Beranda blog Halaman 22

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemkab Toraja Utara “Kencangkan” Operasi Formalin, Hari Pertama Nihil

0
operasi ikan formalin toraja
sidak ikan berformalin oleh Pemkab Toraja Utara di pasar Bolu, Kecamatan Tallunglipu, Toraja Utara, Sabtu (2/12/2017) kemarin.

INFOTORAJA.COM, TALLUNGLIPU -Sebagai bentuk upaya pencegahan ikan berformalin beredar jelang perayaan Natal dan tahun baru Pemkab Toraja Utara melaksanakan sidak ikan yang diduga mengandung formalin di Pasar Bolu, Kecamatan Tallunglipu, Toraja Utara, Sabtu (02/12/2017) kemarin

Rilis Dinas Informasi dan Komunikasi Toraja Utara kepada InfoToraja.Com, dari sekitar 68 sampel yang diambil termasuk ikan kering dan ikan basah dengan berbagai jenis, tidak satupun sampel yang positif berformalin.

“Untuk saat ini ikan yang ada di pasaran yang kita sidak aman untuk dikonsumsi tetapi kedepannya akan rutin kita laksanakan sidak seperti ini,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Toraja Utara, Barnetje S Toban.

Barnetje S Toban, menambahkan operasi serupa kita akan lebih intensifkan lagi di beberapa titik masuk bahan pangan ke Toraja Utara.

Hasil nihil ini didapatkan dengan menurunkan puluhan personel gabungan dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan, Satpol PP, Lurah dan beberapa instansi terkait.

operasi ikan formalin di pasar bolu Toraja Utara

Sidak ini dilaksanakan sekitar pukul 05.00 WITA yang berfokus di tempat penjualan ikan yang berada di sepanjang pasar hewan dan blok D pasar bolu.

“Sidak ini adalah upaya bersama untuk memerangi makanan yang mengandung formalin yang ada di Toraja Utara”, tambah Barnetje S Toban.

 

Lembaga Mahasiswa Tertinggi STAKN Toraja Dapat Pesan dari Ketua STAKN Toraja

0
pak salmon ketua stakn
Ketua STAKN Toraja, Salmon Pamantun, saat membuka kongres DEMA STAKN Toraja.

INFOTORAJA.COM, MENGKENDEK – Lembaga Mahasiswa tertinggi sekolah tinggi agama kristen negeri (STAKN) Toraja melakasanakan kongres yang ke XI, Kamis (30/11/2017) kemarin.

Kongres ini merupakan wadah pengambilan keputusan tertertinggi di Lembaga Kemahasiswaan STAKN TORAJA.

Kongres ini dibuka langsung oleh Plt Ketua STAKN Toraja Salmon Pamantung, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan wadah untuk belajar menjalankan bertanggung jawab

“Terlibat dalam organisasi kemahasiswaan dapat menjadi salah satu tolak ukur bagi setiap mahasiswa bagaimana menjalankan tugas dan tanggung jawabnya” ujar Salmon Pamantun.

Sarjana strata dua Theologia ini juga berharap kepada semua peserta untuk proaktif dalam mengikuti kongres, sehingga dapat memghasilkan keputusan yang terbaik.

“Karena kongres merupakan tempat pengambilan keputusan tertinggi di lembaga kemahasiswaan, maka setiap peserta kongres harus proaktif dan memikirkan dengan matang aspirasi,” ungkap Salmon.

Kegiatan ini diadakan oleh Dewan Mahasiswa (Dema) sebagai Konvokator kongres, Dimana dalam kongres ini juga di hadiri oleh Wakil Ketua 3 bidang kemahasiswaan dan alumni STAKN Toraja, Pdt. Syukur Matasak, sebagai penasehat.

 

Penulis : Admadi Balloara Dase
Editor   : Yultin Rante

 

Wabup Toraja Utara: “Laporkan Kalau Ada Kader Karang Taruna Ikut Adu Kerbau yang Bukan Ritual Adat”

0
Yosia Rinto Kadang saat hadiri Natal Karang Taruna Tikala
Wakil Bupati sekaligus Ketua Karang Taruna Toraja Utara Yosia Rinto Kadang, saat hadiri Natal Karang Taruna Tikala, Sabtu (2/12/2017) malam.

INFOTORAJA.COM, TIKALA – Adu kerbau atau dalam bahasa Toraja disebut “Tedong Silaga” kembali jadi sorotan saat perayaan natal Karang Taruna “Marimbunna” Kelurahan Tikala, Kecamatan Tikala, Toraja Utara, Sabtu (2/12/2017) malam.

Ketua Karang Taruna Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang, hadir langsung dan ikut dalam ibadah Natal yang dipimpin Pdt. Mery Tulak.

“Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Berperintah dalam Hatimu, dan anggota Karang Taruna harus jadi batu karang yang teguh, seperti firman Tuhan,” ujar Pdt. Mery Tulak, dalam khotbahnya.

Karang Taruna “Marimbunna” Tikala juga mengadakan lomba olahraga dan seni, Rabu sampai Jumat (29/11 – 1/12/2017).

Wakil Bupati Toraja Utara sekaligus Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang, S.T. menghadiri Ibadah Natal Bersama

Tampak pula dalam ibadah tersebut dihadiri oleh Camat Tikala, Yeremia Batara Tandi, Lurah Tikala, Yunus Lobo’ Kebo, dan Ketua Karang Taruna Kecamatan Tikala, Martinus Tandirura Pasalli.

“Dengan tema Natal Nasional tahun ini, yaitu Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Berperintah dalam Hatimu, mengajak kita semua untuk menjadi pembawa Damai bagi orang-orang disekitar kita, harapan saya kepada generasi Muda khususnya Karang Taruna menjadi contoh dan pelopor membawa kedamaian di sekitarnya”, tambah Pdt. Mery Tulak.

Didalam sambutannya, Yosia Rinto Kadang, yang juga Wakil Bupati Toraja Utara menegaskan bahwa generasi Muda Karang Taruna harus menciptakan kedamaian serta mengandalkan Tuhan didalam kehidupannya.

“di dalam menciptakan kedamaian, berasal dari keluarga kecil kita, zaman sekarang, tidak bisa dipungkiri bahwa komunikasi yang tercipta di keluarga kecil kita sudah sangat miris, handphone salah satu sebabnya, masing-masing anggota keluarga sibuk dengan media sosial masing-masing,” kata Yosia Rinto Kadang.

untuk itu, didalam kesempatan kali ini, Rinto mengingatkan kepada kita semua sebagai pelopor kedamaian, agar pentingnya menggunakan waktu untuk keluarga yang optimal demi terciptanya serta menjaga keharmonisan dan kedamaian dalam keluarga.

“Selain itu, saya mengingatkan kepada kita semua sebagai orang tua akan pentingnya masa depan anak-anak kita. Dalam kesempatan kali ini juga, saya menegaskan kepada orang tua, janganlah merusak masa depan generasi muda kita dengan kegiatan yang sangat merugikan bagi anak-anak kita. seperti menjaga kerbau petarung dan mengizinkan anak kita terlibat didalam kegiatan adu kerbau yang tidak sesuai dengan adat istiadat kita, kalau ada anggota karang taruna ikut yang tidak sesuai aturan ritual adat, laporkan kesaya”, ungkap Rinto.

 

Ketua PKK Toraja Utara : “Upah Kita di Sorga”

0
Natal PKK Toraja Utara
perayaan Natal dan Rapat Kerja Tim PKK Toraja Utara di gedung pelayanan jemaat Rantepao, Toraja Utara, Sabtu (2/12/2017) siang.

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga ( TP PKK) Toraja Utara mengadakan Ibadah Natal Bersama di gedung pelayanan jemaat Rantepao, Toraja Utara, Sabtu (2/12/2017) siang.

Dalam khotbahnya, Pdt. Hesty, mengungkapkan akan peran kaum ibu yang merupakan penentu suatu keluarga dapat dikatakan keluarga Allah.

Pdt. Hesty memimpin Ibadah perayaan natal PKK Toraja Utara.
Pdt. Hesty memimpin Ibadah perayaan natal PKK Toraja Utara.

Hadir dalam perayaan natal sederhana ini, Ketua TP PKK Toraja Utara, Linda Sumilat Paembonan, dan Wakil Ketua PKK Toraja Utara, Eva Rataba Kadang, bersama seluruh pengurus TP PKK Kecamatan se Toraja Utara.

“Upah kita saat kerja ada di Sorga, jadi mari kita bekerja sepenuh hati dan tulus,” ujar Linda Sumilat Paembonan.

Setelah Ibadah Natal Bersama, dilanjutkan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Dasa Wisma sekaligus pemaparan program kerja 2018 oleh masing-masing pokja.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan PKK yang terakhir di tahun 2017, dasar inilah yang membuat kami melaksanakan ibadah Natal bersama sebelum melakukan kegiatan pembinaaan Dasa Wisma dan sosialisasi Progran Kerja 2017 kepada pengurus PKK Kecamatan serta Evaluasi kinerja di tahun 2017 ini,” ungkap Istri Bupati Toraja Utara ini.

Sementara Istri Wakil Bupati Toraja Utara, Eva Stefany Kadang, menambahkan rapat kerja ini dasar seperti penyusunan laporan atau Administrasi lainnya wajib diketahui oleh pengurus PKK.

“Selain itu, Program yang berguna bagi masyarakat akan tetap diprogramkan untuk program tahun depan,” tambah Eva Stefany Kadang.

Penanganan Pasca Bencana Longsor Dikerja Swakelola di Nanggala

0
Longsor di Nanggala
Alat berat yang membersihkan material longsor di Jl. Poros Sarambu - Padamara, Lembang Nanggala, Kecamatan Nanggala, Toraja Utara, Sabtu (2/12/2017) siang.

INFOTORAJA.COM, NANGGALA – Penanganan pasca bencana tanah longsor dikerja swakelola di Jl. Poros Sarambu – Padamaran, Lembang Nanggala, Kecamatan Nanggala, Toraja Utara, Sabtu (2/12/2017) siang.

“Ini contoh penanganan pasca bencana longsor, yang dikerja secara swakelola,” ujar Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Toraja Utara, Gusti Palumpun, kepada InfoToraja.Com.

Gusti, menjelaskan swakelolah ini melibatkan masyarakat sekitar bencana dibantu oleh pengusaha yang memiliki alat berat.

Pantauan InfoToraja.Com, alat berat dari Hipmi Toraja Utara ini juga telah bekerja membersihkan material longsor yang menutupi akses jalan ini.

“Seharusnya Pemerintah harus cepat tanggap lagi terhadap pemanganan pasca bencana, karena jika dibiarkan sangat mengganggu roda ekonomi masyarakat sekitar bencana,” ungkap Gusti.

Kondisi cuaca yang ekstrim saat di Toraja Utara, membuat ancaman bencana tanah longsor makin besar.

 

Bupati Toraja Utara : Ma’nene Itu Identitas Toraja, Sekaligus Reuni Keluarga

0
Kalatiku Paembonan

INFOTORAJA.COM, KESU – Ritual Ma’nene atau mengganti pakaian leluhur dan membersihkan makam leluhur berlangsung di Objek wisata Ke’te Kesu, Kecamatan Kesu, Toraja Utara, Sabtu (2/12/2017) siang.

“Ma’ nene merupakan salah satu identitas bagi orang Toraja, dan ini ritual yang harus dijaga,” ujar Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, kepada InfoToraja.Com, disela acara ritual ini.

Kalatiku Paembonan, hadir dalam ritual ini, juga untuk memberikan penghormatan terhadap keluarga besar Tongkonan Ke’te Kesu ini.

Ritual Ma’nene di destinasi wisata andalan Sulawesi Selatan ini nampak didatangi ribuan manusia termasuk wisatawan yang hendak menyaksikannya.

“Ini merupakan pelastarian kebudayaan kita, sekaligus reunian keluarga besar,” ungkap Kalatiku Paembonan.

Saat ini Pemkab Toraja Utara terus melakukan promosi dan pelestarian budaya menuju Kabupaten Pariwisata.

“Ritual – ritual inilah yang membuat Toraja Utara kedepan menjadi Kabupaten Pariwisata dan mendunia dibelahan bumi ini, dengan catatan kerja keras,” tambah alumni SMPN 1 Rantepao ini.

Ma’nene juga sangat dikenal dan dilakukan secara besar-besaran di Kecamatan Baruppu, dan Kecamatan Sesean Suloara, Toraja Utara, tiap bulan Agustus sampai September.

Taekwondo Toraja Utara Tumbangkan Makassar di Hari Pertama Pra Porda XVI Taekwondo SulSel di Makassar

0
Atlet Taekwondo Toraja Utara
Atlet Taekwondo Toraja Utara yang turun pada Pra Porda Taekwondo SulSel tahun 2017

INFOTORAJA.COM, MAKASSAR – Hasil manis juga diperoleh atlet Taekwondo putri Toraja Utara, setelah meraih emas pada Pra Porda Taekwondo di GOR Kantor Gubernur, Jl. Urip Sumohardjo Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (1/12/2017) siang.

Aprilia Ramba’ Palamba’, atlet putri Taekwondo Toraja Utara yang tampil di hari Pertama lewat Poomsae Puteri berhasil tampil terbaik dengan menang Angka tertinggi melawan tuan rumah Makassar dengan Perolehan Skor 7,33.

“Atlit putri kami, Aprilia, meraih emas, dan Perak diraih Makassar Yunita dengan Perolehan skor 7,13,” kata Pelatih Utama Taekwondo Toraja Utara, Sary Pongpadati, kepada InfoToraja.Com, melalui telepon.

Sary, menjelaskan dari babak penyisihan, Aprilia, tampil terbaik dan saat delapan besar berhasil meraih point tertinggi.

Pra Porda Taekwondo SulSel ini diikuti 200 atlet dari 20 Kabupaten se-SulSel.

Atlet Taekwondo Putri Toraja Utara yang meraih emas, Aprilia Ramba’ Palamba’ (kiri), dan Pelatih Utama Taekwondo Toraja Utara, Sary Pongpadati (kanan)

Toraja Utara menurunkan atlet terbaiknya sebanyak sembilan orang di kelas Kyourugi, dan satu orang di kelas Poomsae.

“Kita bersyukur, dan hari pertama ini sudah meraih hasil yang maksimal, dua hari kedepan kita harus berjuang meraih hasil maksimal lewat Kyourugi atau Sparing, serta kondisi atlet kita saat ini siap tanding,” tambah Sary Pongpadati.

Hadir menyaksikan langsung Pra Porda ini Sekertaris KONI Toraja Utara, Brikken Linde Bonting, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini, kita bersyukur.

“Dan saya sampaikan kepada segenap Atlet dan Official untuk tetap konsentrasi hadapi pertarungan di dua hari kedepan, semoga apa yang diraih ini, dapat diikuti Atlet Taekwondo Toraja Utara lainnya, jaga kesehatan, tampil terbaik membelah Toraja Utara,” ungkap Brikken Linde Bonting, yang juga mantan atlet Taekwondo Tana Toraja.

 

Tiga Atlet Tinju Toraja Utara Lolos Porda XVI 2018, Dua Diantaranya Petinju Putri

0
Petinju Toraja
Petinju dan Ketua Pertina Toraja Utara Surya Mangnga (kanan).

INFOTORAJA.COM, MAKASSAR – Tiga petinju Toraja Utara secara pasti lolos menuju pekan olahraga daerah (Porda) ke 16 di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, tahun 2018 mendatang.

Kepastian ini dirilis KONI Toraja Utara, kepada InfoToraja.Com, setelah berlangsungnya Praporda Persatuan Tinju Indonesia (Pertina) Sulsel di Kodam XV Hasanuddin, Makassar, Jumat (1/12/2017) malam.

“Di hari ke dua Praporda Tinju, Toraja Utara berhasil mengamankan tiga tiket menuju Porda tahun depan,” ujar Ketua Pertina Toraja Utara, Surya Mangnga, dalam rilis Koni Toraja Utara ini.

Tiga petinju yang lolos ini yakni dua petinju putri Toraja Utara di kelas 51 kilogram, Febiola, yang menang KO dari petinju Putri Tana Toraja, dan Nurjanna dikelas 46 kilogram, serta satu petinju putra dikelas 44 kilogram, Samsuar.

“Kami masih menunggu satu kelas lagi yang di tentukan oleh Pertina SulSel dan Panitia, mudah-mudahan bisa empat,” ungkap Surya.

Sementara Sekertaris KONI Toraja Utara, Brikken Linde Bonting, juga hadir langsung menyaksikan pertandingan ini.

“Kami turun mendampingi sekaligus memantau perkembangan Praporda, atlet kita sudah tampil maksimal, kita harus terus berlatih dan berlatih untuk raih juara di Porda Pinrang tahun 2018,” kata Brikken Linde Bonting.

Mau Tahu Sejarah Hari AIDS Sedunia Tiap 1 Desember? ini Kata Pengurus Karang Taruna Toraja Utara

0
Deby Astuti, Runner Up 1 Puteri Pariwisata Sulawesi Selatan
Deby Astuti, Runner Up 1 Puteri Pariwisata Sulawesi Selatan

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Setiap tanggal 1 Desember merupakan waktu di mana hari AIDS sedunia diperingati setiap tahunnya untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.

Peringatan hari AIDS sedunia juga merupakan bukti solidaritas Internasional, baik bagi mereka yang mengidapnya maupun yang meninggal karena berjuang untuk melawan HIV.

World Healte Organization (WHO) menjadikan peringatan ini menjadi salah satu kampanye kesehatan public yang bersifat global pertama di dunia.

“Pada tahun ini, sejak 1988 tersebut mengusung tema “Getting to zero; end Aids by 2030”, sedangkan untuk tema federalnya, “the time to act is now”, kedua tema tersebut tentu mengandung unsur pembebasan dari wabah AIDS secara global dalam kurun waktu yang telah ditargetkan,” ujar Wakil Sekertaris Karang Taruna Toraja Utara, Deby Astuti.

 

Terkait dengan hari AIDS sedunia, berikut ini bebrapa fakta uniknya.

Konsep ini digagas pada tahun 1988 dalam Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai program-program pencegahan AIDS. Sejak saat itulah, mulai diperingati oleh pemerintah, organisasi internasional serta yayasan amal di seluruh dunia.

Penyakit ini disebabkan virus HIV, yang sebenarnya telah dikenal oleh publik sejak Tahun 1981, saat itu, walaupunasal-usul HIV berasal dari Afrika, Amrika Serikatlah yang pertama kalinya publik soal penyakit baru yang menyerang system kekebalan tubuh pada si penderita, penyebarannyapun sangat cepat, namun peringatan ini baru dikampanyekan mulai Tahun 1988.

Ide tersebut pertama kali dicestukan oleh James W. Bunn dan Thomas Netter pada Agustus 1987. Dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di sebuah organisasi dunia di Jenawa, Swiss. Mereka berdua menyampaikan idenya kepada Dr. Jonatan mann selaku Direktur Program AIDS Global yang saat ini lebih dikenal sebagai UNAIDS. Dirinya menyukai konsep yang telah diberikan bunn dan Netter. lalu menyetujuinya dan sepakat dengan rekomendasi bahwa peringatan hari AIDS sedunia kan diselenggarakan 1 Desember 1988.

Bunn menyarankan tanggal 1 Desember untuk memastikan liputan oleh media barat, sesuatu yang dirasa sangat penting untuk memperingati hari itu. Ia merasa tahun 1988 adalah tahun pemilihan umum di AS. Penerbitan media nantinya akan kelelahan dengan liputan pasca pemilu dan mereka bersemangat untuk mencari berita baru untuk mereka liput. 1 Desember dirasa bahwa cukup lama setelah pemilu dan cukup dengan libur natal. Sehinggaa pada dasarnya tanggal itu adalah tanggal mati dalam kalender berita dan dengan demikian itu waktu yang tepat untuk hari AIDS sedunia.

Semenjak itu tanggal 1 Desember dikampanyekan sebagai hari AIDS sedunia. Tahun 1996, Program Bersama PBB untuk UNAIDS mulai bekerja dan mengambil alih perencanaan dan promosi untuk hari itu.

Badan baru ini tidak hanya memusatkan perhatian pada satu hari saja tapi juga menciptakan kampanye AIDS sedunia pada 1997 untuk melakukan komunikasi, pencegahan dan pendidikan sepanjang tahun. Sejak dibentuk hingga 2004, UNAIDS memimpin kampanye tersebut. Dengan memilih tema-tema tahunan melalui konsultasi dengan organisasi-organisasi kesehatan global lainnya, tahun 2004, kampanye AIDS sedunia menjadi organisasi Independen.

Lebih dari 35 juta orang di seluruh dunia terinfeksi virus HIV. Ilmu medis telah melalui perjalanan yang panjang sejak status HIV positif maka akan divonis hukuman mati.

Sekarang ini, mereka yang hidup dengan HIV mengkonsumsi obat antiretroviral, nantinya jumlah virus yang ada dalam darah mereka akan sangat sedikit sehingga mustahil menularkannya pada orang lain. Selain itu, sebuah pil baru dapat mencegah non-ODHA untuk terinfeksi.

Untuk mewujudkan dunia bebas AIDS butuh kerja keras, lebih banyak uang, dukungan politik, upaya dari para dokter, dan pihak lainnya untuk mewujudkannya. Kesadaran dari diri kita masing-masing untuk menjaga lingkungan serta menjalankan pola hidup sehat.

“Hindari pergaulan bebas juga penggunaan narkoba. Sebab itu salah satu pemicu terbesar terkena AIDS,” ungkap Wanita yang membidangi persoalan AIDS di Karang Taruna Toraja Utara.

 

Mau Lihat Kerbau Harga Miliaran? di sini ISTANA-nya!

0
Istana tedong saleko di objek wisata Ke'te Kesu, Kecamatan Kesu, Toraja Utara.

INFOTORAJA.COM, KESU – Kerbau belang atau dalam bahasa Toraja disebut Tedong Saleko sangat terkenal dan harganya juga hingga miliaran rupiah.

Nah, saat anda ke Toraja Utara, penasaran dengan kerbau miliaran rupiah ini anda bisa temuinya pada istana tedong saleko, di objek wisata Ke’te Kesu, Kecamatan Kesu, Toraja Utara.

Istana tedong saleko kete kesu
Istana Saleko, objek wisata baru di Toraja

Pemilik sekaligus pengelolah Istana Saleko, Edi Panggalo, menceritakan kepada InfoToraja.Com, tentang inisiatif untuk membangun istana saleko sebagai museum kerbau di Toraja.

“Museum ini berbeda dengan museum seperti biasanya karena tempat ini menyediakan koleksi berbagai jenis kerbau hidup yang dapat dilihat secara langsung bahkan disentuh,” ujar Edi Panggalo.

Selain karena alasan tersebut, Edi Panggalo, menjelaskan istana saleko juga dibangun sebagai upaya dalam melestarikan keberadaan tedong saleko dan tedong lainnya yang tergolong langka.

“Pemikiran seperti inilah yang harus dikembangkan oleh masyarakat Toraja dalam usaha untuk mengembangkan usaha dan juga sekaligus bentuk upaya dalam melestarikan budaya Toraja,” ujar Edy, Kamis (30/11/2017) pagi.

Destinasi wisata ini dapat dijadikan sebagai salah satu tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin berjumpa langsung dengan tedong saleko dan tedong lainnya.

kerbau toraja

Istana Saleko dibangun pada bulan Agustus 2017 sehingga tempat ini tergolong baru bagi masyarakat Toraja bahkan di luar Toraja.

Letak Istana saleko sendiri berjarak 50 meter dari objek wisata Kete’ Kesu. Sehingga sangat strategis untuk dijangkau bagi setiap wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke tempat ini.

Selain untuk berkunjung dan hanya sekedar melihat-lihat, di tempat ini juga menjual berbagai jenis kerbau antara lain tedong saleko, bonga, lotong boko’ dan sambo batu.

jual tedong saleko

Tedong saleko menjadi sebuah perbincangan yang sangat menarik dikalangan masyarakat Toraja baik yang berdomisili di Toraja dan juga perantau diberbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga ke mancanegara.

Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang menjadikan Tedong Saleko sebagai famous animal di Toraja diantaranya adalah tedong sebagai salah satu ikon budaya masyarakat Toraja terutama dalam ritual upacara kematian atau rambu solo’.

Keberadaan hewan kerbau dalam upacara rambu solo’ bukanlah kebetulan saja tetapi makna kerbau dalam upacara rambu solo’ yang begitu penting bagi masyarakat Toraja.

Kedua, keunikan secara fisik dari tedong saleko yaitu warna kulit yang menarik dan berbeda dari kerbau umumnya yang terdapat di berbagai daerah.

tedong termahal dunia

Ketiga, memiliki harga yang berkisaran ratusan juta rupiah bahkan miliyaran, karena keunikan tedong saleko yang menjadikannya sebagai tedong termahal.

Tedong saleko menjadi famous animal di Toraja yang membuat tedong ini dicari oleh banyak orang entah itu untuk dibeli maupun hanya sekedar melihat dan mengambil gambar saja.

Namun keberadaan tedong saleko yang terbilang langka membuat para wisatawan lokal maupun mancanegara kesulitan untuk mencari tedong saleko dari rumah ke rumah warga karena sedikit dari masyarakat Toraja yang memiliki tedong mahal ini.

 

Penulis : Febriani Upa’
Editor    : Yultin Rante