Beranda blog Halaman 5

Jemur Kasur di Pinggir Jalan Protokol, “Tidak Sesuai Etika, Logika dan Estetika”

0

Salah satu potret “unik” kota Rantepao, foto kiriman netizen @infotoraja terlihat (sejenis) kasur sedang dijemur di pinggir jalan utama, tepat di bawah lampu merah simpang Jl Mappanyuki – Jl. Sawerigading, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara pada Senin (3/5/2021) siang.

Menurut Suleman Tanda, Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Transportasi Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Toraja Utara, jika dilihat sepintas ini adalah hal kecil, namun tidak sesuai dengan “Tiga Ka”, yaitu etika, logika dan estetika.

“Kalau dilihat sepintas, adalah hal kecil, namun kita di Rantepao sebagai tujuan wisata yang sementara berbenah ini tidak sesuai etika, logika dan estetika”, ucap Suleman Tanda saat dihubungi @infotoraja pada Senin (3/5) malam.

Suleman Tanda lanjut menjelaskan perihal sudut pandang etika, logika dan estetika.

“Ini kan barang dalam, tidak boleh dijemur di tempat umum apalagi di jalan protokol, tidak sesuai etika. Lalu itu logikanya tidak boleh dijemur disitu karena bisa menghambat pengguna jalan, estetikanya merusak pemandangan, jadi sebaiknya barang seperti ini, itu ada tempat khusus di belakang rumah untuk jemuran”, terang Suleman Tanda.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Toraja Utara dengan dukangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tengah berbenah menatah keindahan kota Rantepao sebagai daerah tujuan pariwisata.

Dimulai dengan membangun pedestrian di beberapa jalan utama, menata bekas pertokoan sebagai taman kota dan menertibkan penggunaan trotoar di jalan-jalan utama kota Rantepao.

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

Hari Pertama “Kantor Bupati Mobile” Kabupaten Toraja Utara, Ombas-Dedy Berkantor di Awan Rantekarua

0
Kantor Bupati Mobile

Tanpa menunggu waktu yang lama, Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang langsung tancap gas melakasanakan Program Kantor Bupati Mobile (3/5/2021), tepat satu minggu setelah dilantik.

Hari pertama program ini dilaksanakan di Kecamatan Awan Rantekarua. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di halaman kantor kecamatan Awan Rantekarua, mulai Senin (3/5) hingga Selasa (4/5).

Bupati mengikutsertakan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membuka posko pelayanan bagi masyarakat, diantaranya Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DUKCAPIL), Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perkimtan, dan Dinas DMPL.

Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang dalam arahanya mengatakan hal sama yang disampaikan saat apel gabungan pertama, Rabu (28/04) lalu bahwa tujuan kantor Bupati Mobile untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan dari OPD terkait.

“Saya mendengar masih ada masyarakat yang belum mendapatkan KTP, sekarang ini kami hadir ditengah-tengah merupakan kesempatan bagi bapak ibu untuk bisa mengurus KTP, tidak harus pergi ke Rantepao mulai hari ini sampai besok. Maka dari itu saya meminta kepada seluru Kepala Lembang, kepala Dusun supaya menyampaikan kepada semua warga untuk hadir ke kantor kecamatan untuk membuat KTP bagi yang belum punya, akta kelahiran, akta pernikahan, pengurusan KIS, serta pengurusan PKH dan berkas-berkas lainnya” ucap Bupati Toraja Utara dalam arahannya saat membuka acara.

Melalui Program Kantor Bupati Mobile ini, Bupati juga bisa mendengar secara langsung aspirasi dari masyarakat.

Turut menghadiri program kantor Bupati Mobile ini Wakil Bupati, Asisten 1 Setda, kepala dinas Sosial, kepala dinas Pendidikan, Kepala dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas DMPL, Kepala Dinas Perkimtan Perwalilan dari Polres Toraja Utara, Dandim, kepala puskesmas, kepala sekolah dan tokoh adat setempat.

Latih Kepercayaan Diri Murid, “Rembang Katapi” Gelar Konser di Objek Wisata Ke’te’ Kesu

0

Rembang Katapi, salah satu wadah kursus dan pelatihan musik di Toraja Utara, akan menggelar “Village Concert” besok Sabtu, 10 April 2021 di objek wisata Ke’te Kesu’.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WITA akan mmenampilkan permainan musik dari murid-murid Rembang Katapi.

“Ini diadakan untuk melatih percaya diri anak-anak, selain itu juga untuk menunjukkan kepada orang tua para murid hasil jerih payah mereka yang telah mengikuti les musik selama ini,” ungkap James Tangjong.

Adapun kegiatan ini telah mendapat ijin dari pihak pengelola, Polres Toraja Utara dan satgas covid-19 Kabupaten Toraja Utara.

“Kita akan mengupayakan agar pengunjung tetap mematuhi protokol kesehatan, dan juga durasi acara tidak akan terlalu lama,” tambah Rian Panimba.

Layuk Sarungallo selaku pengelola objek wisata Ke’te’ Kesu mengapresiasi kegiatan ini.

“Ini juga merupakan momentum, bahwa pariwisata di Toraja pelan-pelan bangkit setelah terdampak pandemi, dan menjadi wadah bagi anak-anak asli Toraja untuk berkarya di kampungnya sendiri,” ungkap Layuk Sarungallo.

Kegiatan ini juga diramaikan dengan hadirnya UMKM lokal yang akan mengisi tenant selama acara berlangsung.

Untuk menyaksikan acara ini, pengunjung cukup membayar tiket masuk Objek wisata Ke’te Kesu’ sebesar Rp 20.000.

***

Mengenal Rembang Katapi

Rembang Katapi merupakan wadah kursus dan pelatihan musik yang didirikan oleh anak muda Toraja.

Pendiri nya sepasang suami istri, James Tangjong dan Hariansi Panimba Sampebulu’, bersama guru lainnya, Elia Andrew guru guitar, Rixy Aritonang guru drum dan terakhir bergabung Ayu Siramba guru vokal.

Rembang Katapi sendiri mulai membina beberapa murid usia 4 hingga 30 tahun dengan beberapa jenis alat musik sejak akhir tahun 2020.

Pada bulan Desember 2020, Rembang Katapi telah mengadakan konser pertama mereka dengan tema natal bersama para murid.

#infotoraja

Si Jogo Merah Hanguskan Dua Rumah di Jalan Gajah Rantepao

0
Si Jogo Merah Hanguskan Dua Rumah di Jalan Gajah Rantepao

Si jago merah hanguskan 2 unit Rumah di Jalan Gajah, Kelurahan Pasele, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara pada Kamis (8/4/2021).

Menurut salah seorang saksi mata yang dijumpai InfoToraja di sekitar lokasi kejadian, api pertama kali muncul di rumah milik Bapak Rubak sekitar pukul pukul 13.45.

Api kemudian menjalar ke rumah milik Markus Bassang di sebelah selatan. Kedua rumah ini hangus dilahap si jago merah.

Beruntung beberapa barang berharga masih sempat diselamatakan dari rumah milik Markus Bassang.

Api juga sempat merembet ke sebelah utara rumah milik John Rempe, untung pemadam kebakaran dibantu warga sekitar dengan sigap menggalau api membesar.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran.

Adapun menurut keterangan salah satu petugas damkar, semua unit mobil pemadam milik Damkar Toraja Utara diturunkan.

“Semua unit diturunkan, dibantu mobil tanki BPBD”, ucap petugas Damkar.

Jalan yang sempit dan banyaknya sepeda motor di sepanjang jalan cukup menjadi kendala bagi petugas saat memasuki lokasi.

Tiga Pemuda Ini ‘Panen’ Sampah di Jalur Pendakian Gunung Sopai

0
panen sampah di gunung sopai

Puncak gunung Sopai dengan panorama keindahan alam 1000 anak tangga di negeri di atas awan nya belakangan ini viral dan mendadak ramai pengunjung.

Sayangnya, keindahan karya semesta ini tidak diimbangi dengan perilaku beberapa pengunjung yang vandal dan membuang sampah di sembarang tempat.

Melihat realita ini, tiga pemuda yaitu Vikalis Lande, Maykel dan Wisnu berinisiatif membersihkan jalur pendakian, hasilnya mereka “panen” dua kantong sampah saat turun dari puncak gunung Sopai.

“Ini kemarin kali kedua kami naik ke sopai, cukup disayangkan banyaknya sampah, makanya kemarin pas rencana naik kami siapkan trashbag (plastik sampah)”, ucap Vikalis.

Ketiganya mendaki Gunung Sopai pada Selasa (6/4) dan saat pulang dari puncak gunung pada Rabu (7/4/2021) mereka mulai memunguti satu persatu sampah yang ditemui di sepanjang jalur.

“Tadi waktu pulang kami pungut sepanjang jalan, itu pun belum semuanya karena trashbag yang kami bawa cuman 2, ini baru di jalan sepanjang gerbang sampai awal tangga, belum di sepanjang tangga, sekitar lokasi camp, sampahnya sudah banyak sekali kak”, lanjut Vikalis bercerita pada InfoToraja.

Sampah yang dikumpulkan Vikalis dan kawannya beragam, mulai dari bekas botol air mineral, bungkus mie instan, botol minuman beralkohol, tissu basah dan masker.

Apa yang mereka lakukan patut dicontoh, setidaknya jika kita tidak bisa melakukan hal yang sama, minimal dimulai dengan membawa pulang sendiri sampah yang kita bawa, jangan tinggalkan di gunung.

***

Mungkin inilah realita bahwa banyak dari kita yang masih memiliki tingkat kesadaran rendah dalam menjaga kebersihan/kelestarian lingkungan.

Hal ini seolah menjadi paradoks, di satu sisi ingin menikmati keindahan, namun secara sengaja tidak sengaja perlahan menghancurkan keindahan itu sendiri.

Semoga bisa mengingatkan kita semua yang berencana berkunjung ke Gunung Sopai untuk menjaga kebersihan dan menghargai kearifan lokal setempat.

 

(JN) #infotoraja

Lakipadada Runners Berlari 100 Km Galang Dana Bantu 3 Ibu Bersaudara Penderita Disabilitas

0
lakipadada runners charity

Komunitas lari asal Toraja, Lakipadada Runners gelar charity run bertajuk “MATA HATI PELARI MELIHAT” pada Sabtu (3/4/2021).

Kegiatan ini merupakan bentuk penggalangan dana untuk tiga ibu bersaudara usia senja yang menderita tuna rungu, tuna netra, dan tuna wicara yang tinggal di Lembang Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan, Tana Toraja.

Zhany yang merupakan perwakilan Lakipadada Runners bercerita pada InfoToraja mengenai keadaan 3 ibu bersaudara tersebut.

“Keseharian Ibu Seba, Ibu Bongi, dan Ibu Misi’ benar-benar hidup dengan saling menopang sama lainnya karena keterbatasan yang mereka miliki. Mereka tinggal di sebuah rumah tua yang sudah tidak layak huni. Dinding rumah yang dipasang seadanya membuat hembusan angin di malam hari menghempas tubuh mereka yang sudah tidak lagi muda. Belum lagi ketika musim hujan telah tiba, gemercik hujan memasuki dinding rumah tersebut”, cerita Zhany.

Sekitar 16 pelari asal Toraja ini akan berlari sejauh 100 km dari Barru hingga Makassar selama dua hari.

“Kami tergerak untuk melakukan sesuatu yg bermanfaat bagi mereka melalui hobby yg kami geluti. Kami akan berlari 100 Km dari Alun-alun Kabupaten Barru dan finish di Monumen Mandala Makassar pada Tgl 03-04 April 2021 sambil membuka donasi bagi ibu kami terkasih ini”, ucap Zhany.

Kegitan charity run ini juga mendapat dukungan dari komunitas Barru Runners dan Maros Runners.

Bagi masyarakat yang tergerak ingin membantu bisa berdonasi melalui rekening bank BNI 1183911755 atas nama Lakipadada Runners. Adapun penerimahan donasi yang ditutup pada 16 April ini sepenuhnya akan diserahkan ke 3 Ibu bersaudara penderita disabilitas.

 

#infotoraja

Mengenal Gusni Bontong, “Insinyur” Muda Toraja yang Punya Peran Penting Dalam Pembangunan Jembatan Penyambung IKN

0
Gusni Bontong

Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan dengan Penajam Paser Utara hampir 100% rampung. Pembangunan jembatan ini tentunya menjadi perhatian serius Pemerintah pusat, pasalnya jembatan sepanjang 804 meter ini akan menjadi penghubung ke Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Siapapun yang terlibat dalam pembangunan jembatan ini patut berbangga, termaksud “insinyur” muda asal Toraja, Gusni Bontong.

Perempuan dengan senyum manis kelahiran Tana Toraja, 7 Agustus 1994 ini, menceritakan kepada @Infotoraja awal mula keterlibatannya dalam pembangunan jembatan penghubung IKN.

“mulai akhir Juli 2017, sebelumnya saya malah tidak tahu kalau jembatan pulau Balang akan jadi penghubung ke IKN. Tapi waktu selesai kuliah di UKIP Makassar, ada tawaran dari senior untuk kerja di proyek jembatan, ya langsung setuju saja daripada bingung mau cari kerja lagi”, cerita Gusni saat dihubungi Infotoraja pada Selasa (30/3/2021).

Gusni memiliki peran yang cukup penting dalam pembangunan jembatan ini, yaitu sebagai quality enginer. Lulusan SMA Negeri 1 Rantepao ini harus memastikan kualitas bahan, metode kerja dan hasil pekerjaan sesuai spesifikasi.

“jangan terkecoh dengan senyumannya ya… kalau di lapangan beliau tangguh banget loh! Awasi stressing tendon naik ke atas pylon dan turun ke kolong deck, lembur dari sore sampai pagi awasi kualitas beton untuk pengecoran dan tentunya tegas untuk menegur dan menolak pekerjaan yang tidak sesuai prosedur dan spesifikasi”, tulis admin @jembatan_pulau_balang, menceritakan aktivitas Gusni.

Bekerja dalam proyek pembangunan jembatan terpanjang kedua di Indonesia ini menjadi tantangan tersendiri bagi Gusni.

“Dukanya, kerja di pulau tidak ada penghuni dan tidak ada signal kak, ini juga termaksud pekerjaan baru buat saya, apalagi proyek besar, jadi ada tantangan tersendiri dan banyak belajar juga”, tutur Gusni menceritakan sedikit pengalaman suka dukanya.

Adapun pembangunan jembatan pulau Balang dimulai pada tahun 2015, kemudian pada tahun 2019 Presiden Jokowi mengumumkan IKN baru di Kalimantan Timur yang mencakup sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara.

#infotoraja

Cegah Penularan Korona, Pemkab Tana Toraja Tutup Objek Wisata Selama Dua Minggu

0
Monumen Yesus Kristus, Kelurahan Buntu Burake, Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Cegah penularan virus korona atau covid-19, Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae  menutup sejumlah objek wisata di Kabupaten Tana Toraja.

Hal ini diinstruksikan melalui surat edaran bernomor 82/III/2020/Setda tanggal 16 Maret 2020 perihal tindak lanjut pencegahan penularan covid-19.

Surat edaran Bupati Tana Toraja perihal pencegahan penularan virus covid-19.
Surat edaran Bupati Tana Toraja perihal pencegahan penularan virus covid-19.

Surat edaran tersebut berisi delapan poin. Pada poin ketujuh disampaikan instruksi menutup objek-objek wisata terhitung sejak tanggal 17 sampai dengan 31 maret 2020.

Selain itu, Pemkab Tana Toraja juga mengeluarkan kebijakan menghentikan sementara proses belajar mengajar di semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD/TK hingga perguruan tinggi.

Instruksi tersebut juga berlaku selama 14 hari terhitung mulai tanggal 17 sampai dengan 31 Maret 2020.

Adapun selama proses belajar dihentikan, siswa diminta untuk tetap belajar di rumah masing-masing, bukan untuk bepergian.

 

Angkat Budaya “Mangriu’ Batu”, Koreografer Muda Toraja Raih Juara 1 di Festival To Berru

0
Novita Lepong, Koreografer Muda Toraja Raih Juara 1 di Festival To Berru
Novita Lepong, Koreografer Muda Toraja Raih Juara 1 di Festival To Berru

Novita Lepong, akrab dipanggil Vita, baru saja mengharumkan nama Toraja di ajang temu karya koreografer Festival Budaya To Berru pada minggu (23/2/2020) malam di Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan.

Koreografer muda alumni SMAN 2 Toraja Utara ini terpilih sebagai juara 1 kategori penyaji terbaik dengan tari kontemporer bertema “Mangriu’ Batu” yang dia sajikan.

“Saya terinspirasi dari kebersamaan orang Toraja yang paling erat. Jadi saya cari tema yang lebih menggambarkan kebersamaan atau kerjasama orang toraja dalam kegiatan apapun itu baik dalam keadaan duka atau sukacita, kalau dalam bahasa Toraja ‘siangkaran'”, cerita Vita saat dihubungi INFOTORAJA.com pada senin (24/2) siang.

Mangriu’ batu sendiri merupakan salah satu bagian dari prosesi rambu solo’ (upacara pemakaman) masyarakat suku Toraja yang hingga saat ini masih dilaksanakan.

Melalui karyanya, Vita ingin mengingatkan kembali bahwasanya orang Toraja memiliki tradisi yang sangat menarik bahkan menggambarkan kebersamaan dan kerja sama yang kuat.

“Saya lihat sekarang di Toraja sudah jarang orang melakukan kerja sama dalam mengangkat batu, sekarang lebih sering mengangkat batu dengan menggunakan teknologi modern sehingga tradisi kita perlahan menghilang, semoga karya ini bisa mengingatkan kita akan nilai kebersamaan yang leluhur kita tanamkan”, tambah Vita.

Melibatkan delapan penari dan tujuh pemusik, Vita yang mempersiapkan karyanya dalam waktu dua minggu ini ternyata hampir batal berpartisipasi di festival To Berru.

“Persiapan kami hanya sebentar soalnya hampir batal ikut karena kendala dana, tapi sayang sekali kalau dilewatkan, jadi saya usahakan pakai dana sendiri”, ungkap Vita.

Ajang ini diiukuti oleh 30 peserta untuk kategori koreografer dan komposer. Hampir semua kabupaten/kota di Sulawesi Selatan berpartisipasi di Festival To Berru yang ke sembilan ini. Bahkan empat peserta lainnya berasal dari Jawa, Bali dan Sumatera.

Adapun Vita melalui sanggar Kinawa membawa nama Kabupaten Toraja Utara.

Kegigihan berlatih dan semangat pantang menyerah yang diperlihatkan Novita Lepong serta tim yang terlibat, kini berhasil mengharumkan nama Toraja Utara.

Menutup perbincangan dengan Infotoraja.com, Vita mengungkapkan rasa syukurnya setelah tiga tahun berturut-turut akhirnya bisa terpilih sebagai penyaji tari terbaik di ajang ini.

“Semoga kedepannya saya masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mempersembahkan karya-karya saya dengan mengangkat budaya saya sendiri, khususnya Toraja dan harapan saya semoga pemerintah lebih memperhatikan seniman-seniman muda yang ada di Toraja”, tutup lulusan fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar ini.

Catat Tanggalnya! Tahun Ini Ritual Ma’ Nene’ di Lo’ko’ Mata Dilaksanakan di Bulan September

0

Ma’ Nene’ merupakan ritual adat yang dilakukan suku Toraja sebagai bentuk kerinduan atau penghormatan pada leluhur.

Banyak foto ritual ma’ nene’ yang viral di media sosial dengan keterangan “mayat berjalan” yang sebenarnya keliru. Ma’ nene’ bukanlah sebuah ritual untuk menjalankan mayat melainkan sebuah ritual adat di mana keluarga membersihkan makam dan mayat leluhur yang sudah lama meninggal. Mayat leluhur yang sudah lama dikuburkan pada liang batu atau patane (makam yang dibuat menyerupai rumah), dikeluarkan kemudian dibersihkan.

Setelah membersikan, pakaian mayat leluhur kemudian diganti dan dimasukan kembali ke dalam peti. Namun ada juga yang hanya mengganti atau menambahkan kain (balun) yang membungkus mayat. Setelah selesai, mayat kembali dimasukan ke dalam makam.

Pada tanggal 6 hingga 12 september 2020, ritual ini akan dilangsungkan di objek wisata Lo’ko’ Mata, Lembang Suloara, Kecamatan Sesean Suloara, Kabupaten Toraja Utara.

Adapun di Lo’ko’ Mata sendiri sudah ditetapkan oleh pemerintah dan masyarakat setempat bahwa ritual Ma’ Nene’ dilaksanakan setiap tiga tahun sekali.

Jika kalian ingin menyaksikan ritual adat suku Toraja yang unik ini, silakan catat tanggalnya. Masih banyak waktu untuk mempersiapkan perjalanan kalian ke Toraja.