Beranda blog Halaman 13

Didampingi Pastor, Ketua PSSI Toraja Utara Lepas Tim SSB BTJ Ke Kompetisi Danone 2018

0
Pelepasan Tim Skuad SSB BTJ
Pelepasan Tim Skuad SSB BTJ pada kualifikasi AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC) 2018 regional Sulawesi Selatan, Jumat (5/1/2017) siang.

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Tim Sekolah Sepakbola (SSB) Bintang Toraja Junior (BTJ) dilepas spesial menuju babak kualifikasi AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC) 2018 regional Sulawesi Selatan, akan digelar di Kabupaten Wajo, Sulsel, tanggal 6 sampai 7 Januari 2018.

Ketua Askab PSSI Toraja Utara Djuli Mambaya, hadir dan melapas langsung tim yang bermaterikan pemain U-12 ini.

“Membawa dan mewakili nama Toraja Utara di putaran regional Sulawesi Danone Nations Cup (DNC) 2018 ini, suatu kebanggan, dan satu pesan saya, Jangan lupa berdoa kepada Tuhan,” kata Djuli Mambaya, saat sambutan pelepasan di lapangan bakti Rantepao, Toraja Utara, Jumat (5/1/2017) pagi.

SSB BTJ akan tampil di tingkat regional ini setelah lolos pada babak kualifikasi tingkat kabupaten Toraja Utara.

“Saya yakin kalian bisa menang, dan bonus dari PSSI Toraja Utara sudah disiapkan,” ujar DJM nama tagline dari Djuli Mambaya.

Pada acara pelepasan tim yang di pimpin Manager Timotius, Djuli Mamabaya yang juga Kadis PU dan Tata Ruang Provinsi Papua ini, mengundang Pastor asal Papua, Pastor Jhon Bunay, untuk mendoakan pemain – pemain muda Toraja Utara ini.

Pastor Jhon Bunay, secara khusus mendoakan pemain SSB BTJ ini mendapat berkat dan perlindungan dari Tuhan selama bertanding di Kabupaten Wajo, SulSel.

“Bapa Pastor kebetulan ada di Toraja, saya undang beliau mendoakan agar tim SSB BTJ diberkati dan dilindungi Tuhan dan pulang kembali ke Toraja Utara dengan sehat dan tentunya preatasi yang membanggakan”, tambah DJM.

Keikutsertaan SSB BTJ untuk kedua kali lolos mewakili Toraja Utara pada Danone Nations Cup ini sejak berdiri 8 Agustus 2013 lalu.

SSB BTJ diperkuat pemain lokal U12 Toraja Utara yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Tim yang lolos dari babak kualifikasi ini berhak mewakili group regional Sulsel ke Jakarta.

AQUADNC merupakan kompetisi akbar sepak bola anak usia 10-12 tahun terbesar di dunia, bahkan sudah diakui sebagai Piala Dunia sepak bola untuk anak-anak oleh FIFA.

Dengan menjunjung empat nilai utama yakni keterbukaan, keikutsertaan, sportivitas, dan kegembiraan, diperkirakan sekitar 2,3 juta anak atau 20.000 tim dari 32 negara di dunia akan berpartisipasi dalam festival sepak bola anak-anak terbesar di dunia tahun ini, termasuk dari Indonesia.

Menginjak tahun ke-17 AQUADNC diselenggarakan di Indonesia, Danone AQUA menjangkau 33 provinsi di Indonesia yang berarti lebih banyak anak yang berkesempatan mewujudkan impian mereka untuk membela nama Indonesia termasuk anak dari Toraja Utara.

Ini Tim Sepakbola Junior yang Wakili Toraja di Kualifikasi AQUA Danone Nations Cup 2018

0
Tim Skuad SSB BTJ
Tim Skuad SSB BTJ pada kualifikasi AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC) 2018 regional Sulawesi Selatan.

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Babak kualifikasi AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC) 2018 regional Sulawesi Selatan, akan digelar di Kabupaten Wajo, Sulsel, tanggal 6 sampai 7 Januari 2018.

Sekolah Sepakbola (SSB) Bintang Toraja Junior (BTJ) kembali mewakili Toraja Utara di putaran regional Sulawesi Danone Nations Cup(DNC) 2018 ini.

“Peserta yang akan tampil di tingkat regional ini merupakan tim yang lolos pada babak kualifikasi tingkat kabupaten atau kota sebelumnya, intinya tim kami telah siap bertanding,” ujar Manager SSB BTJ, Timotius, Kamis (4/1/2017) malam.

Timotius juga menyebutkan keikutsertaan SSB BJT untuk kedua kali lolos mewakili Toraja Utara pada Danone Nations Cup ini sejak berdiri 8 Agustus 2013 lalu.

“Rencana Ketua Askab PSSI Toraja Utara, Pak Djuli Mambaya, yang akan melepas tim ini menuju babak kualifikasi,” ungkap Timotius.

SSB BTJ diperkuat pemain lokal U12 Toraja Utara yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Pelepasan tim oleh DJM ini akan dilakukan di GOR Rantepao, Jumat (5/1/2018) pagi.

Tim yang lolos dari babak kualifikasi ini berhak mewakili group regional Sulsel ke Jakarta.

AQUADNC merupakan festival akbar sepak bola anak usia 10-12 tahun terbesar di dunia, bahkan sudah diakui sebagai Piala Dunia sepak bola untuk anak-anak oleh FIFA.

Dengan menjunjung empat nilai utama yakni keterbukaan, keikutsertaan, sportivitas, dan kegembiraan, diperkirakan sekitar 2,3 juta anak atau 20.000 tim dari 32 negara di dunia akan berpartisipasi dalam festival sepak bola anak-anak terbesar di dunia tahun ini, termasuk dari Indonesia.

Menginjak tahun ke-17 AQUADNC diselenggarakan di Indonesia, Danone AQUA menjangkau 33 provinsi di Indonesia yang berarti lebih banyak anak yang berkesempatan mewujudkan impian mereka untuk membela nama Indonesia termasuk anak dari Toraja Utara.

“Mohon dukungan dan doa restunya”, tambah Timotius.

 

Sukses di 2017, Tahun Ini Toraja Film Festival Kembali Dihelat. Catat Agendanya!

1
Logo Toraja Film Festival

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Para sineas muda Toraja yang sukses menghelat Toraja Film Festival (TFF) pertama tahun 2017 kemarin, kembali menggelar event yang sama dengan lebih eksotis dan menarik.

“Festival film pendek lahir dan tumbuh mulai tumbuh di Toraja, dengan semangat dari teman-teman komunitas film, festival film merupakan ajang para pembuat film untuk memperlihatkan filmnya ke publik, serta bertemu dengan penonton secara langsung,” kata Presiden TFF, Belo Tarran, dalam jumpa persnya, di Warkop Sandana Rantepao, Toraja Utara Sabtu (4/1/2017) sore.

Menurut Belo Tarran, ada yang bertahan, ada juga yang tumbang, sejak kebangkitan film Indonesia paska Orde Baru, yang juga ditandai dengan munculnya festival film pendek, seperti Festival Film dan Video Independen Indonesia yang kemudian berganti nama menjadi Festival Film Pendek Konfiden, festival-festival film pendek lain juga bermunculan, baik di ranah sekolah, kampus maupun umum.

“Festival film penting untuk pembuat film, banyak sekali pembuat film di seluruh dunia memulai karirnya di ajang festival film, dan banyak pembuat film di Indonesia pun juga memulai karir di ajang-ajang seperti ini,” lanjut Belo.

Toraja Film Festival bahkan disebut-sebut sebagai salah satu festival film yang berbeda, asyik dan pertama di Indonesia Timur. Tahun kemarin, ratusan film diterima panitia dari seluruh penjuru Nusantara bahkan hingga mancanegara. Adpaun peserta yang menjadi nomine diundang dan difasilitasi ke Toraja untuk menghadiri malam penganugerahan dan menikmati pesona wisata Toraja.

“Festival film tidak hanya baik untuk etalase mempertontonkan film yang kalian buat ke publik, tetapi juga membangun jejaring dengan pembuat film lain dan pekerja film lainnya. Festival film memberi kesempatan untuk dilihat dan didengar,” ungkap Sineas muda Toraja ini.

***

Bertemakan “Cultural Respect“, TFF 2018 hadir dengan empat kegiatan kompetisi, diantaranya :

  1. Kompetisi Film Pendek
  2. Kompetisi Video Tantangan 1 menit
  3. Kompetisi Video Profil Pariwisata Nusantara
  4. Kompetisi Fotografi

Kompetisi film pendek TFF 2018 tetap mengikuti format tahun sebelumnya dengan dua kategori peserta, yaitu umum dan khusus serta dua kategori film, yaitu film fiksi dan film dokumenter.

Yang berbeda tahun ini, untuk pertama kalinya di Indonesia, Toraja Film Festival hadir menjadi wadah apresiasi untuk video profil pariwisata Nuasantara dengan target peserta pemerintah Provinsi atau Kabupaten yang memiliki video promosi pariwisata.

Adapaun batas akhir pengiriman karya diterima panitia hingga tanggal 10 Juli 2018.

Berikut garis besar agenda TFF 2018 sebagai berikut :

Kelas Film : September 2017 s/d April 2018
Roadshow : Mei s/d Juli 2018
Toraja Film Camp : Januari/Februari 2018
Pembukaan, Screening & Eksebisi : 24- 25 Agustus 2018
Workshop : 27-28 Agustus 2018
Seminar : 29 Agustus 2018
Malam Anugerah & Penutupan : 31 Agustus 2018

 

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat membuka website official FF di www.torajafilmfestival.com atau email ; torajafilmfestival@gmail.com.

Polres dan Kodim 1414 Tana Toraja Sukses Amankan Malam Tahun Baru 2018 Pada Dua Kabupaten di Toraja

0
Suasana malam pergantian tahun di Rantepao Toraja Utara
Suasana malam pergantian tahun di Rantepao Toraja Utara, Senin (1/1/2018).

INFOTORAJA.COM, MAKALE – Malam tahun baru berjalan dengan kodisi aman dan tertib di Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Senin (1/1/2018) kemarin.

Suasana aman ini berkat kesigapan dan kesiapsiagaan dari ratusan personel Kepolisian Resort (Polres) Tana Toraja.

“Secara umum kondisi Kamtibmas di Toraja saat malam tahun baru dalam situasi aman dan kondusif,” ujar Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto P. Sirait, kepada InfoToraja.Com, Rabu (3/1/2017) malam.

Meski puluhan ribu masyatakat turun ke beberapa titik perayaan pergantian tahun, personel Polres Tana Toraja melakukan pengaman secara persuasif terhadap krumunan massa ini.

Pusat malam tahun baru untuk Tana Toraja berlangsung di Taman Rakyat Makale, dengan pesta “Barattung” atau mirip letusan meriam yang barasal dari bambu.

“Terima kasih atas bantuan dari personel Kodim 1414 Tana Toraja yang juga ikut membantu kami bersama – sama menjaga suasana tahun baru ini,” ungkap AKBP Julianto Sirait.

Sementara pusat ibu kota Toraja Utara, Rantepao, dipenuhi puluhan ribu manusia saat menyambut tahun baru, Senin (1/1/2018) pukul 00:00 Wita.

Pantauan InfoToraja.Com, malam pergantian tahun ini disemarakkan dengan penuhnya langit Rantepao dan Makale dengan warna warni dari kembang api yang diletuskan masyarakat.

“Tahun ini komunitas kami memilih Toraja sebagai tempat melepas tahun 2017 dan menyambut tahun 2018 dan luar biasa keramaian di Toraja ini,” kata Wisatawan dari Pekanbaru, Fadli, disela pesta tahun baru.

Wisatawan pun tak ingin melepaskan moment gemerlapnya langit dan ramainya manusia di bundaran kandean dulang Rantepao, dengan melakukan selfie atau live melalui media sosial mereka.

Wisatawan asik mengabadikan momen malam pergantian tahun di Rantepao, Toraja Utara.
Wisatawan asik mengabadikan momen malam pergantian tahun di Rantepao, Toraja Utara.

Bukan hanya warna warni di langit, suara bising dari motor yang pawai dengan menggunakam knalpot racing pun terdengar menggaung setelah waktu menunjukkan pukul 00:00 Wita.

Saling memberi ucapan selamat tahun baru dan berpelukan juga nampak dilakukan masyarakat yang berkumpul dipusat kota Rantepao ini sebagai tanda ungkapan syukur mereka.

Bukan hanya pengunjung di bundaran bersejarah ini yang merayakan tahun baru ini, personel Polri yang bertugas menjaga keamanan juga saling memberi ucapan, bahkan tetesan air mata nampak diwajah para aparat kepolisian ini yang tak dapat bersama keluarga mereka menyambut tahun baru karena tugas.

Pengamanan ini juga melibatkan satuan Brimob, Water Cannon dan K9 diterjunkan Polda Sulawesi Selatan mem back up Polres Tana Toraja mengamankan kegiatan ini.

Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan Tana Toraja dan Toraja Utara juga disiagakan di posko induk pengamanan malam pergantian tahun ini.

Kak Dedi Pimpin 17 Club Futsal di Toraja Utara

0
Muscab AFK Toraja Utara di Hotel Madarana Toraja Utara
Muscab AFK Toraja Utara di Hotel Madarana Toraja Utara, Jumat (20/12/2017) lalu.

INFOTORAJA.COM, TALLUNGLIPU – Frederik Victor Palimbong atau disapa Kak Dedi, terpilih secara aklamasi melalui Muscab Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Toraja Utara untuk periode 2017-2021, di Hotel Madarana, Kecamatan Tallunglipu, Toraja Utara, Jumat (30/12/2017) lalu.

Muncab ini dihadiri langsung Asosiasi Futsal Provinsi Sulawesi Selatan Herianto dan Ketua KONI Toraja Utara Paulus Kondorura.

“Puji Tuhan, saya dipercaya menjadi ketua olahraga Futsal di Toraja Utara hingga 2021 mendatang, dan mari sama-sama kita majukan olahraga ini,” ujar Frederik Victor Palimbong, kepada InfoToraja.Com, Rabu (3/1/2018) malam.

Ketua DPD II Partai Golkar Toraja Utara ini berharap, AFK Toraja Utara bisa berjaya kedepannya dan mampuh menorehkan prestasi di berbagai event, Kak Dedi tidak mau terlalu muluk untuk memajukan olahraga ini, karena menurutnya, pencapaian prestasi itu butuh proses.

“Makanya kami sengaja mengambil moto organisasi AFK ini ke depan adalah ‘prestasi itu sebuah proses’. Sekarang di Toraja Utara ada 17 klub futsal, ini adalah potensi ukir prestasi,” ungkap Dedi Palimbong.

Sementara Sekertaris KONI Toraja Utara Brikken Linde Bonting, menambahkan dengan adanya kepengurusan AFK Toraja Utara, akan menambah kekuatan olahraga Toraja Utara untuk dapat tampil berprestasi dilevel regional maupun nasional.

“Pak Dedi Palimbong dikenal dan punya hobi futsal dan beliau pasti paham bagaimana dan apa yang harus dilakukan dengan futsal, saya yakin beliau bisa membuat pondasi dasar olahraga yang digandrumi kalangan anak muda,” kata Brikken Linde Bonting, yang juga Ketua KNPI Toraja Utara.

 

 

Truk Pengangkut Galon Air Mineral Terbalik di Tana Toraja

0
Truk yang terbalik di poros Makale - Rantepao
Truk yang terbalik di poros Makale - Rantepao, Tana Toraja, Rabu (3/1/2018) siang.

INFOTORAJA.COM, MAKALE UTARA – Satu unit truk terbalik di Jl. Poros Makale – Rantepao, Kia’tang, Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja, Rabu (3/1/2018) siang.

Kendaraan enam roda ini memuat galon dan botol air mineral dari arah Rantepao.

Belum diketahui secara pasti penyebab terbaliknya truk ini.

“Jalan licin dan menurun, kami baru perhatikan saat truk telah posisi terbalik,” ujar warga yang ada disekita lokasi kejadian, Papa Agus.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian kecalakaan tunggal lalulintas ini.

Saat ini cuaca di Toraja hujan dengan intensitas sedang dan kondisi jalan licin.

Pengendara diminta untuk berhati-hati dan tetap waspada.

BRI Beri Bantuan Senilai 310 Juta Untuk Objek Wisata Ke’te’ Kesu

1
Suasana Ke'te Kesu setelah mendapatkan bantuan dari BRI
Suasana Ke'te Kesu setelah mendapatkan bantuan dari BRI

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui kantor cabangnya di Rantepao, Toraja Utara, memberikan bantuan bagi peningkatan pariwisata di Toraja, khususnya di kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

“Oleh Pimpinan pusat, menunjuk objek wisata Ke’te Kesu sebagai Teras BRI Nusantara,” ujar Kepala Cabang BRI Rantepao, Andarias Pagayang, dalam rilis persnya, Rabu (27/12/2017) siang.

Objek wisata Ke’te Kesu sebagai Teras BRI Nusantara diberikan bantuan senilai Rp. 310 Juta, yang telah diberikan secara simbolis mewakili BRI yaitu Wakil Pemimpin wilayah BRI Makassar Darwaji diserahkan kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan diteruskan kepada Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan, disaksikan Pemimpin cabang BRI Rantepao Andarias Pagayang pada perayaan Natal Oikumene Lovely December in Toraja, Rabu (27/12/2017) lalu.

“Destinasi wisata ini merupakan salah satu destinasi pariwisata masyarakat Indonesia karena keindahan pemandangan dan rumah adat Toraja atau disebut Tongkonan yang terjaga keasriannya,” ungkap Andarias Pagayang.

Penunjuk arah menuju objek wisata andalan Toraja Utara ini dibuatkan oleh BRI, serta pembuatan gapura bate’, nama kios dan parkiran yang dirapikan pada objek wisata ini.

Selain itu, bank milik Pemerintah ini juga membantu semua para pedagang souvenir yang ada di Ke’te Kesu dengan peralatan dan mereka juga diberikan pendidikan dan pelatihan utk mendorong partisipasi masyarakat mengelola potensi menuju kemandirian yang dilakukan berdasarkan pengembangan potensi daerah utk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat selain itu juga diharapkan dapat menumbuhkan embrio bisnis bagi Bank BRI dengan menciptakan calon-calon nasabahnya yang potensial.

Sementara bantuan ini disambut gembira oleh Pemerintah Kabupaten Toraja Utara dan Ketua Yayasan Ke’te Kesu Layuk Sarungallo dimana berkat bantuan BRI, Ke’te Kesu menjadi lebih rapi dan lebih indah.

“Karena berkat kerjasama dari berbagai pihak dan salah satunya adalah BRI, Ke’te Kesu akan menjadi semakin siap menjadi destinasi pariwisata pilihan bagi masyarakat nusantara maupun mancanegara,” kata Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan.

Destinasi wisata Ke’te Kesu ini juga merupakan objek wisata terbaik kedua di Indonesia sebagai Kampung Tradisional tahun 2017 oleh Kementrian Pariwisata RI.

“BRI telah membuktikan komitmennya khususnya dalam membangun pariwisata Toraja atas nama Pemkab dan masyarakat Toraja Utara, saya sampaikan terima kasih dan BRI akan berkembang makin maju di Toraja”, tambah Kalatiku Paembonan.

TOMATE, Film Horor Pertama Toraja Tayang di Bioskop September Tahun Ini

0
Proses pengambilan gambar film Tomate yang akan tayang pada September 2018.
Proses pengambilan gambar film Tomate yang akan tayang pada September 2018.

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Kabar bahagia menyambut masyarakat Toraja di awal tahun 2018, salah satu film layar lebar yang pengambilan gambarnya dilakukan di Toraja akan tayang pada tahun ini.

Film bergenre horor karya sutradara Ekadi Katili dijadwalkan tayang di bioskop pada September, 2018.

“Film ini akan hadir di bioskop di seluruh Indonesia dan siap tayang di bulan September 2018”. ungkap Ekadi Katili.

Film TOMATE : Walking Dead’ mengangkat tentang budaya luhur Toraja yang sangat menghormati orang tua bahkan saat mereka telah tiada. Selain mempromosikan Toraja dari segi budaya dan wisata, film ini juga ingin menyampaikan pesan moral terkait maraknya pencurian benda-benda pusaka Toraja.

Putri pariwisata Toraja, Deby Astuti sebagai pemeran pendamping utama dalam film Tomate yang memerankan karakter Limbong Bulan.
Putri pariwisata Toraja, Deby Astuti sebagai pemeran pendamping utama dalam film Tomate yang memerankan karakter Limbong Bulan.

Pengambilan gambar yang hampir sepenuhnya dilakukan di Toraja sudah selesai pada desember kemarin dan saat ini sudah masuk dalam tahap editing.

Belo Tarran mendampingi Sutradara film Tomate, Ekadi Katili saat proses syuting.

Dalam beberapa kesempatan tim InfoToraja.com mendampingi proses pembuatan film ini, kami melihat bahwa film ini mendapat dukungan dan perhatian yang serius dari pemerintah, sineas serta seniman lokal Toraja. Selain itu, para pemeran di film ini juga didominasi oleh putra-putri Toraja.

Tentunya ini menjadi modal tambahan untuk membangkitkan Toraja menuju industri film nasional seiring dengan langkah awal yang telah digagas Toraja Film Festival (TFF) pertengahan tahun kemarin.

“Selaku pelaku film dan pemerhati Film Toraja, saya mengajak dan menghimbau kepada seluruh masyarakar Toraja baik yang ada di Toraja maupun yang ada di perantauan untuk mendukung sepenuhnya film ini dengan cara cukup datang menonton dibioskop terdekat di kota anda.” ajak Presiden Toraja Film Festival Belo Tarran melalui dinding facebooknya.

Frans Pongsamma' (topi putih), seniman Toraja yang ikut berperan dan menampingi tim film Tomate selama syuting di Toraja.
Frans Pongsamma’ (topi putih), seniman Toraja yang ikut berperan dan menampingi tim film Tomate selama syuting di Toraja.

Mari doakan, semoga proses final editing film ini berjalan dengan lancar hingga dapat tayang sesuai jadwal. Seiring dengan harapan kita bersama, semoga film ini bisa semakin menggaungkan nama Toraja sehingga ‘tana matari’ allo’ tondok lepongan bulan’ ini semakin diperhitungkan di dunia perfilman.

Ini Tingkat Kinerja Polres Tana Toraja di Tahun 2017

0
Jumpa pers Polres Tana Toraja
Jumpa pers Polres Tana Toraja

INFOTORAJA.COM, MAKALE – Kinerja Kepolisian Resort (Polres) Tana Toraja dipublikasikan ke publik, di Markas Polres Tana Toraja, Jl. Bayangkara, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Minggu (31/12/2017) siang

Publikasi hasil kerja ini dilakukan dihadapan puluhan wartawan dalam bentuk jumpa pers.

“Publikasi ini dilakukan agar kepercayaan masyrakat ke Polri dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat di Kabupaten Tana Toraja, dan Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, tidak ada lagi macam-macam pikirannya,” Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto Sirait, saat Press Conference akhir tahun ini.

AKBP Julianto P. Sirait juga berjanji pada tahun 2018, masalah adu kerbau atau tedong silaga yang bukan ritual adat Toraja dan mendatangakan kerbau bukan milik atau untuk keluarga yang lakukan ritual adat akan ditindak secara keras.

“Kalau ada adu kerbau dan prosesi ritualnya masih lama segerah lapor, saya sudah lihat di medsos, luar biasa taruhannya,” ungkap AKBP Julianto Sirait.

Kapolres yang baru menjabat satu bulan ini mengakui selaian adu kerbau, tindakan illegal loging akan menjadi perhatian khusus, serta narkoba.

Adu kerbau dalam adat Toraja dilakukan saat prosesi acara pemakaman atau rambu solo’, dimana kerbau yang diadu adalah milik atau untuk keluarga yang berduka.

“Narkoba dan adu kerbau sama saja” tambah Julianto.

Perwira dari Mabes Polri ini akan segerah mengumpulkan para tokoh adat, masyarakat, dan dua Pemkab di Toraja untuk mensosialisasikan tentang hal ini.

Dalam jumpa pers akhir tahun ini pula disampaikan capaian kinerja Polres Tana Toraja selama tahun 2017, dimana lapor sejumlah 630 kasus dan selesai sejumlah 291 kasus (46%) atau turun 20% dibandingkan tahun 2016.

Resiko penduduk di Toraja yang menjadi korban kejahatan tiap 200.000 penduduk sejumlah 107 orang atau turun 28 orang dibanding tahun 2016.

Sementara untuk tujuh kasus prioritas pimpinan Polri, laporannya sejumlah 46 kasus dan selesai 24 kasus atau turun 20% dibandingkan tahun lalum

Untuk 10 besar kriminal yang menonjol di wilayah hukum Polres Tana Toraja yakni dilaporkan 546 kasus dan selesai 230 kasus atau turun 8% dari tahun sebelumnya.

Berikut capaian kinerja korps Bayangkara untuk prioritas Pimpinan Polri di Toraja :

1. Kasus Anirat : lapor dan selesai nihil (turun 100% dibandingkan tahun 2016).

2. Kasus pembunuhan : lapor 2 kasus, selesai 3kasus (imbang dibandingkan tahun 2016).

3. Kasus curat : lapor 7 kasus, selesai nihil kasus (naik 30% dibandingkan tahun 2016).

4. Kasus Curas : lapor 1 kasus, dan selesai 1 kasus (turun 50% dibandingkan tahun 2016).

5 Kasus Curanmor : lapor 27 kasus, dan selesai 4 kasus (turun 3% dibandingkan tahun 2016).

6. Kasus Curwan : lapor 1 kasus, dan selesai nihil (turun 50% dibandingkan tahun 2016).

7. Kasus Narkoba: lapor 8 kasus, dan selesai 14 kasus (turun 33% dibandingkan tahun 2016).

Berikut capaian kinerja korps Bayangkara untuk 10 kriminal terbanyak :

1. Kasus Penganiayaan : lapor 178 kasus, dan selesai 120 kasus (Naik 0,5% dibandingkan tahun 2016).

2. Kasus Pencurian biasa : lapor 128 kasus, dan selesai 35 kasus (Naik 24% dibandingkan tahun 2016).

3. Kasus Penipuan : lapor 53 kasus, dan selesai 21 kasus (Turun 22% dibandingkan tahun 2016).

4. Kasus Pengancaman : lapor 42 kasus, dan selesai 14 kasus (Turun 38% dibandingkan tahun 2016).

5. Kasus Pengrusakan : lapor 55 kasus, dan selesai 22 kasus (Naik 2% dibandingkan tahun 2016).

6. Kasus Penyerobotan tanah : lapor 9 kasus, dan selesai 2 kasus (Turun 72% dibandingkan tahun 2016).

7. Kasus Curanmor R2 : lapor 27 kasus, dan selesai 6 kasus (Naik 1,2% dibandingkan tahun 2016).

8. Kasus Penggelapan : lapor 27 kasus, dan selesai 7 kasus (Naik 23% dibandingkan tahun 2016).

9. Kasus Pengeroyokan : lapor 26 kasus, dan selesai 22 kasus (Turun 24% dibandingkan tahun 2016).

10. Kasus Penghinaan : lapor 24 kasus, dan selesai 6 kasus (Turun 33% dibandingkan tahun 2016).

Ini 9 Foto Terfavorit di Instagram InfoToraja Selama Tahun 2017

0

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Sampai artikel ini kami rilis, ada 418 foto yang telah kami publikasikan melalui akun instagram @InfoToraja selama tahun 2017.

Akun instagram InfoToraja saat ini memiliki sekitar 27 ribu pengikut yang dibangun dari nol secara alami.

Ada beberapa teknik untuk meningkatkan follower di Instagram dan kami memilih cara alami dengan mengandalkan konten-konten kreasi yang viral di warganet. Bukan dengan teknik follow massal kemudian melakukan unfollow massal.

Maka dari itu kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi semua teman-teman yang setia menjadi pengikut InfoToraja dan berbagi foto serta informasi ke kami.

Dari ratusan foto, ada 9 foto terbaik yang mendapat like terbanyak, yaitu :

9. Foto Berita Info Toraja : Kisah Inspirasi Siswa Pramuka Memanjat Tiang Bendera. (Sumber : Herianto Parrangan)

Salut buat kader pramuka yang satu ini! Awalnya pengibaran bendera ulang tahun ke-72 kemerdekaan Indonesia di kecamatan Buntu Pepasan, Toraja Utara sempat ditunda sekitar 20 menit. Penyebabnya karena tali tiang bendera tersangkut dan tiang sudah tertancap ke tanah. “Tiang bendera yang baru di tancapakan sangat berat, diameter skitar 30cm dan tinggi dari tanah 17 meter. Jadi tidak mungkin tiang bendera itu di turunkan,” ucap Herianto Parrangan, pembina pramuka di SMP Negeri 2 Buntu Pepasan. Beruntung, ada Fery Siswa SMA Negeri 1 Buntu Pepasan yang tak lain adalah kader pramuka di Ranting Buntu pepasan yang berani memanjat tiang bendera setinggi 17 meter tanpa alat bantu atau perangkat safety. Alhasil pengibaaran bendera di Kec. Buntu Pepasan yang berlokasi di SMA Negeri 1 Buntu Pepasan bisa dilanjutkan dan terlaksana dengan Baik. Upacara dipimpin langsung Camat Buntu Pepasan, Bapak Ruben To’allo. “Jadi kami sangat berterimah kasih dan sangat bangga terhadap kemampuannya,” tambah Herianto. Sumber : Herianto Parrangan (Guru/Pembina Pramuka di SMP Negeri 2 Buntu Pepasan) . . #toraja #infotoraja #pengibaranbendera #dirgahayu72indonesia #merdeka #pramuka #salampramuka

A post shared by Toraja Totemo (@infotoraja) on

 

 

8. Foto Slide Parade Kerbau Lovely December 2017 (FG: Grace Palamba’)

 

 

7. Foto @leryalfriany di Objek Wisata Lo’ko’ Mata

 

 

6. Foto Ucapan Selamat untuk Sharon Idol Junior

 

 

5. Persiapan Pembukaan Lovely December 2017 (Admin)

 

4. Foto Berita Info Toraja : Gadis Toraja Juara Duta Museum Sulawesi Selatan 2017

 

3. Foto Rekor MURI Pohon Natal Tertinggi dari Rangkaian Bambu di Toraja Utara (Admin)

 

 

2. Foto Renovasi Kandean Dulang, Pusat Kota Rantepao (Admin)

 

1. Foto Drone Pohon Natal Tertinggi dari Rangkaian Bambu (FG : Habib Panggalo)