Beranda blog Halaman 23

GMKI Toraja Ikut Bahas Isu Perempuan di Maluku

0
Dua srikandi GMKI Toraja
Dua srikandi GMKI Toraja yang akan mengikuti Konsutasi Perempuan di Tobelo, Kab. Halmaera Utara, Maluku.

INFOTORAJA, RANTEPAO – Badan pengurus cabang (BPC) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesi (GMKI) Toraja ikut serta dalam konsultasi perempuan nasional yang diselenggarakan oleh PP GMKI di Tobelo, Halmaera Utara, Maluku.

“Kepedulian akan isu-isu perempuan yang marak saat ini,  dimana perempuan kebanyakan tidak diperhitungkan, dan bahkan kerap kali menjadi korban kekerasan, fokus bagi kami GMKI saat ini,” ujar ketua GMKI Toraja Restu Tangaka, dalam rilis persnya, Rabu (29/11/2017) malam.

Dua perempuan anggota BPC GMKI Toraja diutus dalam kegiatan ini

“Persoalan perempuan dimana saat ini marak terjadi kekerasan terhadap perempuan, tercatat ada 259.159 kasus yang terjadi,” ungkap Restu Tangka

Restu menambahkan, terkait isu kekerasan terhadap perempuan, GMKI siap menyerukan keadilan terhadap perempuan dan menolak segala bentuk kekerasan apapun terhadap perempuan baik skala Nasioal maupun lokal.

BPC GMKI TORAJA juga berharap, kiranya melalui keberangkatan dua skrikandi ini menjadi inspirasi bagi kader-kader GMKI Toraja.

“BPC GMKI Toraja mengharapkan dapat mendorong dan menambah potensi kader serta mampu menginspirasi perempuan GMKI Cabang Toraja”, tambah Mantan Ketua BEM STAKN Toraja ini.

 

Penulis : Admadi Balloara Dase.
Editor   : Yultin Rante.

 

Jelang Akhir Tahun, Kejari Tana Toraja Raih Prestasi Gemilang se-SULSELBAR

0
Kantor Kejari Tana Toraja di Jl. Pongtiku, Kecamatan Makale, Tana Toraja.

INFOTORAJA.COM, MAKALE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tana Toraja menutup akhir tahun ini dengan sebuah prestasi yang membanggakan.

Oleh Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, memberikan status terbaik kedua kepada Kejari Tana Toraja dari seluruh Kejari dan Kecabjari yang ada di Sulsel dan SulBar.

“Puji Tuhan, tahun ini kami meraih peringkat kedua terbaik dari Kejati SulSelBar, dan ini menjadi kado manis di akhir tahun 2017,” kata Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Ringgi Sarungallo, kepada InfoToraja.Com, di ruang kerjanya, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Rabu (29/11/2017) siang.

Pada penilaian ini, terbaik pertama diraih Kejari Soppeng, disusul Kejari Tana Toraja, dan terbaik ketiga oleh Kejari Mamuju Utara, serta Kejari Selayar.

Saat ini Kejari Tana Toraja dipimpin Jaka Suparna, dan telah bertugas selama empat tahun.

Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja Jaka Suparna

“Kategori penilaian di bidang pidana umum, pidana khusus, intel ,perdata dan tata usaha negara, administrasi dan keuangan,” ungkap Ringgi Sarungallo.

Sementara Kepala Seksi Intelejen Kejari Tana Toraja, Amri Kurniawan, juga menyampaikan rasa syukurnya dan terima kasih atas prestasi gemilang ini.

“Ini juga tak lepas dari peran serta para Jurnalis, dalam memberitakan hasil kerja dari Kejari Tana Toraja,” kata Amri Kurniawan.

Program Jaksa Sangmaneta, TP4D, Jaksa masuk sekolah dan layanan media sosial lainnya sehingga masyarakat dapat langsung berinteraksi dengan Kejari Tana Toraja, menjadi program andalan dari Kejari Tana Toraja.

 

Standar Pelayanan Publik Jadi “Harga Mati” Bagi Pegawai Pemkab Toraja Utara

0
Hajja A. Mirna
Perwakilan dari kantor kelembagaan Sulawesi Selatan, Hajja A. Mirna, S.H. saat mengisi materi sosialisasi pelayanan publik di ruang Pola Kantor Bupati Toraja Utara, Rabu (29/11/2017). (Foto : Diskominfo Toraja Utara / Amos Rapang)

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toraja Utara akan menjadikan standar pelayanan publik bagi aparatur sipil negara (ASN) dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Demi meningkatkan kualitas pelayanan publik ini, Bagian Organisasi Setda Toraja Utara mengadakan Sosialisasi Standar Pelayanan Publik bagi para ASN di ruang pola, lantai dua kantor Bupati Toraja Utara, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Rabu (29/11/2017) siang.

“Ini dilakukan sebagai upaya pencegahan maladministrasi serta mendukung pelaksanaan birokrasi demokarasi,” ujar Plt. Sekda Toraja Utara, Rede Roni, dalam sambutannya saat membuka sosialisasi ini.

Rede Roni, menjelaskan sosialisasi dilakukan untuk memberi kepastian, meningkatkan kualitas dan kinerja pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta selaras dengan kemampuan penyelenggaraan, sehingga mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Rede Roni
Plt. Sekda Kab. Toraja Utara, Rede Roni Bare membuka kegiatan sosialisasi pelayanan publik, di ruang pola kantor bupati Toraja Utara. (Foto : Diskominfo Torut/Amos Rapang)

Sementara sasaran utama dari Pelayanan publik ini adalah para penyelenggara pelayanan publik, dimana mereka di tuntun untuk mampu menyusun,menetapkan, dan menerapkan standar pelayanan publik dengan baik, serta konsisten.

“Sosialisasi seperti ini, sangat penting bagi aparat pemerintah, terlebih khusus Pemkab Toraja Utara, dan Sebagai ASN, kita semua merupakan pelayan, pengabdi bagi masyarakat, yang di tuntut untuk bisa berinovasi, memiliki kreativitas, efektif, serta akuntabel”, tambah Asisten dua Setda Toraja Utara ini.

Hadir sebagai pemateri, yakni perwakilan dari kantor kelembagaan Sulawesi Selatan, Hajja A. Mirna, S.H. yang menyampaikan, dalam menyusun standar pelayanan publik (SPB) harus melibatkan stakekholder atau masyarakat.

“Yang lebih dahulu kita buat adalah Maklumat pelayanan, dimana di dalam maklumat itu tercantum standar pelayanan, pernyataan tertulis yang berisi keseluruhan rincian kewajiban dan janji yang terdapat dalam standar pelayanan,” ungkap Hajja A. Mirna

SPB ini merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap waga negara atas barang jasa da pelayanan administratif yang di sediakan oleh penyedia pelayanan.

 

Sumber : Diskominfo Toraja Utara (Swita Turalaki)
Editor    : Yultin Rante

Dua Kantor Cabang BPJS Kesehatan Undang Jurnalis di Toraja, Ada Apa?

0
Gathering BPJS Makale Palopo
Suasana media gatering BPJS Kesehatan cabang Makale dan Palopo, di Burake Hills, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Rabu(27/11/2017)pagi.

INFOTORAJA.COM, MAKALE – Badan Pengelolah Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kantor Cabang Palopo dan Makale, undang seluruh jurnalis se-Toraja dan Palopo, di Burake Hills, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Rabu (27/11/2017) pagi.

Undangan bagi awak media ini dalam rangka media gatering bersama BPJS Kesehatan.

“Kegiatan ini sebagai bentuk sarana untuk menjalin hubungan antara  BPJS Palopo dan Makale dengan media-media yang ada di wilayah kerja dua cabang ini,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makale, Hartono, kepada InfoToraja.Com, di sela kegiatan ini.

Hartono dalam kesempatan ini juga menjelaskan informasi tentang Program layanan JKN sekarang sudah lebih canggih di era teknologi informasi saat ini.

JKN kini punya aplikasi yang bisa di-download di Play Store dan App Store yang merupakan layanan informasi yang memudahkan peserta JKN untuk mendapatkan informasi terkait program dari JKN.

“Program ini merupakan Aplikasi layanan informasi kepada peserta, dan bahkan bisa menyampaikan keluhan akan pelayanan dari BPJS” Ungkap Hartono.

Dalam aplikasi ini juga peserta dapat mengubah data, sehingga memudahkan peserta dan tak perlu untuk datang ke kantor BPJS.

Aplikasi JKN Mobile tersedia di Play Store
Aplikasi JKN Mobile tersedia di Play Store Android dan App Store iOS

Selain ini, BPJS Kesehatan juga mempunyai program drop box atau jemput berkas di beberapa Kecamatan.

Khusus BPJS Cabang Makale melayani wilayah Kabupaten Tana Toraja, Toraja Utara, dan Enrekang.

 

Penulis : Admadi Balloara Dase
Editor : Yultin Rante

 

Ke’te Kesu Raih Penghargaan Kampung Adat Terpopuler Di API 2017

0
Ke'te' Kesu Terima Penghargaan Kampung Adat Terpopuler di Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017

INFOTORAJA.COM, JAKARTA – Objek wisata adat Ke’te’ Kesu berhasil meraih juara di kategori  Kampung Adat Terpopuler (Most Popular Traditional Village) pada gelaran Malam Penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017 yang berlangsung di Studio Metro TV, Jakarta Barat, Sabtu (25/ 2017) kemarin.

Kegiatan Anugerah Pesona Indonesia 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata RI bekerjasama dengan www.ayojalanjalan.com ini melibatkan partisipasi masyarakat Indonesia dan dunia untuk memilih nominator destinasi wisata terbaik yang ada di Indonesia dalam 15 kategori.

Wakil Bupati Toraja Utara Yosia Rinto Kadang, yang langsung menerima penghargaan bagi destinasi wisata unggulan di Toraja Utara.

“Penghargaan ini merupakan suatu kebanggaan bagi seluruh masyarakat Toraja Utara khususnya bagi pengelola Ke’te Kesu’ bersama pemerintah daerah yang dengan serius melakukan pembedahan, pengembangan dan promosi objek wisata adat yang kita miliki,” kata Yosia Rinto Kadang, dalam rilis pers Dinas Informasi dan Komunikasi Toraja Utara, Selasa (28/11/2017) malam.

Ketua Karang Taruna Toraja Utara ini juga menjelaskan, penghargaan ini menjadi tantangan dan motivasi kita bersama baik pemerintah maupun insan pariwisata di Toraja Utara dan juga masyarakat untuk lebih gencar mempromosikan destinasi wisata unggulan kita.

Wabup Toraja Utara Yosia Rinto Kadang, saat menerima penghargaan kampung Adat Terpopuler (Most Popular Traditional Village) pada gelaran Malam Penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017 yang berlangsung di Studio Metro TV, Jakarta Barat, Sabtu (25/ 2017) kemarin.

Pariwisata merupakan sektor primadona yang mendapat perhatian serius pemerintah daerah Toraja Utara, untuk terus dikembangkan dalam meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi daerah yang baru berusia sembilan tahun.

“Pemerintah Kabupaten Toraja Utara melihat pentingnya sektor pariwisata dalam menggerakkan ekonomi daerah dan juga ekonomi kerakyataan melalui usaha kecil dan menengah, Oleh karena itu kami bersama semua stakeholder terus berbenah dan berupaya seoptimal mungkin memajukan kepariwisataan di daerah kami dengan melibatkan partisipasi masyarakat,” tambah Ketua DPD Partai Nasdem Toraja Utara ini.

 

Belanja Langsung Dominasi Ranperda APBD Tana Toraja Tahun 2018

0
Bupati Tana Toraja, Nicodmeus Biringkanae
Bupati Tana Toraja, Nicodmeus Biringkanae. (Sumber : Sangmaneta.org)

INFOTORAJA.COM, MAKALE – Rancangan Peraturan Anggaran Pendatapan dan Belanja Daerah (Ranperda) APBD Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, masih dikuasai item belanja langsung.

Dari rilis Humas Pemkab Tana Toraja, Selasa (28/11/2017) malam, persentase perbandingan Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung sebesar 55,78% berbanding 44,22%.

Ranperda APBD ini telah diserahkan Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae, dalam agenda Rapat Paripurna DPRD  Tana Toraja,  yang diterima Ketua DPRD Kabupaten Tana Toraja Welem Sambolangi.

“Nota Keuangan yang diserahkan kepada Legislatif berisi rencana program dan anggaran yang disusun oleh pemerintah daerah yang tujuannya tidak lain adalah untuk mewujudkan Visi dan Misi Bupati yakni Menuju Tana Toraja yang Unggul dan Sejahtera melalui political will dengan slogan “Jangan Biarkan Rakyatku Bodoh, Jangan Biarkan Rakyatku Sakit, Jangan Biarkan Rakyatku Lapar” yang dilakukan dengan pendekatan Getaran Sukma Ilahi dan Sentuhan Peduli Sesama,” kata Nicodemus Biringkanae.

Total Belanja, kelompok Belanja Langsung mengalami penurunan belanja sebesar Rp. 46.306.801.095 atau 6,55% dibandingkan Belanja Langsung APBD Perubahan 2017.

“Hal ini dikarenakan penurunan dana Transfer DAU dan DAK yg merupakan kebjakan Pemerintah Pusat dimana alokasi DAU Tahun 2018 hanya naik untuk DAU Pemerintah Provinsi dengan mempertimbangkan pengalihan kewenangan dari Kabupaten/Kota kepada Provinsi,” ungkap Nicodemus.

Kelompok Belanja Tidak Langsung mengalami kenaikan belanja sebesar Rp. 13.901.058.534 atau 2,58% dibandingkan APBD Perubahan 2017.

“Kenaikan ini dipengaruhi peningkatan belanja pegawai berupa Tunjangan Kesejahteraan PNSD (Gaji ke-14), penyediaan anggaran Hak-hak Keuangan Anggota DPRD, Acress Gaji 2,5%, Alokasi Dana Lembang dan Penganggaran Dana Tunjangan Profesi Guru”, tambah mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM SulSel.

Selanjutnya Nota Keuangan tentang Ranperda APBD Kabupaten Tana Toraja Tahun 2018 ini akan dibahas dan akan ditetapkan satu bulan sebelum TA 2018.

Adapun Ringkasan RAPBD Kabupayen Tana Toraja Tahun Anggaran 2018 sebagai berikut:

  1. Pendapatan sebesar Rp. 1.160.000.000.000 atau mengalami kenaikan sebesar Rp. 41.144.185.121 atau 3,55% dibandingkan APBD Perubahan 2017 sebesar Rp. 1.118.855.814.879.

 

  1. Belanja sebesar Rp. 1.184.000.000.000 atau mengalami penurunan sebesar Rp. 60.2017.859.629 atau 4,84% dibandingkan APBD Perubahan 2017 sebesar Rp. 1.244.207.859.629.

 

  1. Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp. 30.000.000.000 atau mengalami kekurangan sebesar Rp. 98.838.740.750 atau 76,72% dibandingkan APBD Perubahan 2017 sebesar Rp. 128.838.740.750.

 

  1. Pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 5.000.000.000 atau mengalami kekurangan sebesar Rp. 1.713.304.000 atau 34,27% dibandingkan APBD Perubahan 2017 sebesar Rp. 3.286.696.000.

 

UKI Jakarta Selenggarakan Pelatihan Public Speaking di Toraja Utara

0
Singgih Sasongko
Singgih Sasongko, pemateri Workshop Public Speaking yang dilaksanakan di ruang pola kantor bupati Toraja Utara.

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Senin (27/11/2017) pagi, bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Workshop Public Speaking yang dilaksanakan di ruang pola kantor bupati Toraja Utara.

Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara bekerjasama dengan UKI Jakarta, melaksanakan kegiatan training singkat public speaking agar seluruh jajaran pemerintahan yang ada di Kab. Toraja Utara dan pelajar di lingkup Toraja Utara bisa lebih luas pengetahuannya tentang public speaking, serta mengajak kepada semua yang hadir agar berani untuk tampil berbicara di depan umum.

Workshop public speaking ini merupakan salah satu dari program penelitian dan pengabdian yang dilaksanakan oleh UKI Jakarta. Selain pelatihan, program studi ilmu komunikasi-FISIPOL UKI Jakarta mengadakan penelitian selama 7 hari di Kab. Toraja Utara, sejak tanggal 23 sampai 29 November 2017.

Dalam kegiatan ini turut hadir, Plt. Sekda Kab. Toraja Utara, Asisten III, Kepala OPD lingkup Toraja Utara/perwakilan, Camat lingkup Toraja Utara, para pejabat daerah, Ketua ilmu Komunikasi dari UKI Jakarta & rombongan, serta pelajar SMA yang ada di Toraja Utara.

Dalam sambutannya saat membuka workshop public speaking, bupati Toraja Utara menyampaikan betapa pentingnya kegiatan ini.

“Kegiatan ini adalah kesempatan bagi kita untuk menata dan mempersiapkan diri bagaimana berbicara di depan umum, serta melatih cara kita berbicara. Sebagai pejabat, diharapkan untuk selalu berbicara mengenai Kab. Toraja Utara dengan benar, artinya cara kita berbicara atau menyampaikannya sangat perlu untuk diperhatikan. Hidup tidak bisa tanpa berbicara. Berbicara adalah tampilan apa yang ada di dalam hati kita. Hari ini kita akan mempelajari serta mempraktekkan bagaimana cara kita berbicara yang baik dan benar di depan umum ”

“Dengan adanya pelatihan ini, saya berharap kepada seluruh yang hadir, bisa memahami serta mempraktekkan apa yang akan dipelajari, supaya kedepannya, dengan ilmu public speaking yang kita dapat hari ini, bisa membawa dampak positif bagi kita semua terutama bagi Kab. Toraja Utara”. Tambah Kalatiku Paembonan

Senada dengan itu, Singgih Sasongko yang merupakan ketua ilmu komunikasi dari UKI Jakarta yang juga merupakan pelatih nasional public speaking di Indonesia, di sela-sela memberikan materi menegaskan bahwa public speaking bukanlah ceramah seperti yang dibayangkan oleh banyak orang.

“Public speaking bukanlah ceramah seperti yang dibayangkan oleh banyak orang. Artinya, kita harus aktif. Aktif dalam arti mau untuk berbicara di depan umum. Public Speaking diawali dengan kepercayaan diri yang besar. Public speaking adalah berbicara di depan umum dan itu sangat diperlukan, hanya dengan percaya diri, menguasai apa yang akan kita sampaikan itu merupakan modal utama dalam public speaking ”

“Jangan pernah mengatakan anda tidak bisa berbicara apalagi berbicara di depan umum. Karena public speaking bisa untuk semua, asalkan mau untuk belajar. Pembicara yang baik tidak terlahir begitu saja, tetapi lahir dari satu proses yang dinamakan belajar “. Jelas Singgih Sasongko

 

Sumber : Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Toraja Utara
Author : Swita Turalaki
Foto : Amos Rapang

2000 Honorer Daerah Toraja Utara Terancam di “PHK”

0
Rede Roni & Stevanus Manganta
Ketua DPRD Toraja Utara Stevanus Manganta (kanan), dan Plt. Sekda Toraja Utara (kiri) saat menandatangani nota kesepahaman KUA/PPAS di di kantor DPRD Toraja Utara, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Senin (27/11/2017) malam.

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Kebijakan Umum Anggaran (KUA), dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Toraja Utara tahun 2018 mengusulkan rasionalisasi pegawai honorer daerah.

Hal ini terungkap saat pembacaan hasil kesepakan KUA dan PPAS dalam sidang paripurna di kantor DPRD Toraja Utara, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Senin (27/11/2017) malam.

“Terhadap Rancangan  KUA, melalui pembahasan antara Badan Anggaran dengan TAPD atas rancangan yang telah diserahkan oleh Pemerintah Daerah yang selanjutnaya telah mendapatkan pencermatan dalam rapat pembahasan Badan Anggaran, maka Badan Anggaran  merekomendasikan salah satunya rasionalisasi pegawai honorer daerah,” kata Sekertaris Pembahasan KUA/PPAS, Samli, saat membacakan kesepakatan ini.

Rasionalisasi honorer daerah ini dalam rangka efisiensi oprasional dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Toraja Utara.

Selain rasuonalisasi honorer daerah, juga diusulkan adanya dana pinjaman daerah sebesar Rp. 100 Miliar dalam rancangan APBD Toraja Utara tahun 2018 mendatang.

Dalam sidang paripurna yang dihadir 21 Anggota DPRD Toraja Utara dari 35 Anggota, juga dilakukaan nota kesepakatan KUS/PPAS untuk anggaran tahun 2018 mendatang.

Sementara Plt. Sekeratris Daerah Toraja Utara, Rede Roni, mewakili Bupati Toraja Utara menyampaikan target pendapatan tahun 2018 sebesar Rp. 1, 111 Triyulun, dengan biaya belanja sebesar Rp. 1,110 Trilyun.

“Tahun 2018 mendatang APBD difokuskan di bidang akses ibu kota Kecamatan dan objek wisata, efisiensi dana Desa (DD), pembangunan kantor Bupati dan gabungan Dinas, serta efisiensi oprasional Organisasi Perangkat Daerah,” ujar Rede Roni.

Dalam PPAS tahun 2018, tertuang target pendapatan asli daerah (PAD) Toraja Utara senilai Rp. 57.151.280.000, turun dibandingkan tahun ini yang ditarget senilai Rp. 66 Miliar.

Dana perimbangan tahun 2018 sebesar Rp. 810.356.225.000, dan pendapatan lain – lain sebesar Rp. 244.438.836.0000.

Untuk tahun 2018 mendatang Pemkab Toraja Utara menentukan belanja langsung senilai Rp. 599.406.984.000, dan biaya tidak langsung sejumlah Rp. 511.039.362.000.

Kondisi keuangan Toraja Utara tahun ini dalam posisi devisit senilai Rp. 71 Miliar, dengan PAD yang terealisasi sejumlah Rp. 33 Miliar, dari target sebesar Rp. 66 Miliar.

Ketua DPRD Tana Toraja Jadi Korban Longsor di Masanda

0
Longsor di Masanda
Dua alat berat diturunkan untuk membuka kembali akses Jalan Poros Toraja - Mamasa yang tertimbun material longsor.

INFOTORAJA.COM, MASANDA – Bencana tanah longsor yang terjadi di jalan poros Bittuang – Masanda, Tana Toraja, lumpuh, memakan korban.

Korban akibat longsor ini yakni Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sombolangi, yang tak bisa menuju kampung halamannya akibat material longsor menutupi seluruh badan jalan nasional ini.

“Ada 5 titik longsor, namun longsor yang parah ada di titik kedua yang menutupi jalan, terpaksa harus tunda menuju kampung” ujar Welem Sambolangi, kepada InfoToraja.Com, Senin (27/11/2017) sore.

Mantan Ketua DPD II Partai Golkar Tana Toraja ini pun juga langsung meninjau langsung lokasi longsor yang terjadi di lima titik di Kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi,
Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi, meninjau lokasi tanah longsor di Jl. Poros Bittuang – Masanda, Tana Toraja, Senin (27/11/2017) sore.

Dari pantauan InfoToraja.Com, di lokasi bencana, saat ini sudah dua unit excavator yang dikerahkan untuk membersihkan material yang menutupi badan jalan.

“Saat meninjau lokasi, kendala pembersihan material saat ini  belum ada, hanya saja hujan sempat menguyur titik longsor, sehingga alat berat yang bekerja harus ekstra hati – hati memghindari longsor susulan,” ungkap Alumni UKI Paulus Makassar ini.

Pihak BPBD Tana Toraja, dibantu aparat Kepolisian dan TNI, serta masyarakat, juga ikut membantu membersihkan material longsor ini dengan cara manual.

“Penyebab utama dari longsor ini adalah tingginya curah hujan dan konstruksi tanah yang kurang baik,” kata Personel Kodim 1414 Tana Toraja, Peltu Muhammad Arsyad, yang bertugas di lokasi terjadinya tanah longsor ini.

 

Penulis :  Admadi Balloara Dase
Editor    : Yultin Rante

Bupati Tana Toraja Perintahkan Guru Ajarkan Tentang Ini

0
Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae, saat sambutan di puncak perayaan HUT PGRI Ke-72 & Hari Guru Nasional, di lapangan Rantelemo, Tana Toraja, Senin (27/11/2017) pagi.

INFOTORAJA.COM, RANTELEMO – Guru yang bertugas di Tana Toraja diperintahkan untuk mengajarkan anak muridnya tentang pendidikan kearifan lokal.

“Saya sementara mengkaji untuk merumuskan pola pendidikan dengan pendekatan kearifan lokal, untuk menciptakan anak bangsa yang cerdas di Tana Toraja, dan saya perintahkan seluruh guru akan gunakan konsep ini” ujar Bupati Tana Toraja, Nikodemus Biringkanae, saat Puncak perayaan HUT PGRI Ke-72 & Hari Guru Nasional, di lapangan Rantelemo, Tana Toraja, Senin (27/11/2017) pagi.

Bagi mantan Kepala Dinas UKM dan Koperasi Sulawesi Selatan ini memandang pendidikan kearifan lokal saat ini sangat dibutuhkan bagi genarasi penerus Toraja.

Kegiatan ini di awali dengan carnaval mobil hias dari 19 cabang PGRI yang ada di Tana Toraja, yang menampilkan kearifan lokal yang menarik dan meriah.

“Saya terperangah tadi melihat rombongan karnaval mobil hias menampilkan tagline-nya masing-masing, dan hal ini merumuskan suatu pola pendidikan dengan pendekatan kearifan lokal.” ungkap Nicodemus Biringkanae.

Dalam kesempatan itu pula, Ayah kandung Ketua KNPI Tana Toraja ini memotong tumpeng bernuansa Toraja yang dipadukan dengan makanan tradisional Toraja yaitu pokon, sebagai tanda ungkapan syukur di Hari Guru ini.

Penulis :  Admadi Balloara Dase
Editor    : Yultin Rante