi sabung ayam bukanlah budaya tetapi merupakan penyakit sosial. Para penjudi melegalkan hal tersebut dengan melegitimasi bahwa judi sabung ayam merupakan bagian dari budaya Toraja.
“Khususnya sabung ayam bukanlah budaya tapi penyakit sosial ibarat kanker Stadium akhir yang harus segera diobati”. Ungkap Otto Simon Tanduk yang juga merupakan mantan ketua GAMKI Kab. Nunukan.
Belo Tarran saat mendampingi kelas film Toraja Film Festival di SMA Negeri 2 Toraja Utara. Kamis, 18/1/2018.
INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Salah satu langkah dalam mensukseskan Toraja Film Festival ialah dengan membuka Kelas Film kepada generasi muda, khususnya bagi siswa-siswi SMA di Toraja. TFF sendiri telah membuka kelas Film di enam Sekolah Menengah Atas (SMA), yaitu dua kelas di Tana Toraja dan empat kelas di Toraja Utara.
Di sela-sela kegiatan bimbingan kepada siswa-siswi SMA Negeri 2 Toraja Utara, Presiden TFF Belo Tarran mengungkapkan apa yang menjadi pembeda dari Toraja Film Festival.
“Toraja Film Festival merupakan Festival yang berbeda dari Festival-festival lainnya, karena dalam Toraja Film Festival ini, kami secara langsung mengajak generasi muda di Toraja untuk berperan aktif di dalamnya. Dari kelas film inilah, materi yang kami berikan dari dasar sampai siswa-siswi dapat menghasilkan karya filmnya sendiri. karya film tersebut yang akan kami ikut sertakan pada Toraja Film Festival nantinya”, ungkap Belo Tarran pada InfoToraja.com.
Dengan adanya Toraja Film Festival yang didukung dengan dilaksanakannya program Kelas Film ini dapat memberikan kegiatan positif untuk generasi muda di tengah godaan kegiatan negatif yang dapat merusak masa depan generasi muda.
“Harapan saya kedepannya, adalah semoga dengan adanya Toraja Film Festival serta kegiatan ekstra kulikuler Kelas Film ini, dapat membimbing generasi muda ke arah yang lebih baik, sekaligus membantu program pemerintah daerah dalam memberikan edukasi positif”, ungkap Belo Tarran, Alumni STIMIK Dipanegara Makassar.
“Dan sesuai Visi Misi TFF, semoga 30 tahun kedepannya, lahir sineas-sineas handal dan industri film dari Toraja dalam membangkitkan Industri Film Nasional”, kuncinya.
Tahun ini merupakan tahun kedua digelarnya Toraja Film Festival, panitia sudah membuka pendaftaran untuk sineas yang ingin mengikuti kompetisi film pendek dan 3 kompetisi lainnya hingga tanggal 10 Juli 2018.
INFOTORAJA.COM, AWAN RANTEKARUA – Bupati Toraja Utara, Dr. Kalatiku Paembonan, M.Si. dan Wakil Bupati Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang, S.T. berserta jajarannya blusukan ke daerah transmigrasi (SP 2) yang terletak di lembang Batu Lotong, kecamatan Awan Rantekarua, Kabupaten Toraja Utara, Senin (15/1/2018).
Kecamatan Awan ini terdiri dari lembang Awan, lembang Batu Lotong, lembang To’ Tallang dan lembang Buntu Karua.
Adapun tujuan kunjungan kerja kali ini adalah memantau dan melihat rumah transmigrasi yang kosong tak berpenghuni. Selain itu, bupati juga mendengarkan aspirasi dari masyarakat yang berdomisil di daerah ini.
Dalam sambutannya, Bupati Toraja Utara mengatakan, “hal ini sudah direncanakan dan sepintas kami sudah melihat berbagai tanaman dan gunung yang menggambarkan keadaan di wilayah ini tentunya membutuhkan sentuhan dari Pemerintah Daerah”.
“Tahun ini saya upayakan di semua perumahan di daerah transmigrasi di kawasan ini saya akan libatkan dinas terkait agar semua rumah dialiri listrik”, jelas Bupati Toraja Utara, Dr. Kalatiku Paembonan.
“Saya ingin pihak terkait seperti camat, dinas tenaga kerja dan transmigrasi agar memperhatikan kebutuhan penduduk yang ada di sini, baik dari segi ekonomi maupun kebutuhan tambahan lainnya seperti penunjang pertanian dan perkebunan di daerah. Setelah adanya bantuan masuk di kawasan ini saya akan evaluasi selama 3 bulan”, tambah kalatiku.
Disela kunjungan ini, Dr. Kalatiku Paembonan, M.Si juga mengangkat empat pegawai guru yang selama ini sebagai tenaga sukarela menjadi Pegawai Honorer Tetap dan dua orang tenaga kesehatan (Bidan) menjadi Pegawai Honorer Tetap.
Tampak pula dalam kunjungan kerja kali ini, Plt. Sekretaris Daerah Rede Roni Bare, Asisten Administrasi Umum Setda Hetty M.G Dalopis, Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Andarias Sanda Bunga, Kadis Inforkom Fitra, Kadispora Yakub Pongsendana, Kasatpol PP & Damkar Yoel Tandiengbong, Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan Setda Ermita A. Husain dan Staf Protokoler Torut.
INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sulawesi Selatan, akan dihelat di Kabupaten Pinrang, SulSel, tanggal 9 sampai 16 September 2018 mendatang.
Cabang olahraga sepak bola Toraja Utara lolos dan akan menjadi satu kekuatan besar bagi kontingen Toraja Utara pada Porda SulSel 2018.
“Target saya dan seluruh pengurus PSSI Toraja Utara adalah emas,” ujar Ketua Askab PSSI Toraja Utara, Djuli Mambaya, dalam jumpa pers di GOR Rantepao, Toraja Utara, Jumat (5/1/2017) siang.
Djuli Mambaya atau dikenal dengan nama tagline DJM, juga mengungkapkan baik persoalan teknis maupun non teknis sudah disiapkan PSSI Toraja Utara untuk tidak menjadi kendala bagi tim.
“Saya katakan para pemain Toraja Utara ini pemakan daging termahal di dunia, jadi jika ada tim lawan di Porda nanti yang ingin bermain non teknis, saya siap hadapi dan saya sampaikan kepada seluruh pemain dan ofisial Toraja Utara untuk junjung tinggi sportivitas,” ungkap Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Provinsi Papua ini.
PSSI Toraja Utara dalam waktu dekat ini akan mengumpulkan kembali pemain untuk disiapkan dalam program pelatihan khusus.
“Dalam waktu dekat ini pemain akan dipanggil dan dikarantina untuk pemusatan latihan”, tambah DJM.
Logo Porda SulSel 2018 di Pinrang.
Dari rilis KONI Sulsel, ada 27 cabor yang akan dipertandingkan di Porda Pinrang, diantaranya futsal, sepakbola, sepak takraw, voli pasir, voli indoor, balap motor, panjat tebing, pencak silat, dan renang, yang juga telah ditentukan berapa kuota yang diperebutkan.
Berikut jumlah kuota atlet percabang olahraga yang dirilis KONI Sulsel pada Porda Sulsel 2018 di Kabupaten Pinrang.
INFOTORAJA.COM, JAKARTA – Logo “Wonderful dan Pesona Indonesia” mengalami reposisi di tahun 2017-2018 namun tetap mengedepankan sayap burung Garuda sebagai ikonnya.
Dalam rilis Kementrian Pariwisata RI, kepada InfoToraja.Com, Jumat (5/1/2017) malam, Logo ini akan meneruskan semangat pariwisata Indonesia lewat Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan destinasi di Indonesia berdasarkan konsep BAS (Branding, Advertising dan Selling).
Keindahan dari logo Wonderful dan Pesona Indonesia telah dibangun selama beberapa tahun dan sekarang diperbaiki untuk meningkatkan efektifitas dari penggunaan logo tersebut.
Pada reposisi terbarunya, kata “Wonderful/Pesona” diperbesar untuk memastikan tagline tetap terlihat jelas apabila logo tersebut dimuat dalam ukuran kecil pada pengaplikasiannya. Ukuran ikon burung Garuda juga diperbesar mengikuti komposisi kata “Wonderful Indonesia” atau “Pesona Indonesia”.
Perubahan ukuran kata “Wonderful/Pesona” secara otomatis menggeser ikon burung Garuda ke sebelahan kanan sehingga kini ikon tersebut berada di luar kata “Wonderful Indonesia”.
Logo baru “Wonderful Indonesia” Kemenpar. Untuk mendownload logo wonderful / pesona Indonesia : Klik kanan gambar > Save As.
Kemudian sebagai harmonisasi, sayap burung Garuda berwarna hijau dan biru dibuat terkoneksi dengan huruf ‘a‘ dari kata “Indonesia”.
Selain itu, ada perbaikan minor pada pembentukkan sayap dan ekor ikon burung Garuda agar keseluruhan logo termuat sempurna.
Lengkungan ekor garuda dapat diatur sesuai dengan efektifitas ruang. Perbaikan ini bersifat opsional mengikuti ketersediaan ruang pengaplikasian logo.
Ciri lain yang mudah dikenali pada pembaruan logo adalah terlihat pada huruf ‘e’ dimana bentuknya kini lebih jelas dan tegas. Pada logo lama huruf ‘e’ cenderung membulat seperti huruf ‘o’.
Panduan penggunaan logo juga diberlakukan pada pemasangan avatar sosial media yang biasanya menerapkan ruang lebih kecil.
Apabila sebelumnya ikon burung garuda harus ditampilkan utuh, kini pemotongan diperbolehkan dengan tujuan memperjelas inti dari ikon dengan syarat lima paduan warna burung garuda tetap terlihat.
Sementara itu, dalam pengaplikasian di ruang horizontal yang ekstrem, kata “Wonderful/Pesona” dan “Indonesia” disejajarkan secara horizontal diikuti ikon burung Garuda di belakangnya.
Dalam pengaturan tipografi, jenis font “Signika” tetap dipakai dengan ketentuan “Signika Semibold” untuk kata “Indonesia”, dan “Signika Light” untuk kata “Wonderful”.
Selain perubahan di atas, keluwesan gambar ikon burung garuda yang tanpa sudut tetap dijaga. Lima warna indah dengan masing-masing makna pada ikon tersebut juga dipertahankan.
Warna biru melambangkan kesemestaan, hijau sebagai kreatifitas dan ramah pada alam, jingga lambang inovasi dan semangat pembaruan, ungu simbol daya imajinasi dan keimanan, serta magenta merupakan simbol keseimbangan akal sehat dan sifat praktis.
Rentangan sayap Garuda pada logo ini memiliki makna hasrat kuat untuk terbang jauh sekaligus perlambang kedamaian.