Beranda blog Halaman 6

Pemkab Toraja Utara Gelontorkan Anggaran Rp 50 Milliar untuk Beli Hotel Marante

0
hotel marante dibeli pemkab toraja utara
Hotel Marante yang dibeli Pemkab Toraja Utara. Foto : booking.com

Hotel Marante yang terletak di Kecamatan Tondon sudah resmi menjadi milik Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara.

Saat dihubungi Infotoraja pada jumat (14/2/2020) kemarin, Yaya Rundupadang selaku Sekretaris Diskominfo Kabupaten Toraja Utara membenarkan informasi ini.

“Hotel Marante sudah resmi dimiliki Pemda sebagai penambahan aset Kabupaten Toraja Utara dan sudah didahului prosedur apresial yang independen”, ungkap Yaya Rundupadang.

Adapun pembelian hotel Marante sudah disetujui DPRD Toraja Utara dan dibayarkan melalui dua tahun anggaran, yaitu 2019 dan 2020.

Hotel Marante yang memiliki luas tanah 1,85 hektar menjadi milik pemkab Toraja Utara dengan nilai perolehan sebesar 50 milliar rupiah.

Bekas hotel yang dibangun pada tahun 1992 dengan total 60 kamar ini akan difungsikan sebagai kantor gabungan dinas Pemkab Toraja Utara yang saat ini masih kontrak.

“Sekarang Satpol PP dan Damkar sudah berkantor di sana, dan 10 OPD yang kontrak bangunan akan segera pindah”, jelas Yaya.

Pemda Toraja Utara Bongkar Bangunan yang Langgar Perda di Depan Misiliana dan Alang-alang

0

Jumat, 14 Februari 2020 bertepatan dengan hari valentine, Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara membongkar bangunan tanpa IMB yang melanggar perda sempadan di depan Misiliana, Lembang Eran Batu, Kecamatan Kesu dan Alang-alang, Lembang Nonongan, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara.

Bangunan yang dibongkar adalah bangunan tanpa IMB dan melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 6 Tahun 2018, menggantikan Peraturan Bupati Toraja Utara nomor 35 Tahun 2017, tentang sempadan jalan dan sempadan sungai.

Sebelum melakukan pembongkaran, Pemerintah Daerah Toraja Utara melalui Satuan Polisi Pamong Praja sudah melakukan mekanisme peringatan kepada pemilik bangunan.

“Ini sesuai perintah Pak Bupati, dan mekanisme peringatan kepada pemilik bangunan sudah kami lakukan sebanyak tiga kali baik lewat persuratan maupun mendatangi langsung pemilik rumah,” ungkap Andarias Sesa, kepala Satpol PP dan Damkar Toraja Utara yang dikutip dari situs UpdateKareba.com

Guna memperlancar proses pembongkaran, arus lalulintas Rantepao-Makale dialihkan melalui Poros Singki’-Nonongan.

Adapun personil gabungan yang diturunkan terdiri dari Satpol PP dan Damkar Toraja Utara, BPBD Toraja Utara, dibantu Personil Polres Toraja Utara dan Kodim 1414 Tana Toraja.

GALANG DANA PENDIDIKAN BAGI MAHASISWA TORAJA YANG KURANG MAMPU MELALUI TURNAMEN GOLF

0

Sabtu, 15 september 2018 bertempat di Riverside Golf Club, Toraja Golf Club atau yang sudah akrab kita dengar dengan TGC kembali sukses menggelar turnamen Golf yang dikemas dengan sangat apik.

Jika tahun 2017 tunamen golf yang digelar TGC dengan maksud untuk mencari dana mendukung paskah IKAT (Ikatan Keluarga Toraja) Jabodetabek, tahun 2018 ini dengan harapan yang berbeda yaitu untuk kegiatan sosial penggalangan dana beasiswa untuk pelajar Toraja yang kurang mampu.

Kesuksesan tahun ini jelas lebih baik dari pada tahun sebelumnya dari sisi kuantitas tahun ini lebih banyak dengan jumlah pendaftar 166. Beberapa hari sebelum kegiatan berlangsung pendaftaran telah ditutup namun peserta tetap banyak mendaftarkan diri karena kerinduan untuk dapat berpartisipasi dalam kegaiatan sosial ini. Lokasi pelaksanaan pun dipilih berbeda dari tahun sebelumnya demi meningkatkan kualitas kebutuhan golfer.

 

Sambutan hangat dari panitia dengan menempatkan putri Toraja lengkap dengan pakaian adat Toraja sebagai penerima tamu mendapatkan perhatian sendiri dari para golfer bahkan tidak sedikit yang meminta untuk foto bersama. Lebih dari stenga peserta turnamen bukan berasal dari suku Toraja artinya turnamen TGC ini sudah dikenal banyak golfer nasional. Beberapa kue kas asal Toraja seperti deppa tori’, bade’ kadong, pokon juga menarik perhatian para peserta ketika menuju restaurant menikmati welcome drink dan makan siang bersama sesaat sebelum dimulainya turnamen.

 

Turnamen yang digelar untuk kegiatan sosial ini mendapat perhatian dari banyak elit toraja di Jakarta dan tak heran direkomendasikan keberbagai pimpinan perusahaan untuk mendapat dukungan alhasil menarik berbagai sponsor untuk turut mendukung seperti PT. Sido Agung Mandiri, Biznet, PT. Bumi Glora Nusantara, PT. Bina Nusantara Perkasa, PT. Fajar Mitra Krida Abadi, YOKOGAWA, Solitech, Protelindo, Bull, PT. Lentera Andalan Komunikasi, Spin Golf, Sisindokom dan masih banyak lagi. Menariknya sponsor tidak hanya mendukung melalui materi namun mereka pun turut bergabung sebagai peserta dalam turnamen ini.

Diakhir kegiatan ditutup dengan acara makan malam bersama. Terlihat jelas para golfer menikmati momen ini untuk dapat saling bersuah satu dengan yang lain. Setelah itu ditutup dengan penyerahan hadiah. Para golfer yang mendapatkan penghargaan sangat bahagia karena hadiahnya adalah miniatur rumah toraja yang biasa disebut tongkonan. Kita berharap semoga tahun depan kegiatan ini boleh berlangsung kembali untuk mengakrabkan para perantau Toraja dan juga membuka sayap Toraja lebar-lebar untuk mendapatkan perhatian dari para pengusaha, pemerintah, dan semua kalangan untuk peduli pendidikan Toraja.

 

Apresiasi Toraja Film Festival, Pusbang Film Kemdikbud Siapkan Bantuan Untuk SMK di Toraja, Ini Syaratnya!

0
Belo Tarran (Presiden TFF) temui Kabid Apresiasi dan Ketenagaan Film Pusbang Film Kemdikbud M. Sanggupri Bochari.
Belo Tarran (Presiden TFF) temui Kabid Apresiasi dan Ketenagaan Film Pusbang Film Kemdikbud M. Sanggupri Bochari.

INFOTORAJA.COM, JAKARTA SELATAN – Pusat Pengembangan (Pusbang) Film Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengapresiasi kegiatan Toraja Film Festival (TFF). Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Apresiasi dan Ketenagaan Film M. Sanggupri Bochari saat ditemui Presiden Toraja Film Festival Belo Tarran di ruang kerjanya di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Selatan (21/5).

“Sanggupri mengapresiasi Toraja Film Festival yang telah menghidupkan perfilman di Indonesia Timur. Kedepannya beliau akan memperhatikan dan mendorong Toraja sebagai salah satu daerah yang produktif dalam bidang film”, ungkap Belo pada InfoToraja.com.

Pada pertemuannya dengan Sanggupri, Presiden TFF Belo Tarran juga bercerita mengenai semangat generasi muda Toraja yang mulai bangkit dan sangat antusias menghidupkan perfilman di Indonesia Timur yang dibuktikan dengan lahirnya beberapa komunitas film di Tana Toraja dan Toraja Utara.

Belo berharap agar Pusbang Film dapat memberikan perhatian pada Toraja yang memiliki potensi dan kekuatan luar biasa untuk membangkitkan perfilman Indonesia.

“Toraja sebagai daerah tujuan wisata nasional dan internasional serta sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang tiada duanya di dunia tentunya menjadi daya tarik dan bernilai jual tinggi. Dengan bangkitnya perfilman di wilayah Indonesia Timur maka posisi Indonesia di kanca perfilman dunia juga akan semakin kuat”, cerita Belo.

Pusbang Film Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyambut baik semangat generasi muda Toraja di bidang perfilman.

“Sebagai langkah awal, Pusbang film memberikan 19 judul buku tentang film dan produksi kepada Toraja Film Festival”, tambah Belo Tarran.

Selain bantuan buku, sekolah kejuruan di Toraja juga bisa mengajukan bantuan peralatan syuting pada Pusbang Film Kemdikbud dengan syarat sekolah tersebut aktif dan produktif dalam berkarya.

“Melalui pertemuan ini, Sanggupri juga berpesan agar sekolah kejuruan di Toraja yang memiliki potensi dan memiliki jurusan multimedia serta aktif dalam pembuatan video dan film dapat mengajukan bantuan ke Pusbang Film Kemdikbud. Adapun bantuan yang dapat diajukan berupa peralatan syuting dan alat-alat lainnya yang berkaitan dengan pembuatan film”, ungkap Belo.

Di Depok, Pemuda Gereja Toraja Bagikan Takjil Jelang Buka Puasa

1
PPGT Depok Berbagi Takjil Jelang Buka Puasa
PPGT Depok Berbagi Takjil Jelang Buka Puasa

INFOTORAJA.COM, DEPOK – Komitmen dalam kepedulian antar umat beragama, terutama bagi saudara-saudara yang menjalankan ibadah puasa, Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT) Jemaat Depok melaksanakan kegiatan berbagi berkat berupa pembagian makanan buka puasa atau takjil untuk masyarakat muslim sekitar kota Depok.

Kegiatan rutin PPGT Jemaat Depok setiap tahunnya ini, kembali mereka laksanakan pada Minggu, 10 Juni 2018. Masyarakat yang diberikan antara lain tukang becak, tukang ojek, sopir angkot, juru parkir, petugas kebersihan, pramuniaga toko serta pada polisi yang bertugas dan lain-lain yang membutuhkan.

Titik pembagian dibagi dalam empat wilayah yakni jalan Pemuda atau sekitar gereja Toraja Jemaat Depok, sekitar jalan Siliwangi, depan stasiun Depok Lama dan sekitar jalan raya Margonda.

Masyarakat kota Depok menyambut baik kegiatan pemuda Gereja Toraja di bulan Ramadhan ini.

“Semestinya memang kita saling bertoleransi dan peduli satu dengan yang lain”, ucap salah satu petugas kebersihan ketika menerima takjil dari saudara Dayan.

Kegiatan ini juga disambut hangat oleh ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangkeallo sebagai bentuk dukungan atas aksi pemuda Toraja khususnya PPGT.

Herice Pandung, Febryanto dan Mutiara Rizki Bandaso, anggota PPGT Jemaat Depok yang baru terlibat dalam kegiatan ini sangat senang bisa ikut mempersiapkan dan membagikan takjil ke masyarakat.

“Suasana di sini berbeda dengan di Toraja, masyarakat di sini sangat antusias menerima pemberian sementara jika di Toraja kita malu-malu”. Cerita Ice dengan polos.

“Melihat di luar sana masih banyak orang yang kesusahan, harusnya kita selalu bersyukur karena kita masih hidup layak dan berkecukupan”. Tutur Mutiara Pascani, koordinator bidang pelayanan PPGT Depok.

Kegiatan yang sekaligus menyatakan keberadaan masyarakat Toraja di kota Depok ini sangat didukung oleh warga jemaat gereja Toraja. Hal ini terlihat dari banyaknya warga jemaat yang tergerak memberikan dukungan dalam bentuk bantuan materi maupun aksi secara langsung. Mereka juga bangga melihat anak-anak mereka peduli dengan orang lain, khususnya dalam hal toleransi.

“Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun beriku dan berharap semuanya dipersiapkan jauh lebih baik.” Ucap Pdt. Kartini.

 

Tanggapi Keluhan Netizen Terkait Kecoa, Ini Yang dilakukan RS Elim

0

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Seorang netizen mengunggah video keluhannya terkait kebersihan di salah satu kamar bersalin milik rumah sakit Elim Rantepao, Toraja Utara. Video yang diunggah di facebook pada Rabu (6/6/2018) siang, kini sudah viral dan di share hingga ribuan kali.

Baca juga : Duh Parah, Kamar Bersalin Rumah Sakit di Toraja Utara Ini Banyak Kecoanya!

Menanggapi postingan tersebut, pihak rumah sakit langsung bertindak dengan mengosongkan ruangan yang ada pada video untuk dibersihkan.

“beberapa saat setelah postingan Reynaldi kami langsung bergerak, sekalipun masih agak sulit untuk membersihkan secara keseluruhan karena masih ada pasien.”, ungkap Erny Tonapa, sekretaris Yayasan Kesehatan Gereja Toraja (RS Elim Toraja Utara) pada InfoToraja.com

Petugas membersihkan semua kasur yang ada di kamar bersalin RS Elim.

Menurut Erny Tonapa, pihak RS Elim langsung bertindak sebelum video tersebut viral di dunia maya.

“Kemarin pagi kami sudah mulai bersihkan, jadi sebelum viral”, tambah Erny Tonapa.

Mendapat sorotan dari Netizen, melalui InfoToraja.com pihak RS Elim menyampaikan permohonan maaf sekaligus berterima kasih atas kritikan yang mereka terima.

“kami mengucapkan terimakasih atas berbagai kritikan terhadap pelayanan maupun fasilitas RS Elim Rantepao. Setiap kritikan adalah kesempatan sekaligus tantangan bagi kami untuk terus berbenah.”, ungkap Erni Tonapa.

“Sekali lagi kami berterimakasih sekaligus mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.”, tambahnya.

Erny Tonapa yang juga merupakan salah satu Pendeta Gereja Toraja berharap agar pasien dan keluarga bisa bersama-sama menjaga kenyamanan dan kebersihan di RS Elim.

 

Duh Parah, Kamar Bersalin Rumah Sakit di Toraja Utara Ini Banyak Kecoanya!

0

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Jorok sekali, kamar bersalin salah satu rumah sakit di Toraja Utara ini penuh dengan kecoa. Salah seorang netizen mengirim video yang memperlihatkan kondisi di dalam ruang bersalin. Dari video yang viral di facebook ini, terlihat kecoa naik hingga ranjang tempat merawat pasien.

“baru kali ini saya liat Rumah Sakit isinya kayak gini!
tepatnya di RS Elim Rantepao kamar Bersalin
saya kira pasien seharusnya dapat pelayanan yg layak,,iya sih layak,tapi tidak SEJOROK gini juga! dari lantai,ranjang pasien,meja dan bahkan sampai tempat tidur bayi baru lahir pun ada KECOA??”, tulis Reynaldi Tonapa melalui status Facebooknya.

Menurut keterangan Reynaldi, dirinya sudah melakukan komplain pada bidan yang bertugas, sayangnya jawaban tidak mengenakan yang ia dapat.

“saya komplein ke bidan yg jaga, jawabnya “KECOA saja di permasalahkan” itu bukan tugas mbak bidan memang,itu tugas klining serfice,, kalo saya masih bisa injak kecoak tpi kalo sampe masuk telinga anak bayi baru lahir gimana? memangnya bayi umur segitu bisa bicara?? gk kan. ”

“Nih saya apload bukan untuk menjelek jelekan rumah sakit tapi karna saya ingin pihak rumah sakit tau kalo pasien juga bisa komplein karna pasien butuh pelayanan yg baik dan ruangan yg layak!! bukan datang ke RS untuk tidur di ruangan yg penuh dengan KECOAK!! “

Saat dihubungi InfoToraja.com untuk melakukan konfirmasi, pihak rumah sakit memang mengaku kesulitan menangani kamar tersebut. Sesaat setelah video tersebut diunggah, pihak rumah sakit langsung merespon dan mengosongkon ruang bangsal untuk dibersihkan.

“sulit dibersihkan karena bangsal, jadi setelah kami lihat videonya, kami langsung kosongkan untuk dibersihkan”, ungkap Pdt. Erny Tonapa, M.Si, sekretaris Yayasan Kesehatan Gereja Toraja (RS Elim Toraja Utara).

Petugas membersihkan kamar bangsal rumah sakit Elim Rantepao.
Petugas membersihkan kamar bangsal rumah sakit Elim Rantepao.

Simak videonya di sini : https://www.facebook.com/mondocoy/posts/1731609623586385

Ini Yang Dipersiapkan Agnes Lovina Jelang Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia Tingkat Nasional

0
Agnes Lovina Songgo

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Putri Cantik kelahiran Toraja, Agnes Lovina Songgo akan mewakili Sulawesi Selatan di ajang Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia (PPI) 2018 yang akan berlangsung di Jakarta pada 16-28 Juli 2018. Sebelumnya, Agnes berhasil menyisihkan 23 finalis lainnya yang merupakan perwakilan dari tiap Kabupaten/Kota di provinsi Sulawesi Selatan, dalam seleksi yang dilaksanakan di Makassar pada 14 April 2018 lalu.

Baca Juga : Selamat, Agnes Lovina Songgo! Perempuan Cantik Toraja Pemenang Putri Pariwisata Indonesia SulSel 2018

Mewakili Sulawesi Selatan di ajang nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi mahasiswi tingkat akhir Akbid Bina Sejahtera Rantepao ini. Agnes memiliki kesempatan besar untuk memperkenalkan pariwisata Toraja khususnya dan Sulawesi Selatan pada umumnya kepada masyarakat Indonesia. Sejumlah persiapan terus dilakukan untuk memaksimalkan penampilannya di ajang bergengsi itu.

“Sebelum malam puncak yang dilaksakan pada tanggal 27 Juli 2018, terlebih dahulu para finalis dikarantina. Persiapan mempelajari lebih dalam tentang potensi wisata di Sulawesi Selatan, Indonesia dan dunia,” cerita Agnes kepada INFOTORAJA.COM

Selain itu Agnes juga terus mengasah kemampuannya di bidang public speaking. Kemampuan berkomunikasi di depan umum merupakan salah satu hal yang tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya Agnes akan mempresentasikan seluruh pengetahuannya di hadapan dewan juri nantinya.

“Persiapan lainnya yang tak kalah penting adalah soal kostum. Dengan mengangkat tema kostum Toraja Tradisional yang dimodifikasi seperti busana karnaval, diharap bisa mendapat point lebih pada saat pementasan.” Ujar Agnes.

Terakhir adalah persiapan talenta. Salah satu hal yang wajib ditampilkan peserta di ajang Pemilihan Puteri Pariwisata Indonesia adalah unjuk bakat. Gadis kelahiran 22 April 1997 ini mengaku akan unjuk kebolehannya dalam menari. Agnes akan menampilkan tari Pa’Gellu’, dimana tarian ini selalu diperankan oleh wanita Toraja sebagai ungkapan rasa syukur dan bahagia. Dalam tarian itu Agnes akan menggunakan properti sebagaimana perempuan Toraja membawakan tarian ini.

Agnes Lovina Songgo
Agnes Lovina Songgo, Putri Pariwisata Sulawesi Selatan 2018

Putri Pariwisata Indonesia salah satu ajang pemilihan putri berbakat yang dilaksanakan sejak tahun 2008 oleh Yayasan El John. Pemenang PPI akan menjadi wakil Indonesia di ajang Miss Tourism Internasional.

Sangat diharapkan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Sulawesi Selatan, agar Putri Pariwisata perwakilan Sulawesi Selatan dapat memperoleh hasil terbaik di ajang ini. (Kevin)

Mahasiswa Tana Toraja Ayo Bergabung! DPC GMNI Tana Toraja Akan Merekrut Anggota Baru

0
GMNI Tana Toraja

INFOTORAJA.COM, MAKALE – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Tana Toraja akan melakukan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) yang akan dilakasanakan pada tanggal 28-29 Mei 2018 dengan tema “Menciptakan Kader Yang Nasionalis dan Humanis”

Apa Itu GMNI ? GMNI merupakan akronim dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, yang merupakan organisasi Nasional. Dalam organisasi mahasiswa ini, terkenal dengan Ideologi Marhaenisme yang dicetuskan langsung Bung Karno presiden pertama Republik Indonesia, dalam Ideologi tersebut Kader dilatih untuk memperjuangkan Marhaen.

Lalu siapa Marhaen ? Marhean merupakan representasi dari rakyat kecil (petani, nelayan, buruh dll). Akar permasalahan itu adalah kapitalisme, imprealisme, feodalisme, dan kolonialisme, sehingga kader akan dilatih secerdas mungkin untuk memperjuangkan hak-hak rakyat kecil. Dari sinilah lahir motto GMNI, “Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang”.

Dari Organisasi GMNI banyak melahirkan pemimpin besar bagi bangsa ini, salah satunya adalah Megawati Soekarno Purtri (Mantan Presiden RI), Taufiq Kiemas (Mantan Ketua MPR RI), Ahmad Basarah (sekarang menjabat sebagai wakil ketua MPR RI), Djarot Saiful Hidayat (Mantan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta), Soni Sumarsono (Plt Gubernur Sulsel), Bello Tarran (Presiden Toraja Film Festival), dan masih banyak lagi pemimpin yang merupakan alumni dari GMNI.

pendaftaran gmni

Karena itu, bagi mahasiswa di Tana Toraja yang berminat dan berkomitmen untuk bergabung DPC GMNI TANA TORAJA, Silahkan menghubungi komisariat yang ada di Tana Toraja. Adapun uang pendaftaran hanya Rp. 5.000.

Cp.
DPK GMNI STAKN TORAJA:
08234645 4698
DPK GMNI STIKES LAKIPADADA:
085240239138
DPK GMNI UKI TORAJA:
082293171236

FOTO : Aksi Fiersa Besari Bius Penonton di Puncak Pensi SMAN 2 Toraja Utara

0
Aksi Fiersa Besari di Pentas Seni SMA Negeri 2 Toraja Utara, Sabtu (14/4/2018).
Aksi Fiersa Besari di Pentas Seni SMA Negeri 2 Toraja Utara, Sabtu (14/4/2018).

INFOTORAJA.COM, RANTEPAO – Puncak pentas seni SMA Negeri 2 Toraja Utara yang digelar pada sabtu (14/4/2018) malam berlangsung hangat dan meriah. Pensi dengan tema “Pens! : Plus Est En Veus” atau dalam bahasa Indonesia berarti “ada sesuatu di dalam dirimu” menghadirkan Fiersa Besari x Kerabat Kerja sebagai bintang tamu.

Kehadiran Fiersa Besari langsung disambut histeris penonton yang memadati Lapangan Sekolah SMA Negeri 2 Toraja Utara. Suasana semakin hangat ketika Fiersa menyanyikan lagu “Waktu Yang Salah” dan mengajak penonton yang hadir nyanyi bersama.

Total 11 lagu dinyanyikan Fiersa Besari, termasuk lagu-lagu hitsnya seperti April, Celengan Rindu dan Juara Kedua.

Meski baru pertama kali manggung di Toraja, namun ini bukan kali pertamanya Fiersa Besari mengunjungi Toraja. Tepatnya Juni 2013 lalu Fiersa pernah berkelana di Toraja selama satu minggu.

“dulu lima tahun lalu esensi nya berbeda, cuma bertiga, benar-benar menggembel dengan rambut panjang, tidak ada yang tahu, tahu-tahu ke sini lagi tiap jalan 5 meter ada yang minta foto, saya tidak pernah menyangka lagu yang kita bikin bisa terseiar sejauh itu”, ungkap Fiersa.

Fiersa pun mengaku cukup kaget dengan antusiasnya masyarakat menyambut kehadirannya di Toraja.

“senang banget, saya juga kaget tadi banyak yang hafal lagunya, banyak yang nyanyi bareng berbagi energi bersama”, tambah Fiersa.

Sementara personel band Kerabat Kerja yang selama ini mendampingi aksi panggung Fiersa Besar mengaku sangat senang bisa ke Toraja.

“orang nya asik-asik, terus tempat nya unik-unik, tadi ke Ke’te terus ke Burake, cuma dua tempat karena kita terbatas waktu”, cerita Budi, drummer Kerabat Kerja.

Selain berprofesi sebagai penyanyi, pria yang hobi naik gunung ini juga merupakan seorang penulis buku. Tiga karya bukunya, yaitu ‘Garis Waktu : Sebuah Perjalanan Menghapus Luka’, ‘Konspirasi Alam Semesta’ dan ‘Catatan Juang’ laris manis diserbu pembeli dan menjadi best seller di gerai buku nasional.