Beranda blog Halaman 4

BNN Amankan 625 Gram Sabu dari Dua Kurir Narkoba di Ge’tengan Tana Toraja

0

Tim gabungan BNNP Sulawesi Selatan dan BNNK Tana Toraja menangkap dua orang yang diduga kurir narkoba di Jalan Poros Ge’tengan, Kabupaten Tana Toraja, Rabu (21/5/2021).

Kedua palaku yang diamankan yakni ASW dan RND dengan barang bukti 625 gram narkotika jenis sabu-sabu.

Berdasarkan kronologi kejadian yang dirilis BNNP Sulsel, penangkapan diawali dari informasi masyarakat bahwa akan ada transaksi narkotika di Kabupaten Tana Toraja.

BNNP Sulsel dan BNNK Tana Toraja kemudian melakukan penyelidikan terhadap kendaraan yang diduga kurir penjemput barang.

Sekitar pukul 12:30 Wita tim BNN menghadang mobil Toyota Agya warna putih dan menemukan bungkusan yang diduga berisi narkotika bersama tersangka ASW dan RND.

Dari pengakuan tersangka, barang haram tersebut didapatkan dari DRS di Nonongan, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara, atas perintah BDD dari Tarakan untuk diantarkan ke Sidrap.

DRS dan BDD pun saat ini telah ditetapkan masuk daftar pencarian orang (DPO) BNN.

Kedua tersangka ASW dan RND beserta barang bukti dibawa ke kantor BNNP Sulsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Adapun keduanya diduga melanggar pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) junto Pasal 132 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Tinjau BBI, Wabup Dedy : “Kita Benahi Supaya Kebutuhan Ikan Air Tawar di Toraja Utara Mencukupi”

0

Wakil Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong atau yang akrab disapa Dedy Palimbong meninjau Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Perikanan Kabupaten Toraja Utara yang berlokasi di Jalan Lembah Keramat Kecamatan Rantepao, Jumat (21/05/2021).

Dedy Palimbong didampingi Plt Kadis Perikanan Joni Parubak dan beberapa pimpinan OPD melakukan peninjauan terkait ketersediaan bibit ikan air tawar di Toraja Utara.

Dedy mengungkapkan perlunya pembenahan BBI agar produksi ikan air tawar di Kabupaten Toraja Utara bisa meningkat.

“apa yang kurang kita benahi supaya kebutuhan ikan air tawar di Toraja Utara bisa mencukupi, apa yang bisa kita bantu apa yang mereka perlukan untuk memastikan agar produksi boleh meningkat dan bisa bermanfaat bagi masyarakat Toraja Utara,” ucap Wakil Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong.

Dedy lanjut menyampaikan harapannya agar Toraja Utara tidak bergantung pada pasokan ikan dari luar yang dikhawatirkan mengandung formalin.

“harapan kita semoga produksi di sini bisa meningkat dan memenuhi kebutuhan minimum masyarakat di Toraja Utara, kita juga sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan ikan dari luar dan yang kita khawatirkan tidak segar lagi, terkontaminasi dan mengandung bahan pengawet seperti formalin,” tambah Dedy.

Timsus Singgallung Amankan Delapan Pelaku Perjudian Adu Kerbau di Lapangan Sa’dan

0

Timsus Singgallung Polres Toraja Utara amankan delapan orang pelaku perjudian di arena adu kerbau (tedong silaga) di Lapangan Rante Ra’da’ To’ Barana Kelurahan Sa’dan Matalo, Kecamatan Sa’dan, Kabupaten Toraja Utara pada Selasa (18/5/2021).

Dari delapan orang yang diamankan, salah satu pelaku masih berstatus sebagai pelajar dan satu orang lainnya bekerja sebagai tenaga honorer.

Adapaun identitas pelaku yang diamankan sebagai berikut :

1.Nama : S R
Umur : 60 Tahun
Pekerjaan : Petani

2.Nama : STB Alias SL
Umur : 21 Tahun
Pekerjaan : –

3.Nama : GLB Alias GTA
Umur : 53 Tahun
Pekerjaan : –

4.Nama : I D L Alias ISK
Umur : 30 Tahun
Pekerjaan : –

5.Nama : A T Alias. TMB
Umur : 28 Tahun
Pekerjaan : –

6.Nama : N T L Alias. NT
Umur : 17 Tahun
Pekerjaan : Pelajar

7.Nama : M L Alias. UP
Umur : 25 Tahun
Pekerjaan : Honorer

8.Nama : E P Alias. STEP
Umur : 50 Tahun
Pekerjaan : Petani

Kegiatan adu kerbau di Lapangan Sa’dan merupakan salah satu bagian dari rangkaian upacara adat pemakaman (rambu solo’) yang sementara berlangsung di wilayah tersebut.

Sebelum kegiatan adu kerbau dimulai pada senin (17/5), AKP Hardjoko selaku Kasat Reskrim Polres Toraja Utara telah memberikan himbauan agar masyarakat yang datang tidak melakukan kegiatan perjudian.

“Agar dalam kegiatan rambu solo ini tidak ada kegiatan yang terkait dengan perjudian, mari kita lestarikan budaya, mari kita laksanakan budaya tanpa adanya judi,” ucap AKP Hardjoko.

Adapun pelaku dan barang bukti uang tunai Rp.12.598.000 saat ini diamankan di Mapolres Toraja Utara guna proses penyidikan lebih lanjut.

Anggota DPR RI Eva Rataba Jalin Silaturahmi dengan Wartawan di Toraja

0
Eva Stevany Rataba, Anggota DPR RI asal Toraja dari Fraksi Nasdem

Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem Eva Stevany Rataba mengundang wartawan dari berbagai media di Kabupaten Toraja Utara dan Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, untuk melakukan silaturahmi di Cafe Ramule Rantepao, Toraja Utara, Senin (17/5/2021).

Berbagai masalah dan isu menjadi pembicaraan ringan dalam silaturahmi ini.

Pada kesempatan itu, Eva Rataba mengungkapkan alasan dirinya sengaja menggelar silaturahmi ini agar dapat berinteraksi dari hati ke hati dan bisa mendengar langsung berbagai masukan dari wartawan di Toraja.

“Sejak 1,5 tahun menjabat anggota DPR RI, kegiatan silaturahmi dengan teman-teman jurnalis sudah lama saya rencanakan,” ucapnya.

Eva Rataba pun berharap kepada wartawan yang hadir, agar selalu diberi kesehatan yang baik.

“Semoga Tuhan selalu memberikan kita sehat bisa berkarya dengan positif, dan selalu harmonis,” sebutnya.

Eva Stevany Rataba, legislator Partai NasDem Dapil SulSel III ini juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh wartawan Toraja yang selama ini bekerjasama dengan baik terkait pemberitaan-pemberitaan saat dirinya melakukan giat reses.

“Saya minta wartawan mengawal dan memberitakan apa yang kita bawa atau program-program pembangunan di Toraja, seperti kegiatan reses di dapil,” ungkapnya.

Eva yang didampingi suaminya Yosia Rinto Kadang juga berpesan kepada seluruh masyarakat di Dapilnya, khususnya Toraja agar tetap waspada dengan sebaran virus Corona yang beberapa pekan terakhir epideminya meningkat.

“Mari kita jaga kesehatan diri kita, dan kepada teman-teman wartawan yang selalu berinteraksi dengan khalayak agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Cara terbaik untuk mengindari penularan Covid-19 adalah disiplin dengan protokol kesehatan,” ucap Anggota Komisi X DPR RI Eva Stevany Rataba.

 

Sumber : MedcenESR

Bantuan Alat Tenun di Lempangan Tana Toraja Hanya Jadi Pajangan Hingga Dimakan Rayap

0

Kementrian Perindustrian melalui Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menggelontorkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengadaan alat tenun bukan mesin (ATBM) beserta bangunan sentra tenun di Lempangan, Lembang Saluallo, kecamatan Sangalla Utara pada tahun 2018.

Sayangnya ATBM tersebut tidak difungsikan dengan baik, bahkan sebagian dimakan rayap. Sedangkan bangunan dengan dua lantai untuk pengrajin dipenuhi debu dan tidak terawat.

Hal ini diketahui saat Ketua Dekranasda Tana Toraja, Yariana Somalinggi beserta tim melakukan kunjungan rutin pada Selasa (11/5/2021).

“Menurut seorang penenun, alat tersebut tidak difungsikan karena tidak ada dana untuk membeli bahan baku, sementara kelompok penenun lebih senang menenun di rumah dengan alat manual atau gedongan”, ucap salah satu anggota tim pada InfoToraja.

Dengan menggunakan ATBM, diharapkan hasil produksi tenun bisa lebih meningkat untuk memenuhi permintaan pasar.

Sementara terkait pengelolaan yang selama ini masih dikontrol langsung pihak Lembang, Ketua Dekranasda menuturkan perlunya revisi dan juga pengaturan kembali bagi kelompol-kelompok pengrajin.

“Peran serta BUMLEM (Badan Usaha Milik Lembang) sangat diharapkan, karena diketahui BUMLEM merupakan wadah usaha kerakyatan di tingkat Lembang yang penyertaan modalnya berasal dari Anggaran Dana Desa/Lembang (ADD) setiap tahun “, terang Yariana.

Dekranasda Tana Toraja mengharapkan pengelolaan Sentra Industri Tenun di Saluallo bisa berjalan secara berkelanjutan menghasilkan produk berkualitas dan kuantitas yang juga meningkat.

“Diharapkan kesejahteraan masyarakat di Lembang Saluallo dapat lebih meningkat dengan produk unggulan Tenun Toraja“, tutup Yariana.

Selain ke Lembang Saluallo, Dekranasda Tana Toraja juga mengunjungi sentra Tenun To’ Buangin Kelurahan Lion Tondok Iring.

Pelaku Pembantaian Warga Toraja di Poso Diduga Teroris MIT Pimpinan Ali Kalora

0

Empat Warga Toraja di Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, dibantai OTK (Orang Tidak Dikenal) pada Selasa (11/5/2021) pagi.

Masing-masing Papa Dewi, Nenek Dewi alias Ne Uban, Lukas Lese dan Papa.

Papa Dewi dan Nenek Dewi merupakan ayah dan anak.

Informasi yang dihimpun, Nenek Dewi ditemukan dengan kondisi kepala terpenggal atau pisah dari tubuhnya.

Sedangkan jenazah Lukas dan Papa masih dalam proses evakuasi oleh Satgas Madago Raya.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Suara.com, pelaku pembantaian diduga dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Didik Supranoto.

“Diperkirakan pelakunya adalah kelompok MIT karena saksi mengatakan pada saat datang ada yang dikenal, salah satunya DPO MIT yaitu Qatar,” jelas Didik, Selasa.

Saat ini Tim Satgas Madago Raya, TNI dan Polri masih melakukan penyisiran terhadap pelaku. Sementara warga lainnya yang berada di Desa Kalimago dalam keadaan tenang mengingat lokasi kejadian dengan pemukiman terbilang jauh.

Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Abdul Rakhman Baso mengatakan, saat ini Satgas TNI-Polri yang tergabung dalam Operasi Madago Raya tahap dua, masih melakukan pengejaran terhadap para terduga DPO ini.

“Yang kita lakukan selama ini baik human intelejen, dan ITE agak kita terputus, tapi bukan berarti kita tidak melakukan upaya pengejaran,” jelas Kapolda pada Jumat (30/4)

***

Kronologi Kejadian

Papa Kila bersama Papa Dewi dan Nenek Dewi beristirahat di kebun miliknya yang berada di desa Kalimago, Kecamatan Lore Timur.

Tiba-tiba mereka didatangi oleh sekelompok OTK berjumlah lima orang.

Melihat gelagat mencurigakan, Papa Kila langsung menjauh dan melarikan diri dari lokasi kejadian.

Selanjutnya Papa Kila melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat dan Satgas Madago Raya.

Saat petugas tiba, Papa Dewi dan Nene Dewi sudah tewas mengenaskan.

Ngaku “Orang Dalam” yang Bisa Bebaskan Tahanan, Pria ini Diringkus Tim Singgallung

0

Seorang pria bertato, MS alias SPN (33) diringkus Tim Khusus Singgallung Polres Toraja Utara lantaran diduga melakukan tindakan penipuan sebagai “orang dalam” yang bisa membebaskan tahanan.

Ia ditangkap pada Sabtu (8/5/2021) siang di Jalan Serang Lorong 01, Tampo Tallunglipu, Tallunglipu, Toraja Utara.

Penangkapan yang dipimpin oleh KBO Sat. Reskrim Polres Toraja Utara IPDA Albertus Amsa didasarkan pada laporan polisi No. : LP/62/V/2021/SPKT/RES TORUT/POLDA SULSEL, tanggal 8 Mei 2021 tentang tindak pidana penipuan.

Kejadian penipuan bermula pada Rabu (5/5) sore ketika pelaku mendatangi korban bernama Paulus (23) menawarkan bantuan membebaskan keluarga korban SS dan JD yang ditahan karena perbuatan judi sabung ayam.

Adapun pelaku meminta imbalan sebesar Rp 18 juta namun korban menawar Rp 17 juta yang kemudian disetujui pelaku dengan alasan masih keluarga.

Pelaku kemudian meminta korban menyerahkan uang tersebut di depan SPBU Tallunglipu, Poros Rantepao-Sa’dan.

Sekitar pukul 20.00 wita, korban menyerahkan uang tersebut di tempat yang ditentukan oleh pelaku.

Setelah menerima uang tersebut, pelaku mengatakan kepada korban untuk menunggu sampai besok sore dimana kedua keluarganya akan bebas dari sel tahanan Polsek Rantepao.

Setelah menunggu sekian lama keluarganya tidak juga bebas, korban pun gelisah lalu menelepon pelaku namun sudah tidak bisa dihubungi.

Korban kemudian melaporkan kejadian ini pada Polisi.

Saat ditangkap, uang korban hanya tersisa Rp. 6 juta, dimana menurut keterangan pelaku Rp. 1 juta diserahkan ke Amos sedangkan Rp. 10 juta digunakan untuk pesta miras.

Saat ini pelaku diamankan di Polres Toraja Utara bersama barang bukti 2 unit sepeda motor dan uang tunai Rp 6 juta guna proses penyidikan lebih lanjut.

Kunjungi Sentra Kerajinan di Rembon, Dekranasda Tana Toraja Akan Fasilitasi Pengrajin Tingkatkan Produksi

0
Pengrajin Tana Toraja

Sembari menunggu jadwal pelantikan oleh Bupati Tana Toraja, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kabupaten Tana Toraja yang telah menerima SK pengangkatan dari pengurus Provinsi Sulawesi-Selatan melalukan langkah cepat identifikasi sentra dan lokasi kerajinan serta jumlah pengrajin yang ada di Tana Toraja.

Kegiatan pengurus Dekranasda Tana Toraja periode 2021-2026 ini diawali dengan kunjungan ke Kecamatan Rembon pada Jumat (7/5/2021).

Tim yang dipimpin Dr. Erni selaku Wakil Ketua Dekranasda yang juga merupakan Istri Wakil Bupati Tana Toraja mengunjungi sentra kerajinan tanah liat dan anyaman bambu di Lembang Ullin kemudian bergerak ke sentra kerajinan Tenun di Lembang Maroson.

Dalam kunjungan tersebut, tim Dekranasda melaksanakan dialog bersama para pengrajin, mengidentifikasi jumlah pengrajin, melihat langsung proses produksi dan menjejaki proses pemasaran produk yang selama ini dilakukan para pengrajin.

Sekretaris Dekranasda Tana Toraja, Jens yang turut hadir bersama rombongan mengatakan perlunya kegiatan identifikasi ini sebagai dasar penyusunan program kerja.

“Kegiatan indentifikasi ini harus kami lakukan agar dapat mengetahui data pengrajin dan sentra yang ada sebagai dasar untuk penyusunan program kerja dalam mengangkat dan mendorong produk-produk hasil kerajinan Tana Toraja sehingga bisa bersaing dengan produk diluar sana”, ungkap Jens.

Di Lembang Ullin, tim Dekranasda bertemu dengan pengrajin tanah liat yang memproduksi belanga tanah (kurin litak) menggunakan cara yang masih sangat tradisional.

Melihat kondisi tersebut, Dekranasda Tana Toraja akan mengupayakan bantuan alat modern untuk meningkatkan kualitas hasil produksi, penerapan model yang lebih unik dan harga yang bisa bersaing di pasaran.

Masih di Lembang Ullin, tim Dekrnasda juga menjumpai Beny, pengrajin anyaman bambu yang baru saja lulus SMK.

Melihat keuletan Beny, Dekranasda Tana Toraja berjanji akan memfasilitasi anak muda ini untuk bisa meningkatkan produksi kerajinannya.

“Kita akan fasilitasi dan diharapkan dapat menularkan keterampilan menganyam bambu ke anak-anak muda susianya”, terang Jens pada @infotoraja.

Dalam kunjungan ke sentra tenun Maroson, tim juga melakukan diolog serta melihat proses produksi tenun Toraja yang masih menggunakan benang kebanyakan (extra).

“Akan kami upayakan untuk memfasilitasi bahan baku tenun dengan menggunakan benang yang lebih berkualitas lagi sehingga hasil tenun bisa lebih adem, lembut dan menerapkan berbagai varian motif, sehingga Tenun Toraja bisa bersaing dengan tenun-tenun lain di Sulawesi Selatan ataupun dikanca Nasional”, tutup Jens.

 

Waspada, “Begal Payudara” Beraksi Dekat Kampus II UKI Toraja

0

Begal Payudara beraksi di Toraja Utara. Kejadian ini hampir saja menimpah seorang mahasiswi berinisial V (20) di Jalan Masuk Kampus II UKI melalui Poros Rantepao-Tondon, kecamatan Tallunglipu pada Rabu (5/5/2021) malam, beruntung ia bisa menghindar.

Saat dikonfirmasi @INFOTORAJA pada Kamis (6/5), V menceritakan dirinya yang nyaris jadi korban begal payudara.

“Kejadiannya kemarin Kak, sekitar jam 8.30 malam, saya mau antar pesanannya junior ku yang kebetulan mau pulang ke Palopo, jadi kami janjian ketemuan di depan jalan masuk Kampus II UKI”, ujar V.

Korban V yang kos bersama kakaknya di dekat kampus II UKI kemudian bergegas menuju ke tempat janjian menggunakan sepeda motor seorang diri. Saat diperjalanan, ia diikuti seorang pengendara motor lainnya namun tak membuat ia curiga.

“Saya kalau keluar tidak pernah sendiri, itupun semalam saya ada pelatihan di zoom, tapi saya tinggalkan sebentar untuk antar barang ke depan, pas di jalan saya barengan sama ada motor di belakang, tapi firasatku biasa-biasa saja”, tutur V yang merupakan mahasiswi IAKN.

“Ku pelan-pelan motorku di jalan bebatuan itu, tiba-tiba itu om mendekat, langsung main tangan tarik baju ku karena berniat untuk pegang payudara ku tapi karena saya peka saya bisa hindari terus teriak minta tolong tapi tidak ada orang”, tambah V.

Korban yang saat itu kaget langsung berteriak, namun pelaku justru berkata hal yang makin melecehkan korban.

“Saya teriak terus om itu bilang ‘malam ini gratis’ kurang ajar kak sakit hatiku saya dalam keadaan itu”, kesal V.

Korban sempat mengejar pelaku hingga SPBU Bolu, namun karena hujan mulai turun, korban tak melanjutkan pengejarannya.

“Saya minta tolong ke om supir tapi dia respon hanya biasa begitu”, terang korban.

Menurut keterangan korban, pelaku diduga menggunakan sepeda motor Honda Supra Fit. Sayangnya korban tidak sempat memotret nopol motor pelaku sehingga sulit untuk dilaporkan ke pihak berwajib.

“Batitong Maro” Ringkus Terduga Pelaku Pengintip Penghuni Indekos di Makale

0

Pria misterius yang videonya viral tengah mengintip di salah satu indekos di Makale, akhirnya diciduk tim “Batitong Maro” Unit Resmob Polres Tana Toraja, pada rabu (5/05/2021), sore.

Terduga pelaku berinisial PA (33) ditangkap saat sedang berada di depan Kantor UKI Toraja.

Saat diinterogasi petugas, terduga PA mengakui perbuatannya telah mengintip perempuan penghuni kos yang berada di kamar mandi.

“Iya Pak, saya akui, saya telah melakukan perbuatan mengintip anak perempuan yang berada di kamar mandi”, kata terduga PA kepada Briptu Hasbar, salah satu anggota Tim Batitong Maro Unit Resmob Polres Tana Toraja.

Kasat Reskrim AKP. H. Syamsul Rijal yang dikonfirmasi media, membenarkan perihal penangkapan terduga PA.

“Iya benar sekali, terduga pelaku berhasil ditangkap oleh Unit Resmob saat sedang memesan bucket bunga di salah satu toko depan kantor UKI Toraja, JL. Nusantara, Makale”, ucap Syamsul.

“Saat terduga PA viral di Medsos hingga tayang di media nasional, kita sudah lakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari identifikasi kejadian hingga mencari identitas terduga, dan akhirnya terduga PA berhasil diamankan rabu sore (5/5/2021) ini”, tambah Syamsul Rijal.

Menurut Kasat Reskrim, terduga PA telah melalukan perbuatannya sebanyak tiga kali.

“Jadi dari hasil pemeriksaan awal, terduga PA mengakui telah melakukan perbuatannya sebanyak tiga kali di tiga lokasi yang berbeda, yaitu di Jl. Starda, di Medan Ringkas dan di Mamullu, dan di salah satu lokasi tersebut terduga PA melakukan aksi buka celana”, lanjut Syamsul Rijal.

Saat di konfirmasi apakah terduga PA memiliki istri, Kasat Reskrim mengatakan bahwa terduga PA ini memiliki seorang istri dan empat orang anak, beralamat di Kec. Makale.

“Saat ini terduga PA sedang kami periksa lebih lanjut, kemungkinan aturan hukum yang akan dipersangkakan adalah Undang – Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi, dengan ancaman pidana 10 tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 5 Milyar”, pungkas AKP. Syamsul Rijal.